Menu

Mode Gelap

Warta · 25 Sep 2023 09:00 WIB

Buaya Berukuran 3 Meter Serang Nelayan di Tanjungpinang


					Ilustrasi buaya. Foto: Shutterstock Perbesar

Ilustrasi buaya. Foto: Shutterstock

Seorang nelayan di Tanjungpinang menjadi korban keganasan buaya muara, Sabtu (23/9. Beruntung, korban yang diketahui bernama Sugito tersebut berhasi selamat dari terkaman buaya berukuran sekitar 3 meter tersebut.

Ditemui di kediamannya kawasan Kelurahan Sei Jang, Tanjungpinang, Sugito menceritakan peristiwa tersebut terjadi saat dirinya sedang mencari ikan di sungai.

ADVERTISEMENT

Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, saat ia sendiri membereskan jaring bersiap pulang. Tiba-tiba seekor buaya menerkamnya yang berada di atas sampan hingga tercebur ke sungai.

“Kejadiannya sangat cepat. Sadar tidak sadar, saya sudah ada di dasar laut, karena diseret sejauh lebih kurang 10 meter dari sampan,” ujarnya.

Tak sampai disitu, Sugito pun berusaha melepaskan diri dari gigitan buaya ganas tersebut. Hingga, ia bisa berpegang pada satu tiang pancang yang biasa digunakan nelayan untuk menambat [mengikat] sampan.

Namun, buaya itu pun masih menggigit punggung Sugito. Tidak hanya berdiam diri, sugito berupaya melawan dengan menendang tubuh buaya tersebut.

“Saya berpegang kuat dengan tiang. Lalu saya melawan, dengan menendang. Terus buaya langsung melepaskan saya. Saya pun langsung berenang ke sampan dan langsung pulang,” ungkapnya.

Beruntung bagi Sugito, ia berhasil selamat dari terkaman buaya berukuran lebih kurang 3 meter tersebut. Namun, punggungnya mengalami luka akibat gigitan buaya ganas tersebut.

Setelah tiba di rumah, Sugito melihat bahu belakang tubuhnya dipenuhi dengan gigitan buaya. Bahkan, sekujur tubuhnya juga dipenuhi luka yang berasal dari teritip.

ADVERTISEMENT

Ia berharap kepada pemerintah, untuk segera menindaklanjuti dan menangani hewan buas tersebut, agar para nelayan sekitar dapat aman dan nyaman saat mencari ikan. Ditambah lagi, dari kejadian ini ia menilai, bahwa buaya akan menerkam mangsanya bukan hanya di dalam air saja.

“Pastinya akan membuat trauma para nelayan. apalahi buaya mau memangsa kita bukan hanya berada di air, tapi juga di atas sampan pun akan diterkam,” kata Sugito.

Sugito menambahkan, buaya muara memang kerap muncul di sungai tersebut pada malam hari. Sedikitnya ada 30 lebih buaya yang pernah ia temui. Kendati demikian, buaya tersebut sebelumnya tidak ada yang menggu. Sehingga membuat nelayan tidak hati-hati saat mencari ikan.

ADVERTISEMENT

“Ini baru pertama kali terjadi disini. Buaya nya setiap malam memang muncul, tapi tidak mengganggu. Jadi kita nelayan tidak untuk was was,” imbuh Sugito.

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Khairul S



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Kepri Dapat 2 Ekor Sapi Kurban Sumbangan Presiden RI

14 Juni 2024 - 14:50 WIB

Ilustrasi sapi kurban

KPU Kepri Buka Penerimaan 5.906 Pantarlih, Honor Rp 1 Juta

14 Juni 2024 - 14:45 WIB

IMG 20240614 WA0016 11zon

Roby Ingatkan Jangan Ada Pungli Dalam PPDB SD dan SMP di Bintan

12 Juni 2024 - 15:08 WIB

IMG 20240612 WA0018 11zon

Permudah Akses Perizinan, KKP Asistensi Pemanfaatan Ruang Laut di Karimun

12 Juni 2024 - 15:02 WIB

IMG 20240612 WA0012 11zon

Bupati Bintan Sampaikan Ranperda Laporan Pertanggungjawaban APBD 2023

11 Juni 2024 - 12:07 WIB

IMG 20240611 WA0006 11zon

PDAM Tirta Mulia Karimun Perbaikan Pipa, Distribusi Air Bersih Terhenti Sementara

10 Juni 2024 - 14:45 WIB

jq7zzn42z7bsvuycnxpi e1667912657178
Trending di Warta