Menu

Mode Gelap
 

Nasional · 1 Jul 2021 22:44 WIB ·

Asimilasi di Rumah bagi Narapidana dan Anak Diperpanjang


 Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga. Foto: dok: Kemenkumham Perbesar

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga. Foto: dok: Kemenkumham

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) perpanjang kebijakan pemberian hak Asimilasi di rumah bagi narapidana dan Anak. Hal itu tertuang dalam peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 24 Tahun 2021 sebagai perubahan atas Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020.

Dalam tuangan syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat (PB) cuti menjelang bebas (CMB) dan cuti bersyarat (CB) bagi narapidana anak dalam rangka pencegahan virus corona.

“Perpanjangan asimilasi tersebut sifatnya mendesak karena ancaman potensi COVID-19 di Tanah Air kian signifikan,” ungkap Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga, melalui pesan tertulis diterima kepripedia, Kamis (1/7).

“Perubahan aturan ini harus segera dilakukan sebagai penanganan lanjutan dalam upaya mencegah semaksimal mungkin potensi penyebaran COVID-19 di Rutan, Lapas,” lanjutnya.

ads

Ia mengungkapkan perubahan Permenkumham tersebut tidak hanya berkaitan dengan perpanjangan Asimilasi di rumah, namun juga terkait dengan perubahan rujukan regulasi terbaru dan perluasan jangkauan penerima hak integrasi dan asimilasi di rumah.

Adapun perubahan dilakukan pada Pasal 11 ayat (3) huruf d terkait narapidana penerima Asimilasi dan Pasal 45 terkait perluasan jangkauan penerima Asimilasi, PB, CMB, dan CB bagi narapidana Anak yang semula berlaku pada narapidana yang 2/3 masa pidananya dan Anak yang setengah masa pidananya sampai dengan 30 Juni 2021, kini diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2021.

“Nantinya akan semakin banyak yang melaksanakan hak asimilasi dan integrasinya di rumah, tentunya dengan pengawasan dari Pembimbing Kemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan. Kami juga berharap masyarakat mau berperan serta mengawasi dan mendukung pelaksanaan asimilasi di rumah. Dan kami akan terus melakukan upaya pencegahan, penanggulangan dan penanganan penanganan penyebaran COVID-19 di dalam dengan lebih optimal,” terang Reynhard.

Sebelumnya, di awal pandemi COVID-19 Kemenkumham telah mengeluarkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 yang berhasil mengeluarkan 55.929 narapidana dan 1.415 Anak penerima hak integrasi dan 69.006 narapidana dan Anak penerima hak Asimilasi di rumah.

ads

Sementara itu, pasca dikeluarkannya Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 sebanyak 16.387 narapidana dan 309 Anak menerima hak Integrasi serta 21.096 narapidana dan Anak menjalankan Asimilasi di rumah.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Penulis:

Editor: Hasrullah


Baca Lainnya

Kabar Baik! Arab Saudi Buka Pintu Warga Indonesia Pergi Umrah

9 Oktober 2021 - 20:32 WIB

Sah! Pemerintah Batal Terapkan PPN Sembako dan Pendidikan

8 Oktober 2021 - 07:29 WIB

Kementerian ESDM: Ada 2.741 Titik Pertambangan Ilegal di Indonesia

28 September 2021 - 07:38 WIB

Pesta Pernikahan Skala Besar dan Konser Mulai Diperbolehkan

27 September 2021 - 22:09 WIB

Menaker Targetkan Bantuan Tenaga Kerja Mikro untuk 100 Ribu UMKM di Tahun 2021

26 Agustus 2021 - 13:54 WIB

Eks Menteri Sosial, Juliari Batubara, Divonis 12 Tahun Penjara

23 Agustus 2021 - 22:03 WIB

Trending di Nasional