Menu

Mode Gelap
ads

Ekonomi Bisnis · 4 Nov 2021 17:56 WIB

Bintan Gencarkan Pengembangan Ekowisata Berkelanjutan untuk Desa Wisata


Sosialisasi dampak pengembangan ekowisata berkelanjutan di BIntan. Foto: Milyawati/kepripedia.com Perbesar

Sosialisasi dampak pengembangan ekowisata berkelanjutan di BIntan. Foto: Milyawati/kepripedia.com

Pengembangan pariwisata Bintan yang kian terbangun, butuh keberlanjutan yang mengintegrasikan antara ekologi, sosial dan ekonomi. Bintan juga mulai membangun ekowisata yang dianggap perlu pengembangan ekowisata berkelanjutan.

Dalam hal itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Kajian Pariwisata Universitas Brawijaya, mengadakan kegiatan sosialisasi dampak pengembangan ekowisata berkelanjutan.

Dengan mengangkat tema pengembangan ecolodges mangrove berkelanjutan melalui Community Based Tourism (CBT) di Ekang Mangrove Park, Desa Wisata Ekang, Kabupaten Bintan. Mengundang 32 Pokdarwis Desa Wisata di Bintan. Kamis, (4/11).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, Wan Rudy Iskandar mengatakan ekowisata selain memberi manfaat bagi masyarakat lokal, juga memberikan kontribusi secara langsung bagi kegiatan konservasi.

ads

Wan Rudy menganggap pengelolaannya dikerjakan secara terpadu memerlukan tahap-tahap yang harus dilewati. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi yang harus bisa mengintegrasikan semua kepentingan stakeholders.

Ekang Mangrove Park Bintan. Foto: Milyawati

Strategi pendekatan untuk pariwisata berkelanjutan ini disarankan mulai dari skala kecil, manajemen lokal. Serta memberikan keuntungan kepada masyarakat banyak. Salah satunya, dengan cara melakukan sosialisasi tentang ekowisata ke semua stakeholders

“Bintan punya potensi wisata yang luar biasa. Termasuk desa wisata, ada desa wisata kelong, agro wisata dengan desa wisata sawah Poyotomo dan juga untuk edu wisata di madu kelulut bee farm sri bintan, juga kampung teripang,”

ads

“Saya rasa kesemua itu perlu pengembangan ekowisata berkelanjutan, agar desa wisata dapat tumbuh perekonomiannya. Dalam artian multiplier effect ekonomi untuk masyarakat pedesaan yang makin baik ke depan.” Jelas Wan Rudy.

Wan Rudy menambahkan Eco-lodge di Ekang Mangrove Park, Desa Wisata Ekang ini dapat menjadi percontohan penginapan yang ramah lingkungan di Bintan. Yang mana lebih menekankan pada alam sekitar dengan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Rancangan pembangunan dibuat dari bahan yang tidak merusak atau merubah lingkungan setempat. Bertempat di daerah yang masih terjaga kealamiannya dan memiliki potensi ekologi yang tinggi. Serta masih banyak menyimpan program konservasi yang kuat.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Baca Lainnya

Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,3 Persen Tahun Ini

25 November 2021 - 18:10 WIB

Rencana Pemprov Kepri Membangun Industri Perikanan Tanpa Pinggirkan Nelayan

23 November 2021 - 19:37 WIB

Kala Harga Sembako Lebih Dulu Naik Saat UMK Belum Ada Kepastian

18 November 2021 - 09:29 WIB

UMK Karimun 2022 Naik 0,38 Persen, Jadi Rp 3.348.765

17 November 2021 - 14:02 WIB

BI Ajak Pemda Gunakan Transaksi Digital

16 November 2021 - 22:14 WIB

UMP 4 Provinsi Ini Tidak Naik Tahun 2022

15 November 2021 - 21:56 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis