Menu

Mode Gelap
ads

Hukum Kriminal · 11 Okt 2021 17:54 WIB

Begini Kronologi Pengamen di Batam yang Tewas Dikeroyok


Begini Kronologi Pengamen di Batam yang Tewas Dikeroyok Perbesar

Seorang pemuda 19 tahun di Batam ditemukan tewas di belakang halte Putri Tujuh, Batu Aji, Sabtu (9/10) kemarin.

Korban bernama lengkap Andrew Kristian Pranata Sirait ini diketahui merupakan seorang pengamen. Ia ditemukan tewas dalam kondisi penuh luka dan mengeluarkan darah dari hidung.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Reza Mondy Tarigan, mengungkapkan dari keterangan saksi dan informasi di lapangan, pemuda yang dikenal dengan sapaan Andri ini diduga merupakan korban pengeroyokan yang terjadi sekira pukul 02.00 WIB.

“Korban saat ditemukan warga dalam kondisi sekarat dan luka-luka hingga akhirnya meninggal dunia, meski sempat di larikan ke rumah sakit (RSUD Embung Fatimah),” kata Kompol Reza dalam jumpa pers di Polresta Barelang, Senin (11/10).

ads

Dia mengatakan, tak berapa lama kemudian, sekitar 6 jam menyusuri informasi, pihaknya berhasil meringkus 5 terduga pelaku di wilayah Batu Aji. 3 di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Dirincikannya, kelima pelaku tersebut yakni berinisial MJS (19), IW (19) RAG (17) GN (17) dan MY (11).

“Jadi total pelaku ada 8 orang, 5 sudah diamankan dan 3 masih DPO. Peran mereka sama, memukul korban dan menendang hingga tak berdaya,” ujar dia.

Terkait motif dibalik kejadian tersebut, kata Reza, dugaan dari pemeriksaan sementara karena dipengaruhi minuman alkohol karena sebelum insiden nahas itu, mereka sempat mengkonsumsi tuak bersama-sama.

ads

Namun, suasana menjadi panas karena mereka saling ejek. Salah satunya karena korban menyebut salah satu pelaku suka ngelem.

“Tak terima dengan bahasa tersebut pelaku langsung melakukan pengeroyokan yang berujung korban meninggal dunia,” ucap dia.

Sementara itu, menurut keterangan salah satu pelaku ke awak media, ia dan rekan-rekannya mengaku nekat melakukan pengeroyokan karena tersinggung dengan ucapan korban tersebut.

Bahkan usai dikeroyok dan melakukan penganiayaan ke korban, para pelaku juga memangkas rambut korban. Alasannya karena dendam korban pernah memangkas rambut salah satu pelaku.

“Makanya salah satu dari kami ambil gunting dan pangkas rambut gimbal dia,” kata pelaku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara.



ads
Baca Lainnya

Kasus KDRT Pasutri di Batam Berujung Damai Berkat Restorative Justice

26 November 2021 - 21:48 WIB

Sudah 7 Kali Beraksi, Pelaku Hipnotis di Bintan Akhirnya Tertangkap

26 November 2021 - 16:31 WIB

Ilustrasi hipnotis

Pelajar di Batam Ditangkap, Akibat Penyelundupan PMI Ilegal

26 November 2021 - 13:45 WIB

2 Puskesmas di Bintan Terindikasi Korupsi Dana Insentif COVID-19

25 November 2021 - 15:13 WIB

Ilustrasi korupsi

Ketahuan Simpan Sabu dalam Dubur, Pria Ini Ditangkap di Bandara Hang Nadim

24 November 2021 - 17:05 WIB

Pelaku inisial A dan barang bukti yang diamankan.

3 Pelaku Pencurian Motor di Sagulung Batam Diringkus Polisi

24 November 2021 - 11:57 WIB

Trending di Hukum Kriminal