Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 3 Apr 2023 16:28 WIB

5.853 Koli Pakaian Bekas Impor di Batam Dimusnahkan, Total Senilai Rp 17,4 Miliar


					Bea Cukai Batam musnahkan baju bekas impor, Senin (3/4). Foto: Zalfirega/kepripedia Perbesar

Bea Cukai Batam musnahkan baju bekas impor, Senin (3/4). Foto: Zalfirega/kepripedia

Bea Cukai Batam memusnahkan barang yang menjadi milik negara (BMMN), berupa pakaian bekas hingga sepatu dan tas bekas impor.

Barang-barang tersebut merupakan barang yang berasal dari hasil penindakan kepabeanan dan cukai periode tahun 2018 sampai 2022 yang sudah ditetapkan peruntukannya untuk dimusnahkan.

ADVERTISEMENT

“Total keseluruhan barang yang dimusnahkan mencapai 5.853 koli dengan berat mencapai 122,06 ton. Sementara perkiraan total nilai barang mencapai 17,4 miliar rupiah,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani, pada Konferensi Pers yang digelar di Kantor Bea Cukai Batam di PT Desa Air Cargo, Kabil, Nongsa Batam, Senin (3/4).

Askolani mengatakan bahwa pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di dalam incinerator (alat yang menggunakan teknologi pengolahan sampah dengan melibatkan pembakaran bahan organik) dan dihancurkan dengan menggunakan mesin penghancur.

“Pemusnahan akan dilaksanakan dalam kurun waktu dua minggu. Ini merupakan salah satu cara pengelolaan BMMN dengan tujuan untuk menghilangkan wujud awal dan sifat hakiki suatu barang,” katanya.

Askolani menuturkan bahwa pakaian-pakaian bekas impor tersebut berasal dari negara tetangga, baik dari Thailand hingga Singapura.

“Masuknya lewat pelabuhan gelap atau disebut pelabuhan tikus, dan barang kiriman,” tegasnya.

Ia menambahkan, Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 178/PMK 04/2019 Pakaian bekas, sepatu bekas, dan tas bekas merupakan barang larangan impor yang diatur Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas dan Permendag nomor 40 Tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh kepripedia.com (@kepripediacom)

ADVERTISEMENT

Importasi barang bekas dapat memengaruhi kondisi industri ekstil dalam negeri dan dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan karena komoditas ini dikategorikan sebagai limbah.

“Pemusnahan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia terkait penanganan peredaran pakaian bekas ilegal impor yang mengganggu industri tekstil dalam negeri dan sebagai implementasi pengelolaan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai,” katanya.

“Seluruh barang bukti sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap alias inkrah dari pengadilan sehingga dilakukan pemusnahan,” tambah dia.

ADVERTISEMENT

Ia pun berharap dengan sinergi aparat penegak hukum (APH) mencegah efek negatif yang ditimbulkan oleh barang impor.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Desak Kepastian Hukum Kasus Halimah, Tim 15 Kembali Datangi Denpom Batam

13 Juni 2024 - 14:13 WIB

IMG 20240613 WA0010 11zon

2 Pelaku Penyelewangan BBM Subsidi di Batam Diamankan Polisi, Begini Modusnya

13 Juni 2024 - 10:25 WIB

Barang bukti penyelewengan BBM Subsidi yang diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri

Pria di Batam Culik dan Cabuli Gadis 14 Tahun

11 Juni 2024 - 12:48 WIB

IMG 20240611 WA0012 11zon

Pemuda 24 Tahun di Karimun Ditangkap Usai Gondol Besi Penutup Selokan

10 Juni 2024 - 13:30 WIB

IMG 20240610 WA0005 11zon

Dugaan Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Hasan Terancam 8 Tahun Penjara

10 Juni 2024 - 09:16 WIB

Kadiskominfo Kepri Hasan

Diperiksa Belasan Jam, Hasan Resmi Ditahan di Mapolres Bintan

8 Juni 2024 - 10:37 WIB

IMG 20240608 WA0008
Trending di Hukum Kriminal