Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Apr 2023 18:20 WIB

Baintelkam Polri Sosialisasikan Bahaya Penjualan Bahan Peledak Secara Bebas


					Personel Ditintelkam Mabes Polri melakukan sosialisasi bahaya bahan peledak. Foto: Istimewa Perbesar

Personel Ditintelkam Mabes Polri melakukan sosialisasi bahaya bahan peledak. Foto: Istimewa

Direktorat Keamanan Negara Baintelkam Mabes Polri menelusuri peredaran bahan peledak yang biasa digunakan untuk membuat petasan.

Upaya antisipasi ini bahkan dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada para penjual yang menjajakan bahan peledak melalui online shop agar tidak menjual bahan berbahaya itu secara bebas.

ADVERTISEMENT

Kanit 2.2 Ditkamneg Baintelkam Polri, AKBP Billy Hidiario mengatakan bahwa pihaknya melakukan penyuluhan dan imbauan bahaya mengenai bahan-bahan untuk pembuat petasan atau mercon.

“Kita melakukan pendekatan pada penjual bahan untuk membuat petasan, kembang api dan juga bahan peledak. Kita imbau agar tidak menjual lagi bahan berbahaya tersebut karena dapat membuat kerugian ditengah masyarakat jika disalahgunakan,” kata Billy.

Menurutnya, tidak sedikit kasus akibat bahan peledak yang dikemas dalam bentuk petasan atau mercon karena dijual secara luas. Tentu saja hal ini cukup membahayakan bagi masyarakat.

Bahkan, insiden tersebut membuat korban luka-luka, dan lebih parahnya lagi merenggut nyawa manusia.

“Banyak kasus-kasus yang sudah terjadi, ada 17 kasus petasan atau mercon yang meledak membuat korban luka bahkan korban jiwa sejak Februari-April 2023,” ucapnya.

Untuk itu, salah satu pedagang yang diberikan imbauan dan sosialisasi oleh kepolisian adalah penjual di online shop.

Sujono warga Indramayu, yang juga diketahui memiliki beberapa keahlian dalam merakit dan juga membuat alat-alat dengan bahan pembuat peledak.

ADVERTISEMENT

Setelah mendapat imbauan, Sujono membuat pernyataan sikap untuk tidak memperdagangkan bahan-bahan berbahaya tersebut.

Dimana, pertama, Sujono mendukung kebijakan pemerintah dan polri dalam menjaga situasi Kamtibmas menjelang pemilu tahun 2024.

Kedua, menyatakan sikap mencegah peredaran petasan dan kembang api pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

ADVERTISEMENT

“Terakhir, saya mengecam segala bentuk penyalahgunaan petasan dan kembang api untuk kejahatan,” tutupnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Mulai Siapkan Diri, Ini Bocoran Jadwal Penerimaan CPNS 2024

7 Mei 2024 - 12:58 WIB

64fe8285acaaa

Pasca Sidang Sengketa di MK, KPU Tetapkan Prabowo-Gibran Pemenang Pilpres 2024

24 April 2024 - 17:07 WIB

Ketua KPU dan Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka

Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H Jatuh Pada 10 April 2024

8 April 2024 - 22:51 WIB

PP Muhammadiyah Umumkan Idul Fitri 1445 H jatuh 10 April

Rancangan PP, Anggota TNI/Polri Bisa Isi Jabatan ASN

13 Maret 2024 - 20:50 WIB

Menpan RB Anwar Anas

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1445 H Jatuh Pada 12 Maret 2024

10 Maret 2024 - 19:48 WIB

Ilustrasi ramadhan 1445 H

Edaran Menag untuk Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri: Aturan Soal Speaker hingga Khutbah

10 Maret 2024 - 18:59 WIB

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas
Trending di Nasional