Batam – BFerry resmi membuka rute feri internasional yang menghubungkan Gold Coast Ferry Terminal (GCFT), Bengkong, Batam, Indonesia, dengan Terminal Feri Internasional Puteri Harbour (PHIFT), Iskandar Puteri, Johor, Malaysia, pada Minggu (1/11).
Rute baru ini memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat dan wisatawan kedua negara sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata Malaysia–Indonesia.
Pimpinan BFerry, Banuri, mengatakan bahwa rute tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas penumpang, tetapi juga membuka peluang kerja sama di sektor pariwisata, perdagangan, jasa, dan bisnis lokal.
“Ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas jaringan bisnis dan mendorong promosi wisata antara Johor dan Batam,” katanya.
Peluncuran rute tersebut dihadiri perwakilan pemerintah dan instansi terkait, agen perjalanan dari Malaysia dan Indonesia, mitra industri, serta awak media.
Melalui layanan baru ini, BFerry menyediakan tiga jadwal keberangkatan setiap hari dari Gold Coast Ferry Terminal menuju Puteri Harbour, yakni pukul 08.00, 14.00, dan 16.00. Sementara itu, keberangkatan dari Puteri Harbour menuju Batam tersedia pada pukul 08.30, 12.00, dan 16.15.
Untuk pemegang paspor Indonesia, tiket rute Gold Coast–Puteri Harbour ditawarkan dengan harga all-in Rp780.000. Adapun tarif untuk penumpang Malaysia sebesar RM145 all-in.
BFerry menyatakan berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, turut menyambut positif pembukaan rute tersebut. Menurutnya, layanan baru ini akan memudahkan wisatawan dari Johor maupun Batam untuk mengunjungi berbagai destinasi unggulan di kedua wilayah.
Ia menilai rute Gold Coast–Puteri Harbour strategis, khususnya bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan barat Batam yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata.
“Bagi penduduk Johor yang ingin ke Batam, rute ini memberikan pilihan perjalanan tambahan. Begitu pula bagi wisatawan dari Batam yang berkunjung ke Johor. Mereka akan lebih mudah menuju destinasi populer seperti Johor Premium Outlets (JPO) dan Legoland,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, transportasi laut masih menjadi salah satu penggerak utama mobilitas wisatawan antara Indonesia dan Malaysia, khususnya antara Johor dan Kepulauan Riau.
Dari 11 konektivitas feri penumpang antara kedua negara, delapan di antaranya beroperasi melalui Johor Bahru. Tiga rute lainnya melayani sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Port Dickson di Negeri Sembilan, dan Melaka.
Selain memperkuat konektivitas laut, Sigit berharap penambahan rute feri ini dapat mendorong pemulihan dan pengembangan konektivitas transportasi udara antara Johor dan sejumlah kota di Indonesia.
Kehadiran rute baru BFerry juga mendukung pengembangan pariwisata Johor, terutama dalam menyambut Tahun Melawat Johor 2026. Peningkatan arus wisatawan diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah, menambah pendapatan, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat.
Layanan Puteri Harbour-Gold Coast Bengkong diharapkan menjadi penghubung baru yang semakin mempererat hubungan Malaysia dan Indonesia. Selain memudahkan perjalanan, rute ini diharapkan memberi manfaat bagi pelaku usaha, pengelola wisata, dan masyarakat di Johor maupun Batam.