Menu

Mode Gelap

Warta · 7 Jul 2021 02:03 WIB ·

Bandar Udara Hang Nadim Sepi, Dampak PPKM Diberlakukan di Batam


 General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni mengatakan, penurunan jumlah penumpang penerbangan terjadi cukup signifikan jika dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Benny mengaku, hal itu dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat, yang diterapkan di Jawa-Bali yang mulai berlaku pada Sabtu 3 hingga 20 Juli 2021 mendatang.

“Bisa kita lihat, sekarang kondisi di Bandara Hang Nadim sepi. Data terakhir kami terima, rata-ratanya tinggal 2.000 penumpang untuk keberangkatan,” jelas Benny saat diwawancara wartawan di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (6/7).

Kata dia, jika dibandingkan dengan hari biasa untuk jumlah penumpang di terminal keberangkatan bisa mencapai 3.000 sampai 4.000 orang tiap harinya.

ads

“Nah, dengan adanya PPKM yang begitu ketat mulai dari ada sertifikat vaksin serta tes PCR sehingga membuat penerbangan sepi,” ujarnya yang mengaku sejumlah maskapai batal berangkat karena sepinya para calon penumpang. Bahkan, ekarang dengan sepinya penumpang Benny menjelaskan hanya 4 penerbangan yang berangkat dari Kota Batam.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Penulis:

Editor: Yoan S N


Baca Lainnya

Penjelasan Bandara Hang Nadim Batam Soal Syarat Penerbangan Terbaru

21 Oktober 2021 - 20:02 WIB

Unjuk Rasa ke Kantor DPRD Batam, Pengungsi Afghanistan Kembali Minta Mediasi ke UNHCR

21 Oktober 2021 - 19:44 WIB

Kios-kios di Sepanjang Jalan Batu Besar Nongsa Ditertibkan

21 Oktober 2021 - 17:55 WIB

Beredar Video Kecelakaan Kepala Putus di Batam, Polisi: Itu Hoaks

21 Oktober 2021 - 14:20 WIB

Persatuan Sihinodola Nias Batam Laporkan Akun Facebook Condrat Sinaga

20 Oktober 2021 - 20:35 WIB

Pemprov Kepri Siapkan Anggaran Rp 3 Miliar untuk Juru Dakwah di Pulau Terpencil

20 Oktober 2021 - 19:56 WIB

Trending di Warta