Menu

Mode Gelap

Warta · 17 Okt 2022 09:05 WIB

Asosiasi Pengguna Akhir Handak Komersial di Karimun Sepakat Antisipasi Penggunaan Handak Ilegal


					Silaturahmi dalam rangka merefresh aturan penggunaan bahan peledak komersial pada sektor tambang yang digelar di Hotel Maximilian, Senin (17/10). Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Silaturahmi dalam rangka merefresh aturan penggunaan bahan peledak komersial pada sektor tambang yang digelar di Hotel Maximilian, Senin (17/10). Foto: Khairul S/kepripedia.com

Asosiasi pengguna akhir bahan peledak komersial di Kabupaten Karimun, provinsi Kepulauan Riau berkomitmen untuk mengantisipasi adanya penggunaan bahan peledak komersil illegal.

Hal tersebut menjadi materi utama yang dikemukakan pada kegiatan Silaturahmi dalam rangka merefresh aturan penggunaan bahan peledak komersial pada sektor tambang yang digelar di Hotel Maximilian, Senin (17/10).

ADVERTISEMENT

Silaturahmi dengan peserta para Kepala Teknik Tambang (KTT) dan Kepala Gudang perusahaan tambang di Karimun itu turut menghadirkan narasumber dari Baintelkam Polri, yakni Kasubdit 2 Ditkamneg, Kombes Pol Dr. H Kasmen, ME.

Menurut dia, kasus selundupan handak di Kepri khususnya Karimun cukup tinggi. Dalam rentan waktu tahun 2009 hingga 2018, tercatat sebanyak 11 kasus penyelundupan handak masuk ke wilayah Kepri.

“Beberapa periode yang lalu, di Kepri ini banyak penyelundupan bahan peledak jenis Amonium Nitrat. Di mana kejadian ini berulang, sampai 11 kali,” ujar Kombes Pol Kasmen.

Kasus selundupan ini diindikasikan untuk peledakan pada aktivitas tangkap ikan secara ilegal (ilegal fishing) dibeberapa wilayah di Indonesia. Serta juga dikhawatirkan pada penggunaan bahan peledak oleh tambang-tambang ilegal.

“Maka dalam hal ini semua teman-teman yang ada di tambang ini bisa membantu mencegah bahan peledak ilegal masuk ke Indonesia. Apalagi jelang pelaksanaan KTT G20 di Bali mendatang,” terangnya.

Ia juga menekankan, hal yang berkaitan dengan perizinan, pengamanan, pengawasan dan pengendalian bahan peledak telah tertuang dalam Perkap Nomor 17 Tahun 2017.

“Termasuk juga untuk produsen dan importir itu diawasi langsung oleh unsur kepolisian. Ini juga tertuang di dalam Peraturan Kapolri itu,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, kata dia, pihaknya sangat memerlukan adanya informasi dari unsur pengguna Handak komersial di Karimun terhadap adanya upaya memasukan Handak ke Indonesia melalui cara dan jalur yang tidak resmi.

“Jadi apakah itu motifnya ekonomi, jika diluar bahan itu mudah didapat, dibeli secara ilegal kemudian dimasukan ilegal juga informasi ini yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Sementara Ketua Asosiasi Pengguna Akhir Handak Komersial Karimun, Refli, mengungkapkan jika saat ini penggunaan bahan peledak komersial di sektor tambang cukup terbilang aman dan sesuai dengan regulasi pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Selama ini Karimun dalam kondisi relatif aman. Tentu seterusnya ini selalu kita jaga, dan kami dari asosiasi siap menjaga, mengamankan bahan peledak yang ada di Karimun,” kata dia.

Namun, lanjut Refli, pihaknya juga akan berkomitmen untuk berperan aktif dalam mengantisipasi adanya penggunaan bahan peledak secara tidak resmi, agar terhindar dari adanya upaya-upaya tindak kejahatan yang bahkan bisa mengancam keamanan negara.

“Tentu dengan kegiatan ini bisa menciptakan rasa aman, melalui ilmu-ilmu yang disampaikan dalam kegiatan silaturahmi ini,” tutupnya.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Syiar MTQH ke-X Tahun 2024 Kota Batam, PWI Kepri Goes ke Karimun

18 Mei 2024 - 15:41 WIB

IMG 20240518 WA0016 11zon

Target Penerimaan Pajak Sepeda Motor di Tanjungpinang Rp 52,5 Miliar

18 Mei 2024 - 12:27 WIB

IMG 20231009 WA0010 11zon

Lapas Tanjungpinang Kelebihan Kapasitas

18 Mei 2024 - 11:35 WIB

Ilustrasi tahanan.

Bupati Karimun Salurkan 170 Paket Sembako ke Korban Puting Beliung

16 Mei 2024 - 18:36 WIB

IMG 20240516 WA0052 11zon

BPBD: Warga Terdampak Puting Beliung di Karimun Total 170 KK, 658 Jiwa

16 Mei 2024 - 18:14 WIB

IMG 20240516 WA0050 11zon

Bupati Rafiq Gerakan Ormas Galang Dana untuk Korban Bencana Puting Beliung

16 Mei 2024 - 13:30 WIB

Point Blur May162024 132659 11zon
Trending di Warta