Warta ยท 23 Okt 2021 14:40 WIB

Dua Kabupaten di Kepri Nol Kasus COVID-19


Ilustrasi covid-19 di Kepri. Foto: Freepik/modif /kepripedia.com Perbesar

Ilustrasi covid-19 di Kepri. Foto: Freepik/modif /kepripedia.com

Dua kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, yaitu Kabupaten Lingga dan Kepulauan Anambas saat ini nihil kasus aktif COVID-19. Hal tersebut sesuai dengan data Satgas Penanganan COVID-19 Kepri per tanggal 22 Oktober 2021.

Berdasarkan data tersebut, kasus aktif COVID-19 di Kepri baik yang sedang menjalani isolasi mandiri, karantina terpadu dan dirawat di rumah sakit sebanyak 58 orang. Jumlah tersebut tersebar di 5 kabupaten/kota, diantaranya, Kota Batam 14 orang, Tanjungpinang 12, Bintan 3, Karimun 18, dan Natuna 11 Orang.

Jumlah tersebut dapat konsisten berkurang seiring semakin rendahnya angka terkonfirmasi positif harian dan semakin bertambahnya angka pasien sembuh.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, Lamidi, mengatakan meski dua tempat telah nihil kasus terkonfirmasi positif namun semua daerah masih berstatus zona kuning atau resiko rendah penyebaran COVID-19.

ads

Kemudian, untuk angka positivy rate diseluruh wilayah Kepri juga semakin membaik sebesar 0,17 persen. Seperti di Kota Tanjungpinang berada diangka 0,55 persen, Kota Batam 0,04 persen, Bintan 0,19 persen, Karimun 1,07 persen.

Sedangkan, Kabupaten Lingga 0,29 persen, Anambas 0,30 persen, dan Kabupaten Natuna 0,74 persen. Untuk angka BOR di Kepri agak mengalami kenaikan berasal dari di awalnya pada angka 3,11 persen.

Oleh dikarenakan itu, Lamidi, senantiasa mengimbau agar semua penduduk menaati protokol kesehatan di dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Penangan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, mengungkapkan meski angka terkonfirmasi positif saat ini telah bisa ditekan. Ditambah kembali Kepri telah berstatus PPKM level 1, namun potensi gelombang ketiga COVID-19 masih dapat terjadi.

ads

“Maka, kita harus tetap waspada terhadap hal tersebut karena lonjakan bisa saja terjadi,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, mengacu dari negara-negara tetangga yang saat ini tengah berjuang melawan lonjakan angka COVID-19, yaitu Singapura dan Malaysia. Apalagi, mengingat pengalaman lonjakan kasus COVID-19 dua gelombang kebelakang, Indonesia terlebih Kepri baru merasakan imbasnya tiga bulan setelah terjadi di negara-negara tersebut.

“Jadi, diprediksi gelombang ketiga bisa terjadi pada bulan Desember 2021 mendatang,” katanya.

Menurut mantan Kadinkes Kepri ini, kemungkinan saja itu benar-benar masuk akal. Mengingat, pada bulan-bulan tersebut merupakan moment liburan sekolah, natal dan tahun baru. Tentunya berjalan mobilitas tinggi di hampir semua daerah.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung

Penulis: | Editor: Wak JK


ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Peringati Hari Juang Kartika, TNI AD di Karimun Gelar Aksi Sosial Donor Darah

9 Desember 2021 - 13:18 WIB

3 Remaja di Batam Terancam 7 Tahun Penjara karena Terlibat Aksi Curanmor

9 Desember 2021 - 10:47 WIB

Ilustrasi pencurian sepeda motor

Waspada COVID-19 Varian Omicron yang Lebih Cepat Menular

8 Desember 2021 - 20:50 WIB

Didemo Buruh Soal UMK, Gubernur Ansar: Berunjukrasalah dengan Tertib

8 Desember 2021 - 18:53 WIB

Pemulangan PMI Melalui Batam Diperketat Antisipasi Varian Omicron

8 Desember 2021 - 18:39 WIB

Para PMI Tiba di Batam melalui Pelabuhan Batam Center

Satgas: 7.000 PMI dari Malaysia Akan Pulang Melalui Batam

8 Desember 2021 - 18:21 WIB

Dandim 0316 Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan
Trending di Warta