Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 20 Mar 2023 20:25 WIB

Bantah Isu Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif, Begini Penjelasan Ketua DPRD Batam


					Ketua dan Wakil Ketua DPRD Batam klarifikasi soal isu perjalanan dinas fiktif. Foto: Istimewa Perbesar

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Batam klarifikasi soal isu perjalanan dinas fiktif. Foto: Istimewa

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, membantah kabar adanya dugaan perjalanan dinas fiktif di tubuh DPRD Batam pada periode Januari-Mei 2016 lalu.

“Saya tegaskan disini, bahwa perjalanan dinas yang ditengari (diiusukan) fiktif itu tidak benar. Mengingat, yang kami lakukan sepanjang tahun 2016 itu resmi, sah dan tidak fiktif,” tegas Nuryanto bersama Wakil Ketua Ahmad Surya dan Muhammad Yunus dalam jumpa pers di ruangannya kepada awak media pada Senin (20/3).

ADVERTISEMENT

Cak Nur, panggilan akrabnya, menyebutkan bahwa tidak ada maksud menyudutkan pihak-pihak tertentu. Namun, ia hanya meluruskan informasi yang beredar.

“Sekali lagi, yang saya tahu dan saya pahami bahwa perjalanan dinas kita resmi. Namun ada kekurangan pada pembayaran dari Sekretariat Dewan (Sekwan) ke pihak travel,” kata dia.

Baca: Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif di DPRD Batam, Polisi Periksa Belasan Orang

Ia mengaku setiap tahun Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) melakukan audit. Jika ada ditemukan kerugian negara maka akan dilakukan perbaikan secara administratif ataupun pengembalian.

Namun yang menjadi permasalahan, kata dia, yakni kekurangan pembayaran dari dana perjalanan dinas anggota DPRD Batam ke pihak travel.

“Selama perjalanan dinas ini pun, kami (para anggota dewan,) hanya menerima uang makan dan uang representatif. Sementara untuk uang tiket pesawat dan uang untuk hotel atau penginapan, sudah dipesankan langsung oleh pihak Sekretariat DPRD Batam melalui pihak ketiga (travel agen),” terang dia.

Ia pun mengaku tidak mengetahui letak kerugian negara hingga akhirnya diperiksa tim BPK dan didampingi pihak kepolisian. Ia mengaku selaku warga negara yang baik, pihaknya tetap mengikuti prosedur yang ada.

ADVERTISEMENT

“Kami tidak tahu letak dimana kerugian negara. Yang kami tahu, ada kekurangan pembayaran dari Sekretariat Dewan ke travel. Dan saya yakinkan sekali lagi, perjalanan dinas kita ini jelas dan tidak fiktif,” pungkasnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Desak Kepastian Hukum Kasus Halimah, Tim 15 Kembali Datangi Denpom Batam

13 Juni 2024 - 14:13 WIB

IMG 20240613 WA0010 11zon

2 Pelaku Penyelewangan BBM Subsidi di Batam Diamankan Polisi, Begini Modusnya

13 Juni 2024 - 10:25 WIB

Barang bukti penyelewengan BBM Subsidi yang diamankan Ditreskrimsus Polda Kepri

Pria di Batam Culik dan Cabuli Gadis 14 Tahun

11 Juni 2024 - 12:48 WIB

IMG 20240611 WA0012 11zon

Pemuda 24 Tahun di Karimun Ditangkap Usai Gondol Besi Penutup Selokan

10 Juni 2024 - 13:30 WIB

IMG 20240610 WA0005 11zon

Dugaan Kasus Pemalsuan Surat Tanah, Hasan Terancam 8 Tahun Penjara

10 Juni 2024 - 09:16 WIB

Kadiskominfo Kepri Hasan

Diperiksa Belasan Jam, Hasan Resmi Ditahan di Mapolres Bintan

8 Juni 2024 - 10:37 WIB

IMG 20240608 WA0008
Trending di Hukum Kriminal