BATAM – Suasana meriah terlihat di One Batam Mall pada Rabu (5/8/2026) kemarin. Ratusan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dari 12 kecamatan se-Kota Batam beradu kreativitas dalam Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kota Batam Tahun 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari upaya serius Pemerintah Kota Batam untuk meningkatkan budaya gemar makan ikan sekaligus mendorong lahirnya produk olahan bernilai ekonomi.
Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Perikanan Kota Batam. Menurutnya, konsistensi dinas tersebut dalam mendukung pemberdayaan kader PKK melalui kegiatan yang edukatif dan produktif patut diapresiasi.
“Terima kasih atas perhatian dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik. Semoga kegiatan ini semakin memotivasi kader TP-PKK untuk terus berkarya, berinovasi, serta menghasilkan olahan pangan berbahan dasar ikan yang bergizi, bermanfaat bagi keluarga, dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Erlita di sela-sela peninjauan lomba.
Erlita menambahkan, kreativitas yang ditampilkan para peserta tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan mengolah makanan. Ia melihat potensi besar dari menu-menu yang diciptakan untuk dikembangkan menjadi peluang usaha.
“Ini bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga. Di sisi lain, kita juga ingin semakin memperkuat budaya gemar makan ikan di masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi,” tegasnya.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Atmajianto, menjelaskan bahwa ini merupakan penyelenggaraan kedua lomba serupa di One Batam Mall. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai media edukasi, bukan sekadar kompetisi semata. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi protein ikan.
“Tema yang kami usung adalah ‘Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045’. Tahun ini, para peserta mengolah ikan tongkol dan lele menjadi berbagai menu yang inovatif, bergizi, dan menarik,” kata Yudi.
Sebanyak 12 tim, masing-masing beranggotakan enam orang, tampil bersaing dalam tiga kategori, yaitu menu keluarga, menu balita, dan menu kudapan. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan beberapa aspek, meliputi cita rasa, kandungan gizi, kreativitas, kebersihan, hingga teknik penyajian.
Yudi mengaku bangga melihat peningkatan kemampuan para kader PKK. “Menu yang disajikan semakin kreatif dan kualitas penyajiannya terus meningkat. Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti di arena lomba, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang dipasarkan melalui bazar maupun pameran. Dengan begitu, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal lahirnya wirausaha baru dari kader PKK,” pungkasnya.