Menu

Mode Gelap

Sosial Budaya · 23 Jul 2023 11:26 WIB

Betandak Dangkong 2023: Merawat Eksistensi Seni Tari Khas Kepulauan Riau


					Sepasang penari melakukan gerakan kesenian tari Dangkong dalam even Betandak Dangkong 2023. Foto: Khairul S/kepripedia.com Perbesar

Sepasang penari melakukan gerakan kesenian tari Dangkong dalam even Betandak Dangkong 2023. Foto: Khairul S/kepripedia.com

Puluhan penari menampilkan berbagai gerakan tarian dalam even Betandak Dangkong 2023 yang berlangsung di lapangan Awang Noor, Kecamatan Meral, Karimun, Sabtu (22/7) malam.

Even tersebut turut menghadirkan para pelaku seni Tari Dangkong dari negeri Singapura serta beberapa daerah di provinsi Riau.

ADVERTISEMENT

Para penari tampak mengekspresikan secara verbal berbagai gerakan tari yang memuat unsur dan nilai pergaulan sosial dan dikemas dalam tema dan konsep kolosal yang bervariasi.

Produser Betandak Dangkong 2023, Sinta Trilia Rossa, mengatakan even tersebut digelar berangkat dari keresahan kelompok seni tari terhadap eksistensi Dangkong sebagai salah satu kesenian sejarah yang dimiliki masyarakat melayu.

“Kita ingin eksistensi Dangkong ini tetap terjaga. Di mana tajuknya dibuat dengan kemasan baru dengan tema pesta rakyat,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Sinta, meski beberapa daerah lain di Kepri berupaya menjaga keberlangsungan seni Dangkong, namun untuk di Kabupaten Karimun terbilang minim.

“Mak masa ini lah kita mengangkat kembali. Apalagi kita punya maestro Dangkong,” jelasnya.

Dangkong adalah seni tarian tradisional di melayu pesisir yang telah menjadi warisan budaya dan memiliki sejarah panjang.

Kesenian ini populer pada masa kolonial Portugis berlayar ke Nusantara melalui Selat Malaka. Joget ini masih terus terawat dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

ADVERTISEMENT

Bahkan menurut Dosen Etnomusikologi Institut Seni Indonesia-Surakarta, Rizki Habibullah, Dangkong telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Pemerintah.

“Semua kesenian daerah, termasuk Dangkong sudah ada payung hukumnya. Undang-Undang kemajuan budaya Nomor 5 tahun 2017,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Betandak Dangkong lahir dari ide komunitas kesenian secara organik yakni Angsana Dance dan didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

ADVERTISEMENT

“Bahwa secara ekosistem Dangkong ini sudah bertumbuh antara komunitas masyarakat dan ada support dari Pemerintah. Sehingga membantu suatu ketahanan budaya,” tutupnya.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Ratusan Kader PKK Bakal Ikuti Jambore Ke-8 Tingkat Kota Tanjungpinang

18 April 2024 - 16:18 WIB

IMG 20240418 WA0016 11zon

Sekda Karimun Ajak Masyarakat Peduli Terhadap Masalah di Lingkungan Sosial

22 Maret 2024 - 10:45 WIB

IMG 20240322 WA0002

Pemda Bintan Mulai Salurkan BLT Lansia ke 5.068 Lansia se-Kabupaten Bintan

19 Maret 2024 - 15:09 WIB

Penyerahan sertifikat tanah gratis ke warga busung

Festival Lampu Colok di Karimun Kembali Digelar Ramadhan Tahun Ini, Total Hadiah Ratusan Juta

15 Maret 2024 - 13:28 WIB

Lampu Colok di Karimun

Semarak Idul Fitri di Penyengat Tetap Dilaksanakan Tahun Ini

14 Maret 2024 - 11:33 WIB

IMG 20240314 WA0003

Bupati Rafiq Safari Ramadhan 1445 H Perdana di Masjid Agung Karimun

11 Maret 2024 - 21:39 WIB

IMG 20240311 WA0040 11zon
Trending di Sosial Budaya