Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 15 Feb 2022 10:30 WIB ·

Dampak Eskalasi Rusia – Ukraina, Harga Minyak Melambung ke Level Tertinggi


 Ilustrasi pertambangan dan harga minyak. Foto: Canva Perbesar

Ilustrasi pertambangan dan harga minyak. Foto: Canva

ADVERTISEMENT
advertisement

Eskalasi antara Rusia dan Ukraina memberikan dampak yang signifikan bagi harga minyak dunia, pada pagi ini harga minyak naik di level tertinggi dalam dekade 7 tahun belakangan, dengan lonjakan harga mencapai 2 persen.

Hal ini dipicu mengingat Rusia merupakan salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia. Konflik Rusia-Ukraina ikut mendorong reli minyak mendekati US$ 100 per barel.

Tercatat di bursa saham indonesia Minyak mentah Brent naik US$ 2,04, atau 2,2%, menjadi US$ 96,48 per barel, setelah menyentuh level tertinggi sejak September 2014 di US$ 96,78. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 2,36, atau 2,5%, menjadi US$ $ 95,46 per barel, setelah mencapai US$ 95,82, tertinggi sejak September 2014.

“Pasar sangat sensitif terhadap perkembangan situasi Rusia dan Ukraina, Ketegangan sekarang meningkat ke tingkat yang luar biasa” kata analis Again Capital John Kilduff, di New York, dikutik dari CNBC Amerika.

ADVERTISEMENT
advertisement

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan Amerika Serikat sedang merelokasi kedutaannya di Ukraina dari ibu kota Kyiv ke kota barat Lviv.

Rusia telah menempatkan ribuan tentara di dekat perbatasan Ukraina. Namun Moskow menyangkal rencananya untuk menyerang dan menuduh Barat berlebhan. Amerika Serikat memperingatkan bahwa Rusia dapat menyerang Ukraina kapan saja.

ADVERTISEMENT

“Rusia adalah salah satu produsen minyak mentah terbesar, dengan kapasitas sekitar 11,2 juta barel per hari,” kata analis pasar minyak Rystad Energy, Nishant Bhushan.

“Setiap gangguan minyak dari wilayah tersebut akan membuat harga Brent dan WTI meroket di atas US$ 100,” kata Bhushan.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, OPEC+, telah berjuang memenuhi janji untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari (bph) hingga Maret.

ADVERTISEMENT
Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung
Artikel ini telah dibaca 205 kali

Penulis: | Editor: Redaksi


ADVERTISEMENT
advertisement
Tetap terhubung dengan kami:
advertisement
Baca Lainnya

Harga Sayur Kangkung di Batam Anjlok hingga Rp 2 Ribu per Kilogram

19 Mei 2022 - 22:36 WIB

Harga Daging Ayam Potong di Bintan Capai Rp 47 Ribu

19 Mei 2022 - 14:25 WIB

Kelompok Budidaya dan Peternak Binaan PT SIKY Panen 1.000 Ekor Ikan

16 Mei 2022 - 14:04 WIB

Telkom Jadi BUMN Pertama yang Peroleh Sertifikasi Great Place to Work

15 Mei 2022 - 12:40 WIB

Ekonomi Kepri Mulai Tumbuh, Pemprov Usulkan Perluasan KEK

15 Mei 2022 - 11:44 WIB

Kredivo Ambil Peran dalam World Economic Forum

13 Mei 2022 - 10:00 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis
advertisement