TANJUNGPINANG – Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK), Ady Indra Pawennari, memuji habis-habisan semangat juang para peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar KJK dan UPN “Veteran” Yogyakarta di Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu–Minggu (29–30/8/2026).
Acara bergengsi ini dibuka langsung oleh Gubernur Kepri yang diwakili Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hendri, serta menghadirkan narasumber berbobot, Irjen Pol. Andry Wibowo.
UKW kali ini terbagi dalam empat kelas yang super ketat: dua kelas jenjang Muda, satu kelas jenjang Madya, dan satu kelas jenjang Utama.
“Saya patut berbangga, di tengah jadwal ujian yang sangat ketat dengan penguji yang cukup profesional, semua materi ujian dapat diselesaikan sesuai jadwal. Ini luar biasa,” puji Ady Indra Pawennari dengan nada bangga usai penutupan UKW, Minggu (30/8/2026).
Menariknya, Ady Indra Pawennari yang juga peraih anugerah Pahlawan Inovasi Teknologi ini tidak hanya sekadar memimpin. Ia membuktikan totalitasnya dengan turun langsung menjadi peserta UKW untuk jenjang Utama, mendobrak batasan usia demi sebuah profesionalisme.
Bagi Ady, jurnalis adalah pejuang kebenaran informasi yang tidak boleh berhenti belajar.
Di akhir acara, Ady memberikan untaian kalimat motivasi yang sangat menyentuh hati dan membakar semangat seluruh jurnalis yang hadir.
“Jangan pernah takut salah, karena dari setiap kekeliruan kita belajar untuk tegak berdiri. Pena kita adalah suara bagi mereka yang tidak terdengar, dan dedikasi kita adalah benteng kebenaran. Di situlah kalian akan benar-benar menempa diri menjadi wartawan yang hebat, berintegritas, dan berkelas!” ungkap Ady dengan penuh haru dan disambut tepuk tangan riuh.
UKW angkatan pertama tahun 2026, hasil sinergi epik antara KJK dan UPN “Veteran” Yogyakarta ini berhasil melahirkan jurnalis-jurnalis baru yang kompeten dan siap tempur di lapangan.
Berdasarkan data resmi dari tim penguji Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UPN “Veteran” Yogyakarta, dari total 22 peserta yang bertarung, satu orang dinyatakan mengundurkan diri dan tiga orang harus berlapang dada karena dinyatakan belum kompeten.
Momen krusial pengumuman ini disaksikan langsung oleh empat penguji nasional LUKW UPN “Veteran” Yogyakarta: Susilastuti Dwi Nugraha Jati, Esti Susilarti, Mahmud Marhaba, dan Agung Prabowo.
Dari internal KJK, tampak hadir jajaran elit pengurus seperti Sekjen Amril Agin, Wasekjen Qori Ul Fitra, serta duet maut Ketua dan Sekretaris Panitia, Ambok Akok dan Mohammad Rakhmat.