Warga Galang Curhat ke Wali Kota Batam soal Air Bersih hingga Jalan Antarpulau

Batam — Warga Kecamatan Galang menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam acara silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang, Kamis (29/10/2026).

Aspirasi itu mulai dari pemerataan layanan air bersih, perbaikan infrastruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan warga.

ADVERTISEMENT

Aspirasi tersebut disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin. Pertemuan itu menjadi ruang dialog antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan masyarakat untuk mengevaluasi kebutuhan di lapangan serta membahas pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah hinterland.

Nazaruddin mengapresiasi sejumlah program Pemko Batam yang dinilai telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya kemudahan layanan administrasi kependudukan, seperti pengurusan KTP dan akta kematian, yang kini dapat dilakukan di Kantor Camat Galang tanpa harus menyeberang ke pusat kota.

Ia juga menyambut baik program beasiswa bagi anak-anak setempat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Batam, pelatihan kerja dari Dinas Tenaga Kerja, serta pemberian seragam sekolah gratis.

Meski demikian, Nazaruddin tetap menyampaikan sejumlah aspirasi warga. Soal air bersih, ia berharap jaringan layanan dari Sungai Gong terus diperluas agar menjangkau seluruh permukiman, baik di daratan maupun pulau-pulau. Khusus Embung Newak Waduk di Sembulang yang kerap mengering saat musim kemarau, ia meminta pemerintah memberikan perhatian dan penanganan khusus.

“Kami sangat mengapresiasi layanan air bersih dari Sungai Gong dan berharap jaringannya terus diperluas agar menjangkau seluruh permukiman, baik di daratan maupun pulau-pulau,” ujarnya.

Selain air bersih, warga berharap perbaikan jalan utama dan akses antarkampung maupun antarpulau dapat dipercepat. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Pulau Kinun, Sembulang, dan kawasan pesisir lainnya. Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk mendukung mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi.

Nazaruddin juga berharap pelatihan kerja lebih disesuaikan dengan potensi daerah, seperti pengolahan hasil laut, perikanan, dan pariwisata kuliner. Ia meminta bantuan bagi lanjut usia (lansia) dan pembangunan di kampung yang belum terjangkau, termasuk Kampung Tanjung Melagan dan Kampung Seros, mendapat perhatian lebih.

ADVERTISEMENT

Menanggapi aspirasi tersebut, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan Batam membutuhkan sinergi Pemko Batam, BP Batam, dan masyarakat. Komunikasi terbuka antara pemerintah dan warga, menurutnya, menjadi salah satu kunci agar kebijakan pembangunan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, LPM, hingga RT dan RW, sangat penting agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan secara merata,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Amsakar memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam. Pemko Batam terus menjalankan berbagai program pelayanan publik dan perlindungan sosial, meliputi pemberian insentif bagi RT dan RW, seragam sekolah gratis, perbaikan fasilitas pendidikan, serta perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan.

ADVERTISEMENT

“Pemko Batam terus berkomitmen memberikan perhatian nyata kepada masyarakat. Insentif RT dan RW tetap menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelayanan di tingkat masyarakat. Kami juga memberikan dua stel seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP serta mengalokasikan anggaran sekitar Rp65 miliar untuk perbaikan sekolah, termasuk mengatasi kekurangan ruang kelas,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, sekitar 23.000 pekerja rentan, termasuk penambang pancung, pengemudi ojek, RT dan RW, guru taman pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta tokoh agama, telah mendapatkan perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

Di bidang pendidikan, Pemko Batam juga memberikan beasiswa kepada sejumlah anak Batam untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Politeknik Negeri Batam. Kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan 30 perusahaan diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal, dengan kuota perekrutan yang disebut mencapai 20 persen.

ADVERTISEMENT

Terkait persoalan air bersih di tengah musim kemarau, Amsakar menjelaskan bahwa pemerintah tengah melakukan perbaikan fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) serta menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan bersama pihak terkait. Ia juga mengajak masyarakat melakukan ikhtiar spiritual melalui salat Istiska sebagai bentuk doa memohon hujan.

Menutup arahannya, Amsakar mengingatkan para ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat agar bijak menyikapi informasi di media sosial. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh atau ikut menyebarkan hoaks dan fitnah serta terus menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, sinergi pemerintah dan masyarakat tidak hanya dibutuhkan dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang kondusif di Kota Batam.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article