Bintan – Suasana di Gedung Serba Guna SMAN 1 Toapaya terasa berbeda pada Kamis pagi (27/08/2026). Puluhan pelajar putri duduk dengan penuh perhatian, mendengarkan setiap kata yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Bintan, Hafizha Rahmadhani.
Bukan sekadar seremoni, pertemuan itu adalah bagian dari sosialisasi dan edukasi pencegahan serta deteksi dini kanker payudara yang dikhususkan bagi remaja putri.
Mengusung tema ‘Kenali dan Cegah Kanker Payudara pada Remaja Putri Sejak Dini untuk Hidup Sehat di Masa Depan’, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari seluruh pelajar yang hadir. Hafizha membuka pembicaraan dengan gamblang, menyebut bahwa kanker payudara bukanlah persoalan remeh.
Ia menegaskan, berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) dari WHO, Indonesia mencatat lebih dari 408.000 kasus per tahun. Angka ini menjadikan kanker payudara sebagai penyumbang kematian tertinggi akibat kanker pada wanita, baik di dunia maupun di tanah air.
Lebih dekat lagi, YKI Cabang Kabupaten Bintan mencatat bahwa kasus kanker payudara menyumbang 44 persen dari seluruh kasus kanker yang ada di daerah tersebut. Melihat kenyataan ini, Hafizha menekankan perlunya langkah antisipatif yang tidak bisa ditunda.
Menurutnya, upaya pencegahan dan deteksi dini harus mulai ditanamkan sejak usia remaja. Caranya sederhana: dengan menerapkan pola hidup sehat, menambah pengetahuan, dan peka terhadap setiap perubahan atau tanda-tanda tidak normal pada payudara.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para remaja putri tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan diri, menerapkan perilaku hidup sehat, serta tidak takut untuk melakukan pemeriksaan apabila menemukan kelainan atau perubahan pada payudara,” ujar Hafizha di hadapan para peserta.
Tak hanya menyasar pelajar, ia juga mengajak para guru dan seluruh elemen di lingkungan sekolah untuk ikut mendukung edukasi kesehatan reproduksi dan kesehatan perempuan. Ia berharap dukungan ini menjadi fondasi bagi terciptanya generasi muda yang sehat, peduli, dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan harapan besar: bahwa kesadaran kolektif untuk mencegah kanker payudara bisa tumbuh subur di kalangan remaja putri Kabupaten Bintan, membawa perubahan positif bagi masa depan kesehatan mereka.