kepripedia
Home / Pojok / Divisi Humas Polri Gelar FGD di Batam, Bahas Terorisme dan Radikalisme

Divisi Humas Polri Gelar FGD di Batam, Bahas Terorisme dan Radikalisme

Kepala Bagian (Kabag) Penum Ro Penmas Div Humas Polri Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan (tengah). Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Tim Divisi Humas Mabes Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Anindhita Lantai 2 Mapolresta Barelang, dalam rangka Pencegahan Penanggulangan Paham Radikal dan Terorisme, Kamis (10/06) siang.

Kepala Bagian (Kabag) Penum Ro Penmas Div Humas Polri, Kombes Pol Dr. Ahmad Ramadhan, menyebutkan, bahwa diskusi ini berfokus pada memerangi Terorisme dan mencegah paham Radikalisme yang masuk ke Indonesia, khususnya di Kota Batam.

“Radikalisme dan intoleransi adalah bibit-bibit munculnya dari jaringan terorisme. Sedangkan deradikalisme adalah memberikan pemahaman wawasan Kebangsaan kembali kepada yang orang-orang telah melakukan aksi teror yaitu para atau eks napiter,” katanya, dalam pesan tertulis, Kamis (10/6).

Dia menjelaskan kepada seluruh tamu undangan, pihaknya mempunyai program pencegahan kontra radikal yang dilaksanakan di 24 Polda yang ada di Indonesia.

ads

“Kegiatan pagi ini yaitu Kontra Radikal yang merupakan upaya Polri bersama stakeholder untuk melakukan nilai-nilai dan pemahaman wawasan Kebangsaan kepada masyarakat untuk menangkal kegiatan radikal,” kata dia.

“Program ini dengan tema teroris adalah musuh kita bersama. Radikalisme saat ini sudah merambah kepada kelompok milenial, seperti kejadian teroris di makassar dilakukan sepasang suami istri yang berumur 20 tahun dan juga kejadian penyerangan bunuh diri di Mabes Polri.

“Paham-paham kelompok radikan meyakini itu sebagai perjuangan Fisabilillah atau jihad,” tambah dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk memerangi terorisme dan mencegah paham radikalisme yang masuk ke wilayah Indonesia, terutama di Kota Batam.

ads

Mengingat Kota Batam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga sangat berpotensi sebagai pintu masuk atau keluar dari jaringan-jaringan terorisme.

“Polda Kepri dan jajaran Polresta Barelang melalui tim Intelijen bekerja sama dengan instansi terkait, selalu berupaya untuk melakukan deteksi dini terhadap kelompok-kelompok tertentu yang terindikasi berafliasi dengan jaringan terorisme,” kata Kombes Pol Harry.

Dijelaskan pentingnya peranan dan kerja sama dari tokoh-tokoh agama seluruh elemen masyarakat kota Batam untuk memerangi terorisme.

“Terorisme adalah musuh kita bersama, sehingga adanya perlu peran dari tokoh kerukunan umat beragama dan seluruh elemen masyarakat Kota Batam,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Kepri dan jajaran mengimbau kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama kepada generasi muda yang sangat rentan agar tidak terpapar oleh jaringan-jaringan terorisme.



Penulis: Zalfirega

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR