Hukum Kriminal · 18 Nov 2021 13:02 WIB

Cerita KPAI Soal Kekerasan di Sekolah Penerbangan di Batam


KPAI dan Inspektorat Jenderal KemendikbudRistek melakukan pengawasan ke SPN Dirgantara Batam. Foto: Dok KPAI Perbesar

KPAI dan Inspektorat Jenderal KemendikbudRistek melakukan pengawasan ke SPN Dirgantara Batam. Foto: Dok KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPPAD Kota Batam mendapati aduan terkait tindakan kekerasan terhadap anak didik di sekolah penerbangan, SPN Dirgantara Batam,

Dalam kasus ini, KPAI menyebutkan berdasarkan pengaduan 10 orang tua korban, bahwa anak didik yang melakukan pelanggaran disiplin dimasukkan kedalam sel tahanan, ditampar, ditendang dan sebagainya.

“Seorang siswa bisa dikurung berminggu-minggu bahkan berbulan tergantung kesalahannya dan dianggap sebagai konseling. Selain dikurung anak-anak juga akan mengalami hukuman fisik seperti pemukulan, bahkan ada korban yang rahangnya sampai bergeser,” ungkap Komisioner KPI, Retno Listyarti, dalam keterangan tertulis yang diterima kepripedia, Kamis (18/11).

Terkait aduan ini, KPAI dan KPPAD Batam menyebutkan menerima sejumlah bukti sebuah video dan 15 foto yang diduga peserta didik dari SPN Dirgantara Batam ini.

ads

Dari bukti yang diterima tersebut, lanjutnya, ada yang tidak diikat dan ada 2 anak didik yang dirantai di leher dan di tangan.

10 foto lainnya ada 4 anak di dalam sebuah ruangan sempit beralaskan karpet biru dan 1 tempat tidur dengan kasur yang tidak diberi alas. Mereka tampak bertelanjang dada karena panas di dalam ruangan yang sempit.

Menurut Retno, dari video yang diterima pihaknya, anak didik terlihat tertekan dan tak banyak berbicara. Saat ditanya hanya menjawab singkat.

Baca: KPAI Ungkap Tindak Kekerasan di Sekolah Penerbangan di Batam

ads

“Rekaman video yang kami dapatkan, merekam kejadian ketika anak-anak tersebut dibebaskan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. Terdengar suara yang diduga pejabat Dinas pendidikan yang disebut sebagai pak Kabid (Kepala Bidang), yang tampak marah karena penahanan tersebut dianggap tidak manusiawi dan tidak sesuai dengan nilai-nilai Hak Asasi Manusia,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menyebutkan ada 4 foto lain yang diterima belakangan terbilang cukup sadis. Peristiwa tersebut, menurut informasi terjadi pada tahun 2020.

2 foto terlihat anak yang tangannya terborgol sebegelah sehingga keduanya harus saling berdekatan karena saling diikat dalam satu borgol.

“Lebih mengenaskan lagi, salah satu anak juga dirantai lehernya seperti binatang”, ungkap Retno.

Pada 2 foto lagi, terlihat 3 anak laki-laki sedang berdiri di balik jeruji sel tahanan yang diduga adalah sel tahanan yang berada di SPN Dirgantara, ketiganya bahkan menggunakan seragam seperti tahanan, berwarna oranye.

Oleh karena itu, ia menyebutkan bahwa KPAI mengecam keras tindakan kekerasan dalam satuan pendidikan. Menurutnya sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak didik.

“Lembaga pendidikan seharusnya menyemai nilai-nilai demokrasi dan penghargaan atas hak asasi manusia. Segala bentuk kekerasan atas nama mendisiplinkan seharusnya tidak boleh dilakukan”, pungkas Retno.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Redaksi


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

3 Terduga Penipu Lowongan Kerja di Karimun Diperiksa Polisi

7 Desember 2021 - 21:04 WIB

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi

Pengaruh Alkohol, Pemuda Ini Nekat Perkosa Gadis Desa Kelong

7 Desember 2021 - 19:01 WIB

260 Orang di Karimun Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja

7 Desember 2021 - 12:12 WIB

Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemalsuan Surat Kapal Seniha yang Dibajak di Batam

7 Desember 2021 - 08:10 WIB

KPK Sebut Terima Pengembalian Uang Rp 3 M dari Kasus Kuota Rokok di Bintan

4 Desember 2021 - 20:49 WIB

Tega! 2 Pemuda di Batam Cabuli Anak SD Secara Bergilir

3 Desember 2021 - 22:19 WIB

Trending di Hukum Kriminal