BATAM – Suasana Masjid Agung Raja Hamidah di Batam Centre pada Minggu malam (2/8/2026) tak seperti biasanya. Ribuan orang memenuhi ruang utama masjid hingga meluber ke halaman luar. Mereka datang sejak sore hari, rela berdesakan demi mengikuti Kepri Bersalawat 3.
Acara yang mengusung tema “Malam Cinta Rasul dan Cinta Negeri” ini menghadirkan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ulama nasional Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Antusiasme masyarakat begitu terlihat. Sejak menjelang magrib, arus manusia terus mengalir menuju kawasan masjid. Tak hanya dari Batam, sebagian jemaah diketahui datang dari berbagai daerah di Kepulauan Riau.
Amsakar Achmad tampak kagum dengan antusiasme warga. Di hadapan ribuan jemaah, ia menyampaikan apresiasinya.
Baca Juga
“Semangat kebersamaan dan kecintaan warga Batam terhadap syiar Islam sangat luar biasa. Kehadiran ribuan jemaah malam ini menjadi bukti betapa kuatnya nilai-nilai religius di kota yang kita cintai ini,” ujarnya.
Orang nomor satu di Batam itu berharap kegiatan seperti ini terus menjadi energi positif. “Semoga semangat kebersamaan ini terus menjaga kerukunan, persatuan, dan keharmonisan masyarakat Kota Batam,” tambahnya.
Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengaku terkesan melihat lautan jemaah yang memenuhi masjid hingga ke pelataran luar. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jemaah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Selawat adalah wujud kecintaan kita kepada Rasulullah sekaligus mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Habib Syech.
Ia pun memanjatkan doa untuk Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, dan Indonesia. “Semoga senantiasa dalam lindungan Allah, diberi keberkahan, kedamaian, serta kemajuan,” katanya.
Khusus untuk para pemimpin, Habib Syech mendoakan agar diberi kekuatan, kebijaksanaan, dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah melayani masyarakat.
Melalui Kepri Bersalawat 3, Pemerintah Kota Batam berharap semangat religius yang tumbuh di tengah masyarakat terus menjadi fondasi kehidupan yang harmonis dan kondusif. Acara yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini ditutup dengan selawat bersama yang menggema hingga ke seluruh penjuru masjid.
Pemerintah menilai kegiatan keagamaan seperti ini tak hanya memperkuat iman, tetapi juga mendukung pembangunan Kota Batam yang maju dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.