BINTAN — Hitung mundur menuju gelaran balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 memasuki hari ketiga. Antusiasme peserta pun terus memuncak. Panitia mencatat, hingga saat ini sudah ada 838 pebalap dari berbagai negara yang mendaftar untuk seluruh kategori yang dipertandingkan.
Yang menarik, peserta tahun ini datang dari empat benua berbeda. Dari data yang dirilis penyelenggara, mayoritas peserta berasal dari Singapura dan Indonesia. Namun tidak berhenti di situ, deretan pesepeda juga datang dari Malaysia, Filipina, Jepang, Taiwan, hingga Mesir. Dari Eropa, hadir pebalap asal Inggris, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, dan sejumlah negara lain. Bahkan, tak ketinggalan peserta dari benua Amerika dan Australia turut memeriahkan ajang ini.
Tour de Bintan 2026 menyajikan lima kategori balapan dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Kategori Gran Fondo Classic sejauh 150 kilometer menjadi yang paling diminati dengan 266 peserta.
Disusul Gran Fondo Century 100 km yang diikuti 221 orang, Gran Fondo Challenge 70 km sebanyak 101 peserta, Gran Fondo Discovery 45 km dengan 182 pebalap, dan Individual Time Trial (ITT) 17 km yang diikuti 68 peserta. Total keseluruhan peserta pun mencapai angka 838.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengapresiasi tingginya minat peserta mancanegara. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa promosi event ini berjalan efektif sekaligus menambah daya tarik tersendiri.
“Tour de Bintan bukan sekadar ajang kompetisi. Ini juga wadah yang mempertemukan komunitas pesepeda dari berbagai negara di tengah keindahan kawasan wisata Bintan. Secara langsung, event ini mempromosikan alam dan pariwisata Bintan ke mata dunia,” ujar Ronny, Rabu (19/08/2026).
Dengan ratusan peserta dari berbagai penjuru dunia, Tour de Bintan 2026 diharapkan bisa semakin mengukuhkan posisi Kabupaten Bintan sebagai destinasi unggulan untuk sport tourism. Selain berlomba, para pebalap juga dapat menikmati suasana Pulau Bintan dan potensi wisata yang ditawarkan.
Rangkaian balapan akan berlangsung pada 21 hingga 23 Agustus mendatang. Pemerintah daerah berharap event ini tak hanya membawa dampak positif bagi promosi pariwisata, tetapi juga memperluas jaringan olahraga sepeda hingga tingkat internasional.