Bocah 13 Tahun di Batam Ditemukan Tewas Diduga Terseret Arus Parit

Seorang anak laki-laki bernama Mahesa Lucky (13) di Batu Aji Batam ditemukan tewas usai terseret arus parit di Perumahan Taman Cipta Indah, Rabu (25/1) saat hujan mengguyur kota Batam.

Informasi yang diperoleh, sebelum korban ditemukan tewas. Revaldi (11) dan Anugerah (11) sempat bertemu dengan korban sekitar pukul 15.20 WIB. Mereka tengah bermain air parit di kompleks tersebut.

ADVERTISEMENT

Korban lantas mengajak keduanya untuk ikut bermain air di parit di dekat rumahnya di RT002/RW011, namun keduanya menolak dan lebih memilih mencari adiknya.

Setelah 10 meter keduanya meninggalkan lokasi kejadian, mereka mendengar teriakan minta tolong dari korban.

Keduanya melihat korban sudah masuk ke dalam parit dan terbawa arus. Kedua bocah itu kemudian meminta pertolongan oleh warga sekitar, namun korban baru ditemukan 150 meter dalam kondisi tak bernyawa.

Peristiwa ini pun dibenarkan Kapolsek Batu Aji Kompol Restia Octane Guchy.

“Iya benar, korban sempat dibawa ke klinik,” kata dia, Kamis (26/1).

Ia mengatakan dengan cuaca ekstrem saat ini diminta masyarakat untuk mengawasi aktivitas anak di luar, sekitar parit saat hujan turun.

“Kami berharap, setiap orang tua lebih ekstra dalam mengawasi putra putrinya yang masih kecil saat bermain. Sehingga keamanan dan keselamatan mereka tetap terjaga,”  imbau Kompol Guchy.

ADVERTISEMENT

Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article

TERBARU

Wali Kota Batam: Pancasila Fondasi Utama Jaga Persatuan di Kota Heterogen Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kebinekaan di Kota Batam. Hal ini disampaikannya saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (1/10/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta sejumlah pegawai dari berbagai instansi. Dalam amanatnya, Amsakar menekankan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momen ini menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa. “Pancasila telah teruji oleh sejarah sebagai falsafah hidup yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan. Di Kota Batam yang sangat heterogen ini, nilai-nilai Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga toleransi, kondusivitas, serta persatuan kita,” ujar Amsakar. Ia pun menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran birokrasi untuk memperkuat semangat gotong royong serta menjaga kebersamaan. “Kunci kemajuan Batam ada pada kebersamaan dan rasa saling memiliki. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam bekerja dan berinteraksi, kita optimis mampu membawa Kota Batam menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing,” katanya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) masa akhir jabatan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas per 1 September 2026. Upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Batam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.

POPULER

Wali Kota Batam: Pancasila Fondasi Utama Jaga Persatuan di Kota Heterogen Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi utama dalam menjaga persatuan dan kebinekaan di Kota Batam. Hal ini disampaikannya saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kota Batam Tahun 2026 yang digelar di Dataran Engku Putri, Batamcentre, Kamis (1/10/2026). Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, serta sejumlah pegawai dari berbagai instansi. Dalam amanatnya, Amsakar menekankan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momen ini menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen kebangsaan sekaligus meneguhkan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa. “Pancasila telah teruji oleh sejarah sebagai falsafah hidup yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa di tengah berbagai tantangan. Di Kota Batam yang sangat heterogen ini, nilai-nilai Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga toleransi, kondusivitas, serta persatuan kita,” ujar Amsakar. Ia pun menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran birokrasi untuk memperkuat semangat gotong royong serta menjaga kebersamaan. “Kunci kemajuan Batam ada pada kebersamaan dan rasa saling memiliki. Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral dalam bekerja dan berinteraksi, kita optimis mampu membawa Kota Batam menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing,” katanya. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Amsakar juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) masa akhir jabatan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memasuki masa purnatugas per 1 September 2026. Upacara kemudian diakhiri dengan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila dan doa bersama untuk keselamatan serta kemajuan bangsa Indonesia, khususnya Kota Batam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.