Menu

Mode Gelap

Nasional · 14 Jan 2022 15:07 WIB ·

BPOM Terbitkan Izin Darurat Molnupiravir Sebagai Obat COVID-19: Tidak untuk Wanita Hamil dan Subur


 Obat Molnupiravir. Foto: IGJ Perbesar

Obat Molnupiravir. Foto: IGJ

BPOM melalui keterangan resminya telah menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) atau penggunaan darurat Obat Molnupiravir untuk pasien COVID-19.

Disebutkan bahwa obat Molnupiravir yang disetujui berupa kapsul 200 mg yang didaftarkan oleh PT. Amarox Pharma Global dan diproduksi Hetero Labs Ltd., India.

Melalui keterangan itu, dijelaskan jika Molnupiravir diindikasikan untuk pengobatan infeksi COVID-19 ringan sampai sedang pada pasien dewasa (usia 18 tahun ke atas) yang tidak memerlukan pemberian oksigen.

Sedangkan peningkatan risiko menjadi infeksi COVID-19 berat, yang diberikan dua kali sehari sebanyak 4 kapsul (@200 mg) selama 5 (lima) hari.

ADVERTISEMENT

“Setelah melalui evaluasi terhadap data-data hasil uji klinik bersama dengan Tim Ahli Komite Nasional Penilai Obat serta asosiasi klinisi untuk persetujuan EUA ini, Badan POM bersama Kementerian Kesehatan juga akan terus memantau keamanan penggunaan Molnupiravir di Indonesia,” ucap Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, Jumat (14/1).

Penny menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasi dari aspek keamanan, pemberian Molnupiravir relatif aman dan memberikan efek samping yang dapat ditoleransi.

Menurut penjelasannya, efek samping yang paling sering dilaporkan adalah mual, sakit kepala, mengantuk, nyeri abdomen, dan nyeri orofaring.

Meski begitu, Molnupiravir dilarang diberikan kepada pasien yang sedang dalam keadaan hamil, atau wanita subur yang sedang tidak hamil.

ADVERTISEMENT

“Hasil uji nonklinik dan uji klinik, Molnupiravir tidak menyebabkan gangguan fungsi hati. Namun demikian, Molnupiravir tidak boleh digunakan pada wanita hamil dan untuk wanita usia subur yang tidak hamil harus menggunakan kontrasepsi selama pemberian Molnupiravir,” lanjutnya.

Sementara terkait aspek efikasi, hasil uji klinik fase 3 menunjukkan Molnupiravir dapat menurunkan risiko hospitalisasi (risiko dirawat di rumah sakit ) atau kematian sebesar 30% pada pasien COVID-19 derajat ringan hingga sedang dan 24,9% pada pasien COVID-19 ringan.

Sementara ini, untuk mendukung ketersediaan obat COVID-19 di Indonesia, PT. Amarox Pharma Global sedang melakukan persiapan produksi lokal Molnupiravir kapsul melalui teknologi transfer di fasilitas produksi Amarox Cikarang.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 35 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Menteri PUPR Bakal Berikan Keringanan Izin Usaha Konstruksi

23 Januari 2022 - 12:35 WIB

Pemerintah Hapus Status Pegawai Honorer Mulai 2023

20 Januari 2022 - 21:25 WIB

Pesan Menkumham di Hari Bhakti Imigrasi ke-72: Perketat Pengawasan di Pintu Masuk

19 Januari 2022 - 21:54 WIB

Menkumham Yasonna Laoly

Mendag Tetapkan Harga Minyak Goreng Rp 14.000 per Liter

19 Januari 2022 - 13:47 WIB

Lantik DPC Peradi Karimun, Otto Hasibuan Sebut Bakal Bentuk Cabang se-Indonesia

17 Januari 2022 - 17:20 WIB

Heboh NFT, Kemendagri Ingatkan Bahaya Unggah Swafoto KTP Elektronik

17 Januari 2022 - 14:48 WIB

Trending di Nasional