Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 24 Mei 2022 13:14 WIB ·

Berkunjung ke BP Batam, Civil Service College Singapura Puji Kemajuan Batam


 Civil Service College Singapore berkunjung ke BP Batam. Foto: Dok BP Batam Perbesar

Civil Service College Singapore berkunjung ke BP Batam. Foto: Dok BP Batam

Civil Service College Singapore melakukan kunjungan kerja ke BP Batam, Rabu (18/5) lalu.

Rombongan Civil Service College Singapore yang berjumlah 30 orang ini dipimpin oleh Consul General of the Republic of Singapore in Batam, Mark Low disambut langsung Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto didampingi Anggota Bidang Pengusahaan BP Batam, Wan Darussalam; Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait.

Civil Service College sendiri merupakan perguruan tinggi untuk pegawai pemerintah di Singapura dan merupakan dewan hukum di bawah Divisi Layanan Publik, Kantor Perdana Menteri, Pemerintah Singapura.

Dalam pertemuan di Ruang Presentasi, Gedung Marketing Centre BP Batam ini, Consul General of the Republic of Singapore in Batam, Mark Low menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja tersebut tidak lain untuk mempererat hubungan baik antara Batam dengan Singapura.

ADVERTISEMENT
advertisement

Mark Low mengaku senang karena dapat hadir melakukan kunjungan ke BP Batam setelah dua tahun penutupan perbatasan dikarenakan pandemi COVID-19.

“Banyak sekali yang ingin kita ketahui tentang perkembangan Batam, kami juga melihat projek pengembangan Batam sangat pesat, mulai dari proyek pengembangan Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Batu Ampar serta Infrastruktur lainnya yang dibangun oleh BP Batam,” ujarnya

ADVERTISEMENT

Ia pun menyampaikan keinginan untuk dapat berkolaborasi dan bertukar pikiran bersama BP Batam dalam peningkatan ekonomi serta menjalin hubungan baik antara Batam dan Singapura.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengusahaan Batam, Purwiyanto, menyebutkan bahwa kunjungan rombongan CSC Singapura ini merupakan suatu kehormatan bagi Batam.

Ia pun menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam mengalami peningkatan pada masa pandemi. Bahkan capaiannya melebihi ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

“Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2021 sebesar 4,75 persen yang dinilai luar biasa di masa pandemi. Saat ini mampu mengungguli pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,69 persen. Hal ini tidak mudah, namun berkat kerja keras seluruh pemangku kepentingan di Batam, pertumbuhan ekonomi yang positif ini dapat terwujud,” kata Purwiyanto.

Ia juga menyampaikan, industrialisasi juga membantu percepatan ekspansi ekonomi. Di mana saat ini Batam telah memiliki 30 kawasan industri dan terkenal dengan lokasinya yang strategis di jalur pelayaran internasional di Selat Malaka, 20 kilometer dari Singapura, serta berstatus sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Kawasan Ekonomi Khusus, menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan yang unik sebagai tujuan investasi di Indonesia.

Dari sisi investasi, lanjutnya, pada tahun 2021 Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar US$ 504 juta dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 7,5 triliun, dengan Singapura memimpin investasi tersebut. Sektor industri manufaktur, dengan nilai investasi 268 Juta US$.

ADVERTISEMENT

Disampaikan pula, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam ini, nilai ekspor tahun 2021 sebesar US$ 11,8 miliar, sedangkan nilai impornya sebesar US$ 10,8 miliar.

“BP Batam memiliki beberapa infrastruktur pendukung untuk memperlancar kegiatan bisnis dan investasi di Batam, seperti pengembangan Bandara Hang Nadim, Rencana Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) antara BP Batam dan Konsorsium Incheon International Airport Corporation (IIAC), PT. Angkasa Pura I, dan PT. Wijaya Karya sekarang digunakan untuk mengembangkan bandara internasional di Batam,” jelas Purwiyanto.

Ia menambahkan, Kepala Badan Pengusahan (BP) Batam, Muhammad Rudi, pada bulan April yang lalu sudah bertemu dan bertatap muka dengan dua Menteri Singapura.

ADVERTISEMENT

Saat pertemuan bersama Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura, Dr. Tan See Long, yang menjadi perhatian yakni menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sekupang, progress pembangunan yang dilakukan secara masif, dan capaian positif ekonomi Batam selama pandemi.

Sedangkan pertemuan dengan Menteri Kedua Luar Negeri, Dr. Mohammad Maliki Bin Osman, membahas penguatan kondisi Batam dengan terkendalinya pendemi COVID-19, yang dibarengi meroketnya capaian ekonomi Batam dan progres pembangunan yang merata.

Keduanya meyakini, bahwa terbukanya pintu Singapura – Batam bagi wisatawan dan perjalanan bisnis, akan membuka peluang seluasnya bagi geliat ekonomi kedua wilayah.

Purwiyanto juga menambahkan, BP Batam didukung penuh oleh Peraturan Pemerintah Pusat untuk menarik investasi guna mempermudah penanaman modal, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah 41 Tahun 2021 bahwa semua peraturan dan kebijakan yang telah ada di Pemerintah Pusat selama kurang lebih 69 izin telah sepenuhnya dialihkan ke BP Batam, diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses perizinan.

Dalam pertemuan itu, Purwiyanti juga menyampaikan bahwa BP Batam yang bergerak di bisnis jasa investasi dan kini menggunakan teknologi Online Single Submission (OSS) untuk mempercepat pengurusan dokumen perizinan. Selain OSS, Batam memiliki Pusat Layanan Umum dimana semua pihak yang terlibat dalam penerbitan izin dapat ditemukan di satu lokasi.

ADVERTISEMENT
advertisement

“Semoga Batam dan Singapura dapat terus mempererat kerjasama, khususnya di bidang bisnis dan ekonomi serta para pegawai negeri sipil muda yang hadir dalam pertemuan ini dapat mempelajari tentang kemajuan Batam dan dapat menjadi referensi kedepannya,” harap Purwiyanto.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 46 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


Tetap terhubung dengan kami:

Baca Lainnya

Telkom Dukung Akselerasi Digital Sektor Peternakan dengan Platform Antares

1 Desember 2022 - 23:16 WIB

Bank Indonesia Beberkan Langkah untuk Dongkrak Ekonomi Kepri

1 Desember 2022 - 15:12 WIB

UMP Kepri 2023 Naik 7,51 Persen, Jadi Rp 3.279.194

28 November 2022 - 21:14 WIB

DPRD Sahkan APBD Lingga 2023 Rp 946,6 Miliar, PAD Rp 66 Miliar

24 November 2022 - 11:14 WIB

AMSI Bentuk Agency Iklan IDiA, Pastikan Konten Sehat dan Bisnisnya Sehat

23 November 2022 - 19:49 WIB

Lingga Punya Lahan Pertanian Baru di Singkep Barat Seluas 86 Hektare

23 November 2022 - 08:42 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement