Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 28 Mei 2022 13:30 WIB

Dana Pinjaman Rp 180 Miliar dari PT SMI Belum Bisa Dicairkan


					Pengerjaan jalan flyover untuk peningkatan infrastruktur di Tanjungpinang. Foto: Ismail/kepripedia.com Perbesar

Pengerjaan jalan flyover untuk peningkatan infrastruktur di Tanjungpinang. Foto: Ismail/kepripedia.com

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau hingga kini belum bisa mencairkan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Makmur (SMI) Persero senilai Rp 180 miliar. Hal tersebut dikarenakan masih ada sejumlah kendala persoalan administrasi yang harus dilengkapi untuk mendapatkan dana pinjaman tersebut.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara, saat ditemui di Tanjungpinang. Ia menjelaskan, Gubernur bersama tim terus berupaya melengkapi persyaratan administrasi yang menjadi pengambat pinjaman tersebut.

ADVERTISEMENT

Seperti, perlunya rekomendasi dari sejumlah instansi, mulai dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta instansi lainnya.

“Kendalanya masih persyaratan administratif. Sebab, pinjaman ini memerlukan rekomendasi sejumlah lembaga. Tapi, kalau persyaratan untuk perencanaan, kegunaan dan sebagainya sudah kita penuhi,” ungkapnya.

Ia berharap, pinjaman tersebut bisa secepatnya dicairkan, mengingat proyek infrastruktur yang direncanakan menggunakan dana itu sudah mulai dikerjakan.

“Tapi karena ini belum (cair,red) tentu kita harus memikirkan solusi berikutnya. Kalau keluarnya cepat pinjaman itu tetap digunakan sesuai dengan rencana awal, prinsipnya akan digunakan sesuai dengan apa yang direncanakan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Kepri melalui APBD 2022 memproyeksikan sumber dana alternatif dari pinjaman ke PT SMI senilai Rp180 miliar. Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan alokasi anggaran itu akan digunakan sejumlah pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah.

Seperti, di Karimun untuk pembangunan gedung workshop tenaga kerja. Kemudian, Kota Tanjungpinang untuk pembangunan flyover di simpang Ramayana, penataan jalan bandara, serta Penataan kawasan kota lama. Menurutnya, pinjaman dana itu sendiri akan berlangsung selama dua tahun, sedangkan pembayarannya akan dipotong melalui Dana Alokasi Umum (DAU

“Kita tidak meminjam ke pihak swasta, karena PT. SMI ini ialah BUMN di bawah naungan Kementerian Keuangan, jadi tak ada masalah,” demikian Ansar.

ADVERTISEMENT
Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Pelaku IKM di Bintan Meningkat 3 Kali Lipat

16 April 2024 - 17:17 WIB

Ilusstrasi Industri Kecil Menengah IKM

Warga Serbu Gerakan Pasar Murah di Stadiun Badang Perkasa Karimun

1 April 2024 - 13:12 WIB

IMG 20240401 085130 11zon

LKPj APBD Bintan 2023: Pendapatan Capai Target, IPM dan Angka Kemiskinan Menurun

29 Maret 2024 - 13:24 WIB

IMG 20240329 WA0009 resized 20240329 064717782 11zon

Disperindag Karimun Gelar Operasi Pasar di Teluk Uma: Harga Gas 3 Kg Hanya Rp 20 Ribu

19 Maret 2024 - 13:29 WIB

IMG 20240319 WA0004 11zon

BPR Bintan Berikan Dividen Rp 1,8 Miliar ke Pemkab Bintan

14 Maret 2024 - 22:33 WIB

Direktur Utama Perumda BPR Bintan Radhiah Razak

H-1 Ramadhan 1445 H, Stok Cabai Merah Pedagang di Pasar Puan Maimun Karimun Habis

11 Maret 2024 - 16:51 WIB

Pedagang cabai di Pasar Baru Tanjungpinang
Trending di Ekonomi Bisnis