Menu

Mode Gelap
ads

Sosial Budaya · 10 Nov 2021 16:19 WIB

3 Pahlawan Nasional Ini Dimakamkan di Kepri


Makam Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Foto: Hasrullah/kepripedia.com Perbesar

Makam Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Foto: Hasrullah/kepripedia.com

Tepat hari ini, 10 November, diperingati sebagai hari pahlawan nasional. Di mana, menjadi hari untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan di Indonesia.

Berdasarkan data di Direktorat K2KRS (Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial), ada 191 pahlawan yang tercatat sebagai pahlawan nasional.

Dari jumlah tersebut 3 di antaranya terdapat makamnya di Kepulauan Riau.

Makam Raja Haji Fisabilillah di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Foto: Hasrullah/kepripedia.com

Raja Haji Fisabilillah

ads

Raja Haji Fisabilillah merupakan pahlawan nasional yang tercatat berasal dari Provinsi Riau. Meski sejatinya ia berasal dari Kepri, namun kala SK pahlawan nasionalnya dikeluarkan pada tahun 1997, Provinsi Kepri belum dimekarkan dan masih bergabung di Riau.

Raha Haji Fisabillah lahir pada tahun 1727 di Kota Lama, Ulusungai, Riau, Indonesia.

Sultan Riau-Lingga-Johor ini meninggal dunia dalam usia 57 tahun pada 18 Juni 1784 di Teluk Ketapang, Melaka (sekarang Malaysia).

Singkatnya, Raja Haji Fisabililah adalah Raja Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV, ia terkenal dalam melawan pemerintahan Belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau.

ads

Raja Haji sudah terlibat dalam pertempuran dengan pihak Belanda pada Perang Linggi tahun 1756-1758. Perang tersebut meletus sebagai reaksi usaha Belanda meluaskan kekuasaannya di Riau.

Pada pertempuran tersebut, Raja Haji terluka. Namun pada pertempuran selanjutnya, pasukan gabungan dari Linggi, Selangor, Remban, Kelang dan Siak dapat mengepung Kota Malaka sehingga satu persatu tempat-tempat kekuasaan Belanda di sekitar Malaka berhasil dikuasai dan diduduki.

Ia berperang melawan Belanda dalam peperangan hebat di Teluk Ketapang (Malaka) pada tahun 1784 yang mana Raja Haji sendirilah yang memimpin.
Raja Haji Gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784.

Raja Haji Fisabillah lalu dimakamkan di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Secara administrasi terletak di Kota Tanjungpinang.

Makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Foto: Hasrullah/kepripedia.com.

Raja Ali Haji

Pahlawan nasional ini sangat tidak asing oleh sebagian besar pecinta buku dan sastra. Beliau adalah Raja Ali Haji, penggubah Gurindam 12 yang terkenal saat ini hingga ke berbagai negara.

Raja Ali Haji tercatat sebagai pahlawan nasional dari Kepulauan Riau pada November 2004 silam.

Beliau lahir pada tahun 1808 di Selangor. Di usia 65 tahun, Raja Ali Haji tutup usia. Tepatnya pada 1873 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Ia pun dimakamkan di Pulau Penyengat.

Raja Ali Haji adalah ulama, sejarawan dan pujangga abad 19 keturunan Bugis dan Melayu. Ia adalah tokoh penting di dalam budaya dan kesustraan Melayu.

Singkat riwayatnya, sekitar tahun 1840 Raja Ali Haji mulai aktif sebagai pengarang dan sebagai cendikiawan terkemuka pada zamannya. Ia banyak melahirkan karya yang beragam dibidangnya seperti bahasa, agama, hukum pemerintahan dan syair-syair naratif.

Buku-buku yang dikarangnya dalam bidang bahasa meliputi sebuah kamus monolingual ensiklopedia berjudul kitab pengetahuan bahasa dan tata ejaan untuk menuliskan huruf Arab Melayu.

Raja Ali Haji merupakan pelopor perkamusan monolingual Melayu karena karyanya Kitab Pengetahuan Bahasa dinilai merupakan suatu karya yang luar biasa.

Hampir semua karyanya mengungkapkan kecintaan sang pengarang kepada kehidupan, tanah air dan bangsa serta semangat menentang penjajah.

Raja Ali Haji patut disebut sebagai Bapak Bahasa Melayu-Bahasa Indonesia yang memiliki peranan yang besar dalam meletakkan dasar-dasar terbentuknya Bahasa Indonesia yang kini merupakan bahasa persatuan.

Makam Sultan Mahmud Riayat Syah di Daik Lingga. Foto: Hasrullah/kepripedia.com

Sultan Mahmud Riayat Syah

Sultan Mahmud Riayat Syah, merupakan pahlawan nasional ketiga yang tercatat dimakamkan di Kepulauan Riau.

Beliau tercatat sebagai pahlawan nasional yang berasal dari Kepulauan Riau pada 2017 lalu.

Sultan Mahmud lahir di Hulu Sungai Riau, Agustus 1760. Beliau mangkat (meninggal dunia) pada usia ke 52 tahun, tepatnya 12 Januari 1812.

Sultan Mahmud Riayat Syah adalah raja kedelapan sekaligus raja terakhir dari Kesultanan Melaka. Dia terpilih menjadi raja menggantikan ayahnya, Sultan Alauddin Riayat Syah I Sultan Mahmud Riayat Syah terkenal dengan Perang Gerilya Laut

Pada 1782 Sultan Mahmud Riayat Syah dan Yang Dipertuan Muda IV Raja Haji memerangi Belanda yang hendak menanamkan pengaruhnya di Riau-Lingga.

Perang Riau I itu berlangsung pada 1782—1784. Pasukan Sultan Mahmud Riayat Syah berhasil mengalahkan pasukan Belanda di Tanjungpinang dan sekitarnya dalam suatu peperangan yang sangat dahsyat sehingga menjatuhkan banyak korban di pihak Belanda. Dalam perang itu pasukan Riau-Lingga dapat meledakkan kapal komando Belanda Malaka’s Walvaren.

Makam Sultan Mahmud Riayat Syah saat ini terletak di Daik Lingga. Tepat di kawasan Masjid Sultan.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Wagub Kepri Dianugerahi Gelar Dato Wira Indera Puteri

27 November 2021 - 19:56 WIB

Komunitas Basiba Sumbar Hadir di Kepri, Yuk Intip Programnya

16 November 2021 - 16:40 WIB

Musim Menduyok, Momen Nelayan di Anambas Berburu Gurita

7 November 2021 - 14:09 WIB

Malam Ini Gedung Aisyah Sulaiman Kembali ‘Siuman’

28 Oktober 2021 - 14:50 WIB

Menilik Tradisi Mandi Safar, Daya Tarik Kampung Terih di Batam

7 Oktober 2021 - 17:11 WIB

Bulang Cahaya Terbesar di Kepri, Dipastikan Terbang

24 September 2021 - 12:34 WIB

Trending di Event