Penanganan Banjir Batam 2025: 33,15 Hektare Tuntas, 167 Titik Jadi Tanggung Jawab Pemko & BP Batam

Batam — Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mempercepat penanganan banjir di sejumlah kawasan. Upaya itu diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur drainase, peningkatan kapasitas saluran, hingga pemeliharaan dan normalisasi saluran air.

Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra. Tujuannya satu: mengurangi risiko genangan dan menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

Sepanjang 2025, Pemko Batam mencatat realisasi penanganan banjir seluas 33,15 hektare. Capaian itu setara 33,4 persen dari target 99,22 hektare dalam Rencana Strategis (Renstra) Kota Batam 2025–2030.

Bagi Amsakar, penanganan banjir bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia menyebut persoalan ini berkaitan langsung dengan kenyamanan warga.

“Penanganan banjir menjadi salah satu program prioritas utama kami karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kenyamanan masyarakat. Karena itu, pembangunan dan peningkatan infrastruktur drainase terus kita lakukan secara bertahap, dengan memperhatikan titik-titik rawan banjir serta kebutuhan penanganan di setiap wilayah,” ujar Amsakar.

Salah satu fokus penanganan berada di Simpang K-Square. Pada 2025, pembangunan Kolam Retensi 1 telah rampung. Pekerjaan berlanjut ke Kolam Retensi 2 dan 3 yang masih berproses pada 2026. Infrastruktur ini dirancang untuk memperbesar kapasitas sistem drainase sekaligus menekan risiko genangan di kawasan tersebut.

Pemko Batam juga membangun drainase di Jalan S. Parman, kawasan GMP Piayu, Jalan R. Suprapto di sekitar Perumahan Sawang Permai, serta kawasan Makam Pahlawan dan RS Graha Hermine. Sementara untuk kawasan Bengkong, penanganan menyeluruh baru direncanakan pada tahun anggaran 2027.

Berbagi tanggung jawab di 167 titik

Penanganan banjir tidak hanya mengandalkan program pemerintah kota. Sinergi dengan BP Batam menjadi kunci. Berdasarkan rekapitulasi pembagian tanggung jawab per kecamatan, terdapat 167 titik banjir dan genangan di Batam.

ADVERTISEMENT

Dari jumlah itu, 133 titik menjadi tanggung jawab DBMSDA Kota Batam, 33 titik ditangani BP Batam, dan satu titik berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kementerian Pekerjaan Umum.

BP Batam sendiri memiliki sejumlah pekerjaan yang ditangani pada 2026. Mulai dari peningkatan saluran drainase antara Cendana dan KDA di kawasan Sei Beduk, peningkatan drainase di Tanjung Piayu, hingga pembangunan saluran box culvert dalam pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada, dari Landing Point Fly Over hingga Simpang Laluan Madani. Pekerjaan lain juga dilaksanakan atau direncanakan di sejumlah kawasan sesuai kebutuhan dan tahapan penanganan.

Melalui sinergi ini, penanganan banjir diarahkan berdasarkan kondisi lapangan, kewenangan masing-masing instansi, serta ketersediaan anggaran. Langkahnya meliputi pemetaan titik rawan, pembangunan infrastruktur drainase, serta pemeliharaan dan normalisasi saluran.

ADVERTISEMENT

Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu mengurangi risiko genangan, meningkatkan fungsi drainase, dan meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Kota Batam.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article