Menu

Mode Gelap
ads

Pojok · 19 Nov 2021 13:25 WIB

Akademi Melayu Dermawan, Dampingi UMKM di Kepri dari Hulu hingga Hilir


Mentoring Akademi Melayu Dermawan. Foto: Ist/kepripedia.com Perbesar

Mentoring Akademi Melayu Dermawan. Foto: Ist/kepripedia.com

Di masa kini Usaha mikro UMKM memang tengah menjamur di Indonesia, termasuk di Kepulauan Riau. Namun, tak sedikit pula yang harus terhenti di tengah jalan.

Faktornya banyak, mulai modal, inovasi, bahkan yang paling umum karena faktor pemasaran yang tak maksimal. Akibatnya, banyak pula yang bingung mengatur langkah hingga benar-benar menjadi sebuah unit usaha yang maju.

Dari sana, hadir sebuah lembaga, Akademi Melayu Dermawan (AMD). Berdiri sejak 2019 dan kini telah banyak mendampingi UMKM di Kepulauan Riau khususnya di Kota Batam untuk survive di dunia usaha.

“AMD sebuah lembaga berbadan hukum Yayasan dan ada beberapa perusahaan seperti PT Akademi Melayu Dermawan dimana semuanya disiapkan untuk memfasilitasi segala sesuatu terkait dunia UMKM dari hulu hingga hilir, dari supply chain hingga pemasaran, ungkap founder AMD, Ilyas Karta, kepada kepripedia, Jumat (19/11).

ads

Ia menerangkan, AMD sendiri dimulai dari tahun 2019, namun mulai secara legalitas tercatat sejak tahun 2020. Saat ini, PT Akademi Melayu Dermawan dinakhodai Marlina Ramli selaku direktur.

Tak main-main, sejak berdiri, AMD sudah memiliki 4 angkatan dengan lebih dari 500 UMKM yang ikut dalam program AMD ini.

Bukan pula sekedar memberi pelatihan, hingga saat ini pun sekitar 50% pemilik UMKM yang telah lewat tetap aktif berkomunikasi terkait pengembangan usaha nya, sebab kelas mentoring formal selama 3 bulan.

“Desember ini akan buka angkatan ke 5 target 200 peserta,” beber Ilyas.

ads

Lisa Yulia (kiri) bersama Ilyas Karta (tengah) dan Marlina Ramli (kanan). Foto: Ist/kepripedia.com

Lebih jauh ia menjelaskan, AMD secara garis lurus memberikan program mentoring dan pendampingan wirausaha UMKM dari hulu hingga hilir. Artinya, memberikan mentoring dari mulai melangkah hingga menjadi usaha yang mandiri dan sukses.

Setidaknya ada 7 tahapan dalam program ini, yakni pendaftaran, pelatihan, marketing langit dan pendampingan. Kemudian pengurusan izin dan sertifikasi usaha, market dan pemasaran, serta percepatan atau akslerasi.

Selain itu, tehapan terakhir mengenai permodalan untuk kemajuan usaha juga didapat dalam program ini.

“Semua kategori UMKM bisa ikut program kita. Semua bidang, baik kuliner, craft atau kerajinan, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

AMD, lanjut Ilyas, memiliki 3 program. Yakni pertama inspirasi bisnis yang diperuntukkan bagi yang belum memiliki usaha, namun ingin buka usaha.

“Kedua, mentoring kewirausahaan dan ketiga akslerasi usaha,” tutupnya.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Perbakin Batam Gelar Kejuaraan Menembak, Dorong Bangkitkan Wisata

5 Desember 2021 - 19:26 WIB

Bandara dan Pelabuhan di Batam Diperketat Antisipasi Varian Baru COVID-19

4 Desember 2021 - 15:00 WIB

Babinsa Koramil 01/Balai Pererat Silaturahmi Bersama Warga Binaan

3 Desember 2021 - 18:46 WIB

Satgas COVID-19 Batam Ingatkan Warga Tak Lengah Protokol Kesehatan

3 Desember 2021 - 13:51 WIB

Kodim 0315/Bintan melalui Koramil 04/Dabo, Bantu Tenaga Kesehatan Cek Kesehatan Warga

2 Desember 2021 - 12:45 WIB

Antisipasi Penularan COVID-19, Babinsa Koramil 01/Balai Awasi Proses Pengunjung Pasar

29 November 2021 - 15:07 WIB

Trending di Pojok