Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 22 Nov 2021 17:20 WIB

Aunur Rafiq: APBD Kabupaten Karimun 2022 Diprediksi Defisit Rp 35 Miliar


Ilustrasi anggaran. Foto: Kumparan
Perbesar

Ilustrasi anggaran. Foto: Kumparan

Bupati Karimun, Aunur Rafiq, menyampaikan pidato pengantar Nota Keuangan dan Rancangan APBD Kabupaten Karimun tahun anggaran 2022 dalam sidang Paripurna DPRD Karimun, Senin (22/11).

Dalam pidatonya itu, Rafiq memaparkan jika APBD Karimun tahun 2022 diprediksi akan mengalami defisit sebesar Rp 35.412.200.350.

“Dari struktur pendapatan dan belanja, ada selisih defisit sebesar Rp 35.412.200.350,” ucap Aunur Rafiq.

Meski begitu, kata dia, defisit itu kemungkinan dapat ditutupi dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau SILPA tahun 2021 yang diperkirakan sebesar Rp 35.412.200.350.

ads

Sedangkan, pendapatan daerah Karimun tahun anggaran 2022 diproyeksikan sebesar Rp 1.209.953.044.500.

Berdasarkan target pendapatan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Pendapatan Anggaran Sementara atau KUA-PPAS tahun anggaran 2022, jumlah itu naik sebesar 0,83 persen.

Angka tersebut bila dibandingkan dengan target pendapatan yang tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Pendapatan Anggaran Sementara atau KUA-PPAS tahun anggaran 2022 yang telah disampaikan beberapa waktu lalu ke DPRD Karimun sebesar Rp 1.199.953.044.500.

Selanjutnya, belanja daerah tahun anggaran 2022, dari hasil pembahasan KUA-PPAS, disepakati belanja daerah tahun anggaran 2022 diproyeksikan sebesar Rp 1.245.365.244.850.

ads

Sebagai pembanding, proyeksi belanja pada rancangan KUA-PPAS tahun anggaran 2022 yaitu sebesar Rp 1.235.365.244.850, maka terjadi penurunan proyeksi belanja sebesar 0,81 persen.

Disampaikan Rafiq, prioritas pembangunan Kabupaten Karimun tahun anggaran 2022 antara lain pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM dan penguatan ketahanan pangan.

Peningkatan kualitas SDM melalui penguatan kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan.

Ketiga, percepatan infrastruktur yang berkeadilan dan terakhir atau keempat yaitu perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia juga memaparkan arah kebijakan belanja daerah tahun anggaran 2022 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belanja wajib mengikat, belanja prioritas serta belanja pendukung lainnya dengan arah kebijakan sebagai berikut:

  • Mengupayakan atau membelanjakan sumber daya daerah yang lebih efisien, efektif, dan optimal dalam rangka mencapai tujuan pembangunan Kabupaten Karimun.
  • Penganggaran belanja operasi dan belanja modal diprioritaskan untuk menunjang pelayanan dasar masyarakat.
  • Belanja dalam rangka penyelenggaraan urusan wajib diarahkan untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan dalam upaya memenuhi kewajiban daerah.
  • Mengefisienkan pengeluaran belanja yang bersifat umum dalam kegiatan pada masing-masing perangkat daerah.
  • Melakukan analisis mengenai kesesuaian program dan kegiatan dengan tugas dan fungsi perangkat daerah dengan pertimbangan manfaat yang akan didapatkan bagi masyarakat.



ads
Baca Lainnya

KPPAD Harap Lingga Jadi Kota Layak Anak Tingkat Madya

27 November 2021 - 16:34 WIB

KPPAD: Januari-November 2021 Ada 12 Kasus Kekerasan Anak di Lingga

27 November 2021 - 16:08 WIB

Gubernur Kepri Sampaikan Persoalan Biaya Penanganan PMI ke BNPB

26 November 2021 - 21:29 WIB

Menteri KKP Kunker ke Kepri, Sosialisasi Industri Perikanan Mandiri

26 November 2021 - 21:09 WIB

Kodim 0317/TBK Bantu Fasilitasi Bedah Gadis di Karimun yang Tertelan Jarum Pentol

26 November 2021 - 17:57 WIB

Truk Pengangkut Pakan Ternak Terbalik di Pendakian Bukit Daeng Batam

26 November 2021 - 16:47 WIB

Trending di Warta