Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 24 Sep 2021 10:49 WIB

BOR Tinggi dan Tracing Kurang Maksimal Jadi Alasan Kepri Masih PPKM Level 3


Ilustrasi varian COVID-19. Foto: AFP Perbesar

Ilustrasi varian COVID-19. Foto: AFP

Meskipun grafik COVID-19 di Kepulauan Riau saat ini sudah melandai. Namun, pemerintah pusat tetap masih menetapkan Kepri dengan status PPKM level 3.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengungkapkan walau masih dalam status level 3, tapi saat ini pihaknya sudah mengarah ke level 2 dan 1. Namun demikian, untuk mengarah pada hal tersebut harus ada dua item yang harus diperbaiki. Yakni, tracing atau penelusuran yang menyeluruh dan menurunkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR).

“Kedua item ini memang harus diperbaiki, agar Kepri kedepan bisa turun level,” ungkapnya, Kamis (23/9).

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah pusat masih belum yakin dengan positivity rate Kepri pada angka 0,92 persen. Karena, upaya tracing saat ini masih belum berjalan maksimal. Sesuai dengan aturan pusat, tracing harus dilakukan dengan perbandingan 1 : 15. Sementara di Kepri saat ini masi berada dibawah perbanding tersebut.

ads

Positivity Rate itu belum bisa dipercaya kalau tracing belum maksimal. Jadi angka positivity rate kita belum bisa meyakinkan pusat. Makanya, kita minta juga bantuan TNI/Polri sebagai garda terdepan men-tracing. Karena tracing itu tidak hanya difokuskan pada kontak erat pasien positif saja, tapi bisa diluar itu,” terang Ansar.

Kemudian berkaitan dengan BOR yang saat ini tergolong tinggi pada angka 7,14 persen. Dikatakannya, hal itu disebabkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dikarantina di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. Oleh karena itu, ia meminta data terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster PMI tersebut dipisahkan dari kasus di Kepri. Karena, penanganan kasusnya langsung ditangani oleh pemerintah pusat di RSKI Galang.

“Karena, kita tidak menangani kasus PMI ini. Makanya, kalau datanya dimasukkan ke Kepri membuat tingkat kasus kita juga meninggi,” kata Ansar.

Untuk diketahui, berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, per tanggal 22 September 2021 ada penambahan sebanyak 44 kasus terkonfirmasi positif. Sementara, kasus sembuh bertambah 36 kasus.

ads

Dengan demikian, kasus yang masih aktif saat ini sebanyak 374 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara kumulatif sebanyak 1.736 orang.

Sementara berdasarkan peta risiko per daerah, seluruh kabupaten/kota berstatus zona kuning atau rendah penyebaran COVID-19.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Baca Lainnya

Kejari Batam Lirik Penggunaan Dana Insentif COVID-19

28 November 2021 - 08:46 WIB

PT Timah dan BKSDA Lepasliarkan Burung Elang hingga Perkutut di Batam

28 November 2021 - 08:24 WIB

Makam di Sei Temiang Terancam Ditimpa, Ahli Waris Diminta Regitrasi Ulang

28 November 2021 - 07:17 WIB

Speed Boat Bermuatan 7 Ton Sayur Terbakar di Perairan Batam

28 November 2021 - 06:58 WIB

KPPAD Harap Lingga Jadi Kota Layak Anak Tingkat Madya

27 November 2021 - 16:34 WIB

KPPAD: Januari-November 2021 Ada 12 Kasus Kekerasan Anak di Lingga

27 November 2021 - 16:08 WIB

Trending di Warta