kepripedia
Home / Netizen / Bagaimana Pendidikan Olahraga Selama Pandemi COVID-19

Bagaimana Pendidikan Olahraga Selama Pandemi COVID-19

Ilustrasi. Foto: dok. pexels/Andrea Piacquadio

Akhir tahun 2019 dunia menghadapi musibah dengan kemunculan COVID-19 yang tidak membutuhkan waktu lama bagi virus ini merubah level penyebaran penyakit dari endemi menjadi pandemi.

Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Tanda dan gelaja umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada bidang ekonomi, sosial, wirausaha, serta pada bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan untuk pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dari rumah (Pujilestari, 2020).

Ditinjau dari proses mata pelajaran yang diajarkan di sekolah pada masa pandemi, dapat dikategorikan dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok mata pelajaran yang didominasi oleh teori dan sedikit praktik, sementara kelompok kedua didominasi oleh praktik dengan sedikit teori.

ads

Kedua kelompok ini sangat berbeda dalam penerapan pembelajaran online. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) merupakan disiplin ilmu yang masuk pada kategori kedua, dengan dominasi praktik pada aktivitas fisik.

Hakikat pembelajaran PJOK yang syarat dengan gerakan fisik, pembelajarannya dilakukan di ruang terbuka atau di lapangan. Pembelajaran secara daring terpaksa mengubah sistem tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh daring akibat Pendemi COVID-19 yang melanda Indonesia di tengah keterbatasan infrastruktur yang ada.

Hal ini menyebabkan pembelajaran yang dilakukan menjadi kurang efisien, peserta didik lebih sulit memahami materi yang diberikan guru, kurangnya interaksi antara guru dan siswa membuat mereka susah memahami materi yang diberikan, siswa lebih susah menanyakan materi yang belum paham dan kurangnya konsentrasi siswa jika dilakukan pembelajaran secara daring (Mastuti,2020).

Terlebih lagi jika guru yang bersangkutan tidak memiliki keterampilan dalam mengembangkan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan situasi saat ini. Hal ini tentu akan memperburuk masalah yang terjadi. Salah satu yang dapat terjadi adalah rasa bosan dikarenakan penggunaan model pembelajaran yang belum tepat. Rasa bosan tersebut dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar (Nopiyanto & Raibowo, 2020).

ads

Dengan berbagai keterbatasan pada akses internet, dan kemampuan operasional pada fitur-fitur online, pendidikan jasmani dengan sendirinya menemui berbagai hambatan dan kendala di masa pandemi COVID-19.

Untuk mendapatkan efektifitas pembelajaran yang baik saat ini memang memerlukan kerjasama dari segala pihak mulai dari pemerintah yang memikirkan fasilitas pembelajaran rakyatnya, guru harus memutar otak untuk menghasilkan variasi pembelajaran online yang menarik tidak monoton agar siswa tertarik dan tidak bosan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh. Orang tua yang senantiasa mendampingi si anak dalam melakukan proses pembelajaran dan siswa itu sendiri lebih semangat belajar meskipun terdapat banyak keterbatasan.

Dalam menjawab tantangan ini, perlu kiranya kita kembali memahami bahwa cakupan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan itu sangat luas, memungkinkan PJOK dapat dilakukan di mana saja. Artinya tidak terbatas baik tempat maupun sarana prasarana yang memadai.

Siapa saja bisa ikut terlibat berperan serta memberikan Pendidikan Jasmani. Hal ini harus betul-betul menjadi tugas bagi seluruh pemerhati Pendidikan Jasmani dan terutama bagi guru Pendidikan Jasmani untuk bekerja sama mensosialisasikan dan mengupayakan jalan keluar dari tantangan di masa pandemi yang kita hadapi demi keberhasilan program Pendidikan Jasmani, dan yang pastinya agar siswa tetap sehat dan bugar.


Artikel ini ditulis oleh Hasanul Fitrah Alba, M.Pd (Dosen Pendidikan Kepelatihan Olahraga, UMIKA Bekasi | Founder Zona Raga Bandung)



Penulis: Netizen

Editor: Khairul Siregar

BERI KOMENTAR