Menu

Mode Gelap

Event · 24 Sep 2021 12:34 WIB ·

Bulang Cahaya Terbesar di Kepri, Dipastikan Terbang


 proses pembuatan layang-layang Bulang Cahaya terbesar di Kepulauan Riau. f-istimewa Perbesar

proses pembuatan layang-layang Bulang Cahaya terbesar di Kepulauan Riau. f-istimewa

Bulang Cahaya, merupakan nama salah satu layang-layang tradisional masyarakat melayu tempo dulu, kini kembali dihidupkan oleh tangan-tangan terampil demi menyemarakkan pelaksanaan kegiatan Festival Internasional Gunung Bintan (FSIGB) ke-4.

Adalah Rahmat, salah satu atlet layang-layang kelas internasional yang terjun langsung dalam merakit Bulang Cahaya. Kepada kepripedia, Rahmat memastikan bahwa layang-layang yang sepintas mirip dengan siluet seekor burung yang mengepakkan sayapnya ini merupakan yang terbesar di Kepulauan Riau, dengan diameter sayap mencapai 6 meter.

“Insya Allah, ini adalah Bulang Cahaya terbesar di Kepri, sebab lebarnya saja 6 meter,” terang Rahmat, Jumat (24/9).

Layang-layang raksasa tersebut tidak sendiri, melainkan sejalan dengan 100 layang-layang lainnya dalam pelaksanaan peluncuran buku 100 penyair yang lolos seleksi panitia FSIGB.

ads

Kepada media, Rahmat mengaku sempat putus asa dalam merakit Bulang Cahaya, karena kesulitan menemukan bahan berkualitas, ditambah lagi dengan keterbatasan gerak karena pandemi.

“Pada awalnya, proses pembuatan Bulang Cahaya ini hampir gagal, karena saya kesulitan mencari bahan parasut dan bambu dengan tingkat kelenturan yang tinggi, tapi alhamdulillah, banyak kawan yang membantu memberikan solusi. Jadi kalau nak tengok Bulang Cahaya raksasa, main-mainlah ke Rimba Jaya hari minggu besok ya,” ujar Rahmat penuh semangat.

ads

Ditempat terpisah, salah satu panitia FSIGB, Rendra Setyadiharja mengharapkan respon serius dari pemerintah, khususnya di wilayah Kepulauan Riau terhadap kegiatan sastra yang bergengsi ini agar menjadi agenda rutin pemerintah. Karena dengan demikian, ada harapan dan kepastian dalam keberlangsungan FSIGB yang digagas oleh Yayasan Jembia Emas tersebut.

“Kita harus tahu dulu bahwa FSIGB ini digagas dan dilaksanakan oleh Yayasan Jembia Emas dengan nakhoda utamanya adalah Dato’ Sri Lela Budaya Rida K Liamsi. Dalam perjalanan awal hingga pelaksanaan kali ke-4 ini tentu banyak tantangan terutama mengenai pendanaan. Setidaknya dengan kesuksesan ke-4 pelaksanaan FSIGB ini bisa menjadi tolok ukur Pemprov dalam menetapkan agenda ini dalam kegiatan rutin pemerintah setiap tahunnya,” beber Rendra.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

Penulis:

Editor: Redaksi


Baca Lainnya

HAKLI Gelar Lomba Video Kreatif Gerakan Mencuci Tangan

11 Oktober 2021 - 21:55 WIB

Besok, KSR PMI Umrah Bakal Gelar Donor Darah

9 Oktober 2021 - 13:19 WIB

Menilik Tradisi Mandi Safar, Daya Tarik Kampung Terih di Batam

7 Oktober 2021 - 17:11 WIB

Pertama di Dunia, Peluncuran Buku dari Langit

24 September 2021 - 12:22 WIB

Kesenian Tradisi Boria Pulau Penyengat yang Kian Punah

16 September 2021 - 16:30 WIB

Tudung Manto dan Gasing Lingga Sah Jadi Hak Kekayaan Intelektual Komunal Lingga

14 September 2021 - 10:57 WIB

Trending di Sosial Budaya