Menu

Mode Gelap

Advertorial · 15 Mar 2023 22:38 WIB

Bank bjb Hormati Proses Hukum Perkara Dugaan Kredit Fiktif di Cabang Semarang


					Pelayanan bank bjb. Foto: bank bjb Perbesar

Pelayanan bank bjb. Foto: bank bjb

Manajemen bank bjb menanggapi pemberitaan Kantor Berita Antara yang dipublikasikan di laman Antaranews pada Jumat 3 Maret 2023, yang berpotensi menimbulkan pandangan yang keliru dari masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan perbankan di bank bjb.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, menegaskan segenap insan Perseroan telah berupaya melakukan dan melaksanakan semua kegiatan atau proses bisnis sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

ADVERTISEMENT

“Prinsip Good Corporate Governance (GCG) sebagai pedoman etika tata kelola yang mengatur mekanisme pelaporan atas dugaan penyimpangan adalah jiwa utama bank bjb dalam setiap pelaksanaan usahanya,” kata Widi.

“bank bjb juga senantiasa melibatkan institusi pengawas eksternal untuk praktik bisnis Perseroan di segala lini produk dan jasa layanan keuangan agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Widi menambahkan.

Lebih lanjut Widi menjelaskan, kronologi terjadinya kasus dugaan kredit fiktif di bank bjb Cabang Semarang dilakukan oleh pengurus PT. Seruni Prima Perkasa berinisial AH, BW, dan DPW. Ketiga terdakwa saat ini ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Untuk diketahui PT. Seruni Prima Perkasa merupakan salah satu debitur bank bjb Cabang Semarang yang memperoleh fasilitas kredit dengan plafond sebesar Rp 17,8 miliar untuk pembiayaan modal kerja dalam proyek pekerjaan dari PT TJB Power Service dan PT Komipo Pembangkit Jawa Bali (pengelola PLTU Tanjung Jati B).

AH, BW, dan DPW sebagai Pengurus PT Seruni Prima Perkasa diduga mengajukan penarikan fasilitas kredit di bank bjb Cabang Semarang dengan memberikan dokumen palsu berupa lampiran copy Purchase Order (PO) fiktif.

“MD selaku pihak procurement leader PT. TJB Power Service juga diduga memiliki keterkaitan dengan pihak PT Seruni Prima Perkasa, khususnya terkait konfirmasi dan verifikasi yang telah dilakukan pegawai bank bjb Cabang Semarang atas Purchase Order (PO) dimaksud,” jelas Widi.

Berdasarkan hal tersebut, maka pada Oktober 2022, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah telah menetapkan AH, DPW, dan MD sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas kredit dari bank bjb Cabang Semarang kepada PT Seruni Prima Perkasa.

ADVERTISEMENT

Sebagai negara hukum, Widi menegaskan, bank bjb pun senantiasa selalu patuh dan menaati hukum yang berlaku di Indonesia, baik yang berkaitan dengan perusahaan maupun nasabah. Karena itu, bank bjb akan bertindak tegas secara internal maupun eksternal saat terjadi pelanggaran hukum hingga ada putusan pengadilan.

Sehubungan dengan penanganan perkara dugaan kredit fiktif Widi memastikan tidak mengganggu kegiatan pelayananan operasional bank bjb Cabang Semarang untuk selalu tetap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Gabung dan ikuti kami di :

Konten ini merupakan Advertorial Bank bjb

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Hati-hati Hoaks Makin Banyak Pasca Pencoblosan, Teliti Sebelum Bagikan

14 Februari 2024 - 20:26 WIB

Pengamat hingga Politisi Puji Kinerja Cen Sui Lan Wakili Rakyat Kepri di Senayan

1 Februari 2024 - 12:26 WIB

Cen Sui Lan saat kunker reses ke Kabupaten Kepulauan Anambas

Gubernur Ansar Ajak Warga Kepri Konsumsi Beras Secukupnya: Kita Harus Berhemat Pangan

18 Desember 2023 - 11:23 WIB

Gubernur Ansar Panen Padi Rutan Tanjungpinang

Hyundai Tawarkan Pilihan Kendaraan Impian Jelang Akhir Tahun

15 Desember 2023 - 15:17 WIB

Hyundai CRETA

Rampung Bulan Ini, Gubernur Ansar Tunaikan Janji soal Bantuan Rumah Suku Laut di Lingga

14 Desember 2023 - 15:57 WIB

Pemprov Kepri bangun rumah warga suku laut Lingga

Alokasi DIPA dan TKD Kepri Sebesar Rp17,14 Triliun Diserahkan Gubernur Ansar Secara Digital

14 Desember 2023 - 09:35 WIB

Penyerahan DIPA Anggaran 2024 Lingkup Provinsi Kepri bertempat di Aula Wan Seri Beni