Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 21 Jul 2022 12:33 WIB ·

Bea Cukai Gagalkan Kiriman Paket 257 Gram Sabu dari Batam Tujuan NTB


 Paket sabu tujuan Lombok Barat yang berhasil digagalkan Bea Cukai Batam. Foto: Istimewa Perbesar

Paket sabu tujuan Lombok Barat yang berhasil digagalkan Bea Cukai Batam. Foto: Istimewa

ADVERTISEMENT
advertisement

Penyelundupan narkotika jenis sabu  seberat 257,8 gram dengan modus paket kiriman kembali berhasil digagalkan oleh Bea Cukai Batam.

Paket yang dikemas dengan bungkus klip bening di dalam tas tersebut memiliki alamat tujuan Lombok Barat , Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Modus lama, pelaku mengirim sabu dengan skema paket kiriman. Barang kita tegah saat berada di Tempat Penimbunan Sementara (TPS),” ujar Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Undani, Rabu (20/7). 

Dari banyaknya temuan penyelundupan narkotika ini, kata dia, Bea Cukai Batam kemudian membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang terdiri dari  Direktorat Interdiksi Narkotika Kantor Pusat Bea Cukai, Bea Cukai Batam, Kantor WIlayah Bea Cukai Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, Bea Cukai Mataram dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB.

ADVERTISEMENT
advertisement

Selain itu, BC Batam turut melakukan serah terima barang hasil penindakan ke BNNP Nusa Tenggara Barat pada Jumat (1/7). 

“Setelah itu, Satgas khusus yang dibentuk untuk menangani kasus penyelundupan narkotika ini melakukan koordinasi dan briefing rencana control delivery,” ujarnya. 

ADVERTISEMENT

Pada Senin (4/7), tim berhasil menemukan lokasi penerima paket narkoba tersebut yang berada di Lombok Barat, NTB.

“Setelah memastikannya, Satgas khusus lalu mengamankan penerima paket terebut,” ungkapnya. 

Dari pelaku berinisial UJ (30) itu turut diamankan barang bukti yakni dua bungkus narkotika jenis sabu-sabu, satu timbangan digital, dan dua pipa sedotan (pipet) kaca.

ADVERTISEMENT

“Kemudian dibawa ke kantor BNNP Nusa Tenggara Barat untuk proses lebih lanjut,” kata dia.

Dalam kasus inu, pelaku penyelundupan narkotika dapat dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1).

Sementara ancaman hukuman yakni pidana mati/penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10 miliar. 

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 18 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

ADVERTISEMENT
advertisement
advertisement
Baca Lainnya

Marak Penipuan Modus Anak Masuk RS di Batam, Ini Kata Polisi

5 Agustus 2022 - 20:35 WIB

Respons Kadisdik Soal Oknum Guru SD Cabuli Belasan Siswa di Kundur

4 Agustus 2022 - 10:44 WIB

Oknum Guru SD di Kundur Karimun Lakukan Pelecehan 11 Siswa Laki-laki

3 Agustus 2022 - 16:51 WIB

Pemilik Toko Dara Akhirnya Jadi Tersangka

2 Agustus 2022 - 20:28 WIB

Seorang Pria di Batam Tertangkap saat Congkel Mesin ATM

29 Juli 2022 - 17:45 WIB

Ketum HIPMI Mardani Maming Resmi Ditahan KPK, Penyuap Meninggal

29 Juli 2022 - 08:22 WIB

Trending di Hukum Kriminal
advertisement