Menu

Mode Gelap

Warta · 18 Mei 2022 16:49 WIB ·

Cegah Masuk Wabah PMK Hewan Ternak, Pemprov Kepri Perketat Pengawasan


 Ilustrasi ternak sapi atau lembu. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Ilustrasi ternak sapi atau lembu. Foto: Ismail/kepripedia.com

ADVERTISEMENT
advertisement

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan skema pencegahan guna mengantisipasi masuknya wabah PMK atau Penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang hewan ternak.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan (DKPKH), Rika Azmi, mengungkapkan sesuai dengan arahan Otoritas veteriner (Otovet) Kepri pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya peternak serta sejumlah langkah antisipatif masuknya wabah PMK.

ADVERTISEMENT
advertisement

Kemudian, bersama balai Karantina Pertanian juga rutin melakukan pemantauan kondisi ternak atau surveilans klinis di kantong-kantong penampungan ternak.

“Kami bersama Karantina Pertanian berupaya memperketat pengawasan masuknya hewan ternak ke Kepri,” ujarnya, Rabu (18/5).

ADVERTISEMENT
advertisement

Selain itu, lanjut Rika, pihaknya juga mengimbau para peternak melakukan penyemprotan disinfektan, serta memisahkan hewan ternak yang lama dan baru, serta mengarantina hewan ternak yang baru selama 14 hari.

Selanjutnya, jika menemukan hewan ternak yang dicurigai terjangkit PMK segera lakukan isolasi dan pengobatan. Serta laporkan ke Otovet Kepri agar kemudian diteruskan ke Balai Veteriner (Bvet) Bukittinggi.

ADVERTISEMENT

“Lakukan juga langkah suportif dengan memberikan vitamin kepada hewan ternak serta lakukan pengawasan paska karantina,” imbau Rika.

Baca: Waspada Wabah PMK Serang Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Sementara itu, sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara, mengatakan Menteri Pertanian telah menetapkan sejumlah daerah yang terkena wabah PMK. Diantaranya, di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur, sementara di Provinsi Jawa Timur , ada kabupaten Gresik, Sidoarjo, Lamongan dan Mojokerto.

“Kita harap sumber hewan qurban tidak berasal dari daerah memiliki wabah PMK,” ungkapnya di Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, daerah harus mewaspadai wabah PMK karena bisa memicu kematian hewan ternak, sehingga akan mengganggu pasokan daging di daerah.

Oleh karena itu, ia juga meminta Balai Karantina Pertanian agar turut memberikan edukasi kepada peternak terkait gejala klinis wabah PMK. Hal itu bertujuan, apabila ditemukan maka bisa segera ditindaklanjuti.

“Saat ini memang belum ditemui wabah PMK di Kepri, tapi upaya pencegahan terhadap masuknya penyakit itu perlu diperketat,” demikian Adi.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 39 kali

Penulis: | Editor: Hasrullah


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Bawaslu Lingga Gelar Sosialisasi Undang-undang Pemilu 2024

5 Juli 2022 - 23:30 WIB

SMAN 1 Batam Umumkan Kelulusan PPDB, 288 Siswa Diterima

5 Juli 2022 - 20:51 WIB

Rutan Tanjungpinang Kembali Buka Jam Besuk Bagi Anggota Keluarga

5 Juli 2022 - 20:34 WIB

Penyebaran Hewan Kurban di Tanjungpinang Diperketat, Sapi Diperiksa Sebelum Dijual ke Masyarakat

5 Juli 2022 - 20:20 WIB

Lapas Perempuan Batam Kembali Buka Kunjungan Tatap Muka

5 Juli 2022 - 13:14 WIB

HUT ke 76 Bhayangkara, Bupati Rafiq Beri Penghargaan ke Polres Karimun

5 Juli 2022 - 12:37 WIB

Trending di Warta
advertisement