Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 30 Okt 2021 11:42 WIB

Apindo Batam Minta Pemerintah Kaji Ulang Syarat PCR untuk Penumpang Pesawat di Luar Jawa-Bali


Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Ketua Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam menilai, kebijakan pemerintah yang mengatur penggunaan PCR sebagai syarat wajib dari Kepri ke pulau Jawa-Bali membebani masyarakat.

Meski harga tes PCR telah diturunkan menjadi Rp 300 ribu, namun di tengah kondisi serba sulit ini harga tersebut masih mahal jika dibandingkan dengan harga tes antigen.

“Kita menyambut baik penurunan harga PCR, namun kita minta syarat terbang tak usah pakai PCR di wilayah luar pulau Jawa-Bali. Bahkan jika perlu hapus semua,” ujar Ketua Apindo Kota Batam Rafki Rasyid, kepada kepripedia, Kamis (29/10).

Menurutnya, penuruan harga PCR memang agak meringankan beban masyarakat ketika akan melakukan perjalanan. Sementara sisi lain syarat PCR itu juga dinilai menghambat gairah pariwisata.

ads

“Saya kira pemerintah masih menahan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata walaupun COVID-19 sudah melandai,” ujar dia.

Rafki menilai pemerintah menahan mobilitas masyarakat karena berkaca pada kasus-kasus naik tajam beberapa waktu lalu. Karena itu lah lantas pergerakan orang bepergian dibatasi, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kendati demikian, pemerataan kewajiban tes PCR yang dikeluarkan pemerintah ini dapat berlaku untuk orang yang berpergian ke pulau Jawa-Bali. Sementara di luar pulau Jawa-Bali seharusnya tidak ada lagi tes PCR.

“Ini akan berdampak ke sektor pariwisata dengan harga yang hampir sama dengan harga tiket. Bahkan juga ditambah minim laboratorium yang disediakan di daerah membuat gerak orang kian terbatas,” ucap dia.

ads

Hematnya, sudah saatnya pemerintah memberikan alternatif tes antigen untuk pelaku perjalanan dalam negeri dengan moda transportasi udara ini.

Menurutnya hasil tes antigen tersebut juga akurat, apalagi hanya untuk kebutuhan screening. Ia menilai sudah saatnya pemerintah mulai melepas rem dan menginjak gas dikala kasus COVID-19 mulai melandai.

Agar proses pemulihan ekonomi kembali pulih pasca COVID-19 dapat dilakukan lebih cepat dengan tracing dan testing yang dilakukan pemerintah saat ini juga sudah cukup baik. Sehingga alarm peringatan dini lebih akurat dalam memperingatkan adanya bahaya kenaikan penularan kasus COVID-19.

“Jadi ketika alarm bahaya mulai berbunyi barulah pengetatan aktivitas dan perjalanan dilakukan. Bukan seperti sekarang menginjak rem di kala kasus COVID-19 mulai melandai,” ucapnya.

Ketua Apindo Kepri itu juga mengingat, bahwa bulan Agustus hingga September silam kasus COVID-19 kian ganas di tanah air. Namun untuk syarat terbang tetap gunakan tes antigen saja. Padahal saat itu kasus penularan masih relatif tinggi dibandingkan sekarang.

“Faktanya kasus COVID-19 terus menurun sampai sekarang walaupun antigen diperbolehkan untuk naik pesawat. Maka seharusnya bisa ditarik kesimpulan bahwa tes antigen cukup ampuh dalam mendeteksi penularan COVID-19,” pungkas dia.



ads
Baca Lainnya

KPPAD Harap Lingga Jadi Kota Layak Anak Tingkat Madya

27 November 2021 - 16:34 WIB

KPPAD: Januari-November 2021 Ada 12 Kasus Kekerasan Anak di Lingga

27 November 2021 - 16:08 WIB

Gubernur Kepri Sampaikan Persoalan Biaya Penanganan PMI ke BNPB

26 November 2021 - 21:29 WIB

Menteri KKP Kunker ke Kepri, Sosialisasi Industri Perikanan Mandiri

26 November 2021 - 21:09 WIB

Kodim 0317/TBK Bantu Fasilitasi Bedah Gadis di Karimun yang Tertelan Jarum Pentol

26 November 2021 - 17:57 WIB

Truk Pengangkut Pakan Ternak Terbalik di Pendakian Bukit Daeng Batam

26 November 2021 - 16:47 WIB

Trending di Warta