Warta ยท 4 Nov 2021 16:57 WIB

Ansar Klaim Pinjaman Rp 180 M ke PT SMI Sudah Disetujui Dewan


Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Foto: Dok Humas Pemprov Kepri Perbesar

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Foto: Dok Humas Pemprov Kepri

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan pinjaman alternatif sebesar Rp 180 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sudah memperoleh persetujuan DPRD Kepri.

Menurutnya, pinjaman yang masuk dalam APBD Kepri 2022 itu akan digunakan untuk melakukan pembangunan sejumlah proyek strategis di wilayahnya.

“Kita tidak meminjam ke pihak swasta, karena PT SMI ini ialah BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan, jadi tak ada masalah,” ujarnya, Kamis (4/11).

Ia menjelaskan, pada tahun 2022 nanti sejumlah rencana pembangunan sudah disiapkan. Salah satunya, dengan melakukan pembenahan sarana dan prasarana infrastruktur di Kota Tanjungpinang agar ke depan lebih cantik dan elegan, sehingga memiliki daya tarik orang-orang luar buat datang kemari.

ads

“Harus kita benahi betul-betul, biar Tanjungpinang ini makin dikenal luas. Masa ibu kota provinsi tertinggal dari kabupaten/kota lain, seperti Batam dan Bintan,” ujar Ansar.

Adapun pembenahan yang dilakukan di Kota Gurindam ini yakni, penataan jalan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) dan pembangunan jembatan layang di jalan simpang mal Ramayana yang diprediksi menelan anggaran Rp60 miliar.

Kemudian, penataan kawasan pusat Pemerintah Provinsi Kepri di Pulau Dompak untuk dijadikan sebagai objek wisata.

Selanjutnya, revitalisasi objek wisata bersejarah Pulau Penyengat mulai tahun 2022 dengan anggaran sebesar Rp25 miliar.

ads

“Itu untuk penataan kawasan kumuh dan 500 unit rumah SWRO atau sambungan air bersih,” ungkapnya.

Mantan Bupati Bintan 2 periode ini memastikan akan mengontrol ketat pembangunan infrastruktur di Tanjungpinang dengan melibatkan semua elemen masyarakat supaya realisasinya bagus dan sesuai yang diharapkan bersama.

Selam ini, lanjut Ansar, orang luar daerah masih banyak yang mengira bahwa Kota Tanjungpinang adalah Kota Pangkal Pinang. Padahal, kedua daerah tersebut sudah jelas-jelas berbeda. Tanjungpinang merupakan ibu kota Provinsi Kepri. Sedang Pangkal Pinang merupakan ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Orang Jakarta, tahunya Kepri itu Batam dan Bintan. Sangat sedikit yang mengenal Tanjungpinang, justru dikiranya Pangkal Pinang,” kata Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Kamis.

Oleh karena itu, Ansar kini sedang berupaya keras menghapus citra Tanjungpinang adalah Pangkal Pinang.

Selain di Tanjungpinang, Ansar menyatakan pembangunan infrastruktur juga dipusatkan di Kabupaten Karimun, yaitu berupa perpanjangan landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) hingga 2.200 X 45 Meter dengan total anggaran sekitar Rp30 miliar yang bersumber dari APBN.

Dengan begitu, maka pesawat-pesawat berukuran besar bisa mendarat di bandara tersebut, sehingga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Karimun.

“Kalau pesawat besar sulit mendarat di Karimun, bagaimana investor mau berinvestasi di sini. Perpanjangan landasan pacu bandara itu jadi salah satu bentuk menarik para investor,” ujar Ansar.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Kata Wakil Wali Kota Batam Soal UMK Batam 2022 yang Didemo Buruh

7 Desember 2021 - 17:55 WIB

Cerita Buruh di Batam Tuntut Kenaikan UMK 2022

7 Desember 2021 - 16:56 WIB

Demo Buruh di Batam 6 Desember 2021

Jelang Nataru, Pasar Murah di Tanjungpinang Dilaksanakan 9-10 Desember 2021

7 Desember 2021 - 16:44 WIB

Satbinmas Polres Karimun Temui Para Kepala Sekolah soal Peniadaan Libur Nataru

7 Desember 2021 - 16:03 WIB

Antisipasi Lonjakan COVID-19, Pemko Batam Pastikan Libur Sekolah Ditunda

7 Desember 2021 - 15:44 WIB

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad

Pemko Batam Larang Pesta Kembang Api Saat Perayaan Malam Tahun Baru

7 Desember 2021 - 15:13 WIB

Trending di Warta