Menu

Mode Gelap

Hukum Kriminal · 8 Jul 2022 18:00 WIB

Begini Modus Pengiriman PMI Ilegal dari Bintan ke Malaysia


					Pengungkapan kasus pengiriman PMI ilegal dari Bintan ke Malaysia. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Pengungkapan kasus pengiriman PMI ilegal dari Bintan ke Malaysia. Foto: Ismail/kepripedia.com

Polres Bintan mengungkapkan modus 7 pelaku pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dari Bintan yang berhasil digagalkan beberapa waktu lalu.

Dalam pengembangan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), para pelaku diketahui berusaha mengelabui petugas dengan cara berpura-pura memancing di antara perairan Bintan dan Malaysia.

ADVERTISEMENT

Hal ini diungkapkan Kapolres Bintan AKBP Tidar Wulung Dahono. Di mana disebutkannya, para pelaku menggunakan boat pancung dan juga dilengkapi sejumlah alat pancing ikan.

“Berkedok memancing untuk mengelabui petugas. Sehingga mereka bisa mengantarkan PMI itu sebanyak 4 trip,” ungkapnya.

Baca: 3 dari 7 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal di Bintan Merupakan Ayah dan Anak

Lebih jauh dijelaskan, para pelaku menetapkan biaya per orang PMI dari Lombok sekitar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta untuk sampai ke Malaysia.

Ditaksir total keuntungan yang bisa diperoleh para pelaku dari aksi ini mencapai Rp 400-an juta.

“Jadi yang diberangkatkan ada 32 PMI, maka para tersangka mendapatkan cuan berkisar Rp 300-Rp 400 juta,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pelaku, tindak pidana perdagangan orang ini baru mulai dijalankan sejak Juni 2022 lalu. Meski tergolong baru, para pelaku sudah mengirimkan PMI secara ilegal ini 4 trip.

Di mana, sekali jalan sekitar 8 orang PMI yang dapat diberangkatkan ke Malaysia dengan menggunakan boat pancung mesin tempel 40 PK.

ADVERTISEMENT

Baca: 7 Pelaku Penyelundupan PMI Ilegal dari Bintan ke Malaysia Ditangkap Polisi

Mengenai 32 PMI yang telah diberangkat, lanjut AKBP Tidar, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kedubes Indonesia di Malaysia.

“Kita koordinasikan ke Malaysia untuk keberadaan PMI yang sudah diberangkatkan,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, ketujuh pelaku dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 69 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP. Mereka terancam hukjman kurungan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 15 miliar.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kasus Tewasnya Halimah: Pratu Fatria Saragih Tak Dijerat Pasal Pembunuhan

24 Mei 2024 - 15:29 WIB

IMG 20240524 WA0004 11zon

Upaya Kuasa Hukum Keluarga Halimah Akan Berlanjut hingga ke Panglima TNI dan KSAD

24 Mei 2024 - 13:52 WIB

IMG 20240524 WA0003 11zon

83 Narapidana di Kepri Terima Remisi Waisak

24 Mei 2024 - 10:40 WIB

Ilustrasi tahanan kabur

Diduga ODGJ, Pengamen Badut Lecehkan Pengendara Wanita di Lampu Merah

23 Mei 2024 - 09:17 WIB

IMG 20240522 WA0029

Pentingnya UU Fidusia, Perlindungan Hukum Bagi Penyedia dan Pengguna Jasa

20 Mei 2024 - 13:33 WIB

IMG 20240520 WA0030 11zon

Pria Paruh Baya di Tanjungpinang Ditemukan Tewas dalam Ruko

18 Mei 2024 - 11:12 WIB

IMG 20240517 WA0054 11zon
Trending di Hukum Kriminal