Menu

Mode Gelap

Advertorial · 5 Apr 2022 14:40 WIB

Fokus Lingga untuk Kesehatan: Meningkatnya Layanan RSUD Dabo hingga Sediakan Rumah Singgah


					Gedung RSUD Dabo. Foto: Hasrullah/kepripedia.com Perbesar

Gedung RSUD Dabo. Foto: Hasrullah/kepripedia.com

Pemerintah Kabupaten Lingga masih terus melakukan pembenahan dalam rangka peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Di tengah upaya-upaya pemulihan ekonomi dan peningkatan berbagai lini, layanan kesehatan juga menjadi salah satu prioritas di bawah kepemimpinan Nizar-Neko dalam setahun terakhir.

Tak bisa dipungkiri, layanan kesehatan menjadi salah satu sektor penting dalam kesejahteraan masyarakat. Meski secara geografis Lingga terdiri banyak pulau-pulau, namun upaya Pemerintah Kabupaten Lingga untuk memberikan layanan kesehatan hingga sejauh ini patut diacungi jempol.

Mulai tampak, dari layanan kesehatan di RSUD Dabo misalnya dan juga hingga Dinas Kesehatan yang menyediakan rumah singgah di Kota Batam baru-baru ini untuk keluarga pasien yang dirujuk. Selain itu juga Pemkab Lingga memastikan alokasi anggaran untuk BPJS Kesehatan (PBI) bagi masyarakat yang tidak mampu. Serta pengoptimalan puskesmas di 13 kecamatan di Lingga.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, menyebutkan ada sejumlah prioritas pengembangan layanan kesehatan yang telah dirancang dibawah kepemimpinan Nizar-Neko ini.

Seperti di antaranya ketersedian dokter spesialis di rumah sakit untuk pengobatan masyarakat.

“Sejauh ini kita sudah ada dokter internship. Tapi tentu perlu yang lebih nantinya untuk menunjanh layanam kesehatan. Kita masih upayakan ini,” ujar Nizar saat dihubungi via telepon.

Menurutnya, kini Pemkab Lingga juga telah mendorong Dinas Kesehatan untuk melakukan MoU atau kerja sama dengan perguruan tinggi untuk program dokter spesialis ini.

Dari sana, pihaknya telah mencanangkan beasiswa untuk putra daerah melanjutkan pendidikan dokter spesialis. Wacana ini pun telah dibahas bersama DPRD.

“Jaman Awe-Nizar dulu sudah ada yang kami beasiswakan melalui APBD. Nah ini kita rencanakan lagi. Kan ada dokter umum asli anak daerah kita yang bisa kita dorong ambil spesialis ini,” lanjutnya.

Selain itu, Nizar menyebutkan layanan kesehatan tidak terlepas dari sarana prasarana atau fasilitas rumah sakit. Untuk itu, ia pun mengaku telah berkoordinasi dengan Dinkes untuk fokus peningkatan tipe RSUD baik di Dabo ataupun di Daik.

Menurutnya lagi, dengan peningkatan RSUD ke tipe C tentu akan semakin mempermudah peningkatan fasilitas lain di RSUD termasuk alat kesehatan (Alkes). Bukan tak mungkin bagi Nizar, dengan itu dapat menjemput bola pengadaan alkes langsung dari pemerintah pusat.

Ia menilai, tidak selamanya masyarakat Lingga harus dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan layanan kesehatan lebih baik. Tentunya, RSUD yang ada di Lingga sendiri perlu ditingkatkan menjadi rumah sakit rujukan.

“Kita upayakan pelan-pelan, mana yang dulu kita bisa capai,” ujar Bupati kelahiran Lingga ini.

Ia menambahkan, sementara proses peningkatan tipe untuk 2 RSUD di Lingga, Pemkab juga menyiapkan fasilitas jika ada warga yang harus di rujuk. Yakni dengan menyediakan rumah singgah di Tanjungpinang dan Batam.

Bahkan, lanjutnya, Pemkab juga telah menyiapkan untuk pengadaan mobil ambulan dan mobil jenazah di Tanjungpinang.

Tak hanya itu, Nizar juga mengungkapkan jika Pemkab telah melakukan komunikasi dengan RSAL di Tanjungpinang.

“Kan banyak juga masyarakat kita dirujuk ke rumah sakit AL di Tanjungpinang. Setidaknya kita ada slot jika ada yang harus dirujuk ke sana. Termasuk juga terkait tenaga medis di RSAL yang siap bantu ke daerah kita. Tapi juga harus siap alat kesehatan. Ini yang kita terus kejar,” sambung Nizar.

Di sektor lain, Nizar menyampaikan jika seluruh kecamatan di Lingga sudah memiliki puskesmas. Namun, beberapa wilayah belum memiliki bangunan permanen alias masih menumpang di bangunan yang telah ada.

Terkait itu, ia pun menyebutkan jika telah membahas ini, dan mengupayakan seluruh puskesmas memiliki bangunan permanen.

“Ada yang masih numpang. Tapi ini kita gesa supaya bangunan puskesmas permanen segera dibangun,” imbuhnya.

Nizar juga menyinggung perihal stunting. Di mana menurutnya Kabupaten Lingga menyumbang angka stunting yang cukup tinggi se Provinsi Kepri.

Karena itu, ia pun telah meminta Dinkes dianggarkan untuk kegiatan pencegahan dan penanganan stunting dengan penyuluhan. Termasuk berkolaborasi dengan PKK dan Kominfo.

Tak sampai disitu, ia juga mengaku telah membahas masalah stunting ini di mana perlu menggiatkan dan memaksimalkan posyandu.

“Ramadhan ini kami safari Ramadhan. Di sela itu kita berikan pemahaman soal stunting juga, termasuk diberikan bantuan terkait stunting ini,” paparnya.

Nizar optimistis, pelayanan kesehatan akan terus menjadi prioritas karena merupakan sektor yang penting bagi masyarakat.

“Kita pelan-pelan tingkatkan ini. Secara garis besar program dan yang kita inginkan sudah ada yang dalam perancangan, ada yang dalam proses, dan juga sudah ada terealisasi,” tutupnya.

Tentunya, berbagai pihak dan instansi terkait terus bersinergi untuk memberikan layanan kesehatan yang memadai untuk masyarakat di Kabupaten Lingga

Perkembangan RSUD Dabo

Salah satu yang tampak dalam fokus layanan kesehatan di Lingga yakni perkembangan signifikan di RSUD Dabo yang sejauh ini merupakan fasilitas kesehatan (Faskes) sentral di Lingga.

Pembenahan di RSUD Dabo ini sejatinya sudah dilakukan sejak beberapa tahun ke belakang. Mulai dari tata kelola managemen RSUD, pelayanan kesehatan,  hingga peningkatan SDM kesehatan seperti dokter spesialis, dokter umum, dan juga  perawat Hb maupun bidan.

Menurut Direktur RSUD Dabo, dr Bukit Tua Rayanto Gultom, selain terus membenahi sektor kesehatan, pihaknya juga tetap memberikan perhatian di sektor non kesehatan untuk mendukung dan menunjang pelayanan kesehatan di RSUD Dabo.

Selain itu pula, lanjut dr Bukit, pihaknya turut memfokuskan pemenuhan obat-obatan spesialistik yang disesuaikan dengan ketersediaan dokter spesialis yang ada di RSUD.

“Yang mana output yang kita harapkan untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap mendapatkan pelayanan kefarmasian yang maksimal dengan ketersediaan obat di RSUD ini,” ujarnya kepada kepripedia, Minggu (3/4).

Ia menambahkan, di sisi sarana dan prasarana, RSUD Dabo berupaya memberikan kenyamanan dan keindahan bagi pasien dan keluarga pasien yang berkunjung.

“Sarana prasarana ini termasuk alat kesehatan juga, menyesuaikan kebutuhan. Juga pembangunan IPAL,” ungkap dr Bukit.

Selanjutnya, RSUD Dabo juga telah menyediakan pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan dalam layanan kesehatannya. Seperti pemeriksaan urinalisa, hematologi klinik, kimia klinik, TCM dan pemeriksaan elektrolit , AGDA, dan lainnya yang dapat mendukung pelayanan spesialistik yang ada rumah sakit ini.

Untuk peningkatan pelayanan radiologi, RSUD Dabo juga telah meningkatkan alat foto rontgen ke digital dan sistem kerja yang mempermudah dokter serta hadirnya USG 4D.

“Dalam satu tahun terakhir ini kita mengembangkan dan mengaktifkan 2 kamar operasi, peningkatan pelayanan CSSD, juga pembangunan ruang transit jenazah,” tambahnya.

Sisi lain, sistem informasi management juga ditingkatkan, di mana semua telah terintegrasi di setiap unit pelayanan yang ada di rumah sakit.

Sementara untuk SDM khususnya keperawatan, RSUD Dabo juga telah melakukan kerjasama dengan yayasan Stikes Hang Tuah Tanjungpinang untuk menunjang serta meningkatkan pendidikan dan kompetensi tegaga perawat. Program kerjasama ini pun telah berjalan.

ICU UGD RSUD Dabo

UGD RSUD Dabo. Foto: Hasrullah/kepripedia.com

“Untuk tahun ini RSUD Dabo juga akan melaksanakan pembangunan ruang NICU/ICU. Juga di tahun ini rencananya akan ada peningkatan layanan fisioterapi,” ungkapnya.

Tak hanya sedemikian peningkatan yang terlihat, ke depan RSUD Dabo juga berencana melakukan rehab ruangan kelas 2 dan kelas 3 yang ada. Serta mengaktifkan lantai 2 gedung baru sebagai ruang isolasi dengan pembangunan RAM untuk menuju ke lantai 2.

Di sektor tenaga medis, juga direncanakan pemenuhan dokter spesialis dasar dan penunjang yang berkesinambungan. Tentunya hal ini menjadi perhatian, agar pelayanan rujukan di rumah sakit Dabo ini lebih optimal

“Target yang diharapkan peningkatan kelas rumah sakit menjadi rumah sakit tipe C karena secara umum yang menjadi persyaratan wajib peningkatan rumah sakit menjadi tipe C sudah dipersiapkan, tinggal pengajuan adminstrasi dan penilaian dari tingkat provinsi dan Kementrian Kesehatan,” jelas dr Bukit.

Ia melanjutkan, peningkatan kelas rumah sakit merupakan salah satu strategi peningkatan dan pengembangan  pelayanan rumah sakit pemerintah daerah. Terkait ini maka menurutnya penting untuk terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana termasuk alat kesehatan serta peningkatan SDM seperti tenaga dokter spesialis.

dr Bukit berharap dan optimistis pelayanan kesehatan di RSUD Dabo dapat semakin maju dan pastinya agar dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Lingga pada umumnya dan masyarakat Dabo Singkep khususnya.

Optimismenya ini juga dibuktikan bersama jajarannya di RSUD Dabo untuk berusaha melakukan peningkatan pelayanan kesehatan rumah sakit tiap tahunnya.

“Semoga rumah sakit ini dapat menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat ke depannya.”

“Saya yakin dan percaya ini dapat kita laksanakan dengan komitmen kita bersama untuk ke arah peningakatan pelayanan kesehatan rumah sakit,” demikian dr Bukit.

Rumah Singgah

Menyediakan rumah singgah untuk pasien yang dirujuk dari Kabupaten Lingga di Tanjungpinang dan Batam menjadi strategi layanan kesehatan yang tepat.

Pasalnya, geografis kepulauan khususnya jarak tempuh Lingga dengan Batam dan Tanjungpinang sangat jauh dan juga sangat membutuhkan fasilitas penunjang dan tentunya sangat meringankan keluarga pasien yang dirujuk.

Setelah rumah singgah di Tanjungpinang yang lebih dulu, baru-baru ini
Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Lingga menyiapkan rumah singgah di Kota Batam.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Recky Sarman Timur, menyebutkan pengadaan rumah singgah ini menjawab persoalan pelayanan kesehatan di Kabupaten Lingga, yang selama ini tidak hanya di rujuk ke Ibukota Provinsi Kepri yakni Kota Tanjungpinang, namun banyak juga yang di rujuk ke Kota Batam.

“Kota Batam, merupakan kota terbesar dengan jumlah rumah sakit yang cukup banyak dan didukung dengan fasilitas kesehatan yang mumpuni, sehingga banyak juga warga kita yang tidak dapat ditangani di rumah sakit provinsi sehingga harus di rujuk ke Batam,” kata Recky belum lama ini.

20220328 152709

Rumah singgah masyarakat Lingga di Batam. Foto: Ist/kepripedia.com

Hadirnya rumah singgah ini diharapkan dapat memberikan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Lingga yang kurang mampu.

“Ini sebagai wujud visi misi Bupati dan Wakil Bupati Lingga untuk memaksimalkan pelyanan kesehatan bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Lingga, sehingga dapat mengirit biaya jika berobat ke Batam,” ujarnya.

Adapun rumah singgah Kabupaten Lingga di Kota Batam terletak di Pusat Kota Batam, di Perumahan Central Raya Batu Aji, Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau, rumah rujukan pasien di Kota Batam ini hanya berjarak kurang lebih 150 meter dari RSUD Embung Fatimah.

Sementara sebelumnya di Kota Tanjungpinang terletak tidak jauh dari RSUP Kepri.

“Memang kita carikan rumah yang lebih dekat dari rumah yang lama. Biar warga tidak usah jauh-jauh lagi kalau mau kerumah sakit,” Mulkan Azima yang kala itu menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan.

Gabung dan ikuti kami di :

Konten ini merupakan Advertorial Diskominfo Lingga

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

Job Fair Digelar Lagi, Roby Optimis Angka Pengangguran Terbuka Semakin Menurun

8 Juni 2024 - 09:41 WIB

Sambutan Bupati Bintan Roby Kurniawan di Pembukaan Job Fair 2024

Biznet Sempurnakan Hidup Masyarakat Kota Batam dengan Bandwidth Lebih Besar dan Harga Lebih Terjangkau

7 Juni 2024 - 10:31 WIB

Promo Biznet Juni

Bakat Hebat Siap Dilahirkan, Roby Resmi Buka Bupati Cup 2024

29 Mei 2024 - 11:39 WIB

Pembukaan Turnamen Bupati Cup 2024 Bintan

Bupati Bintan Sebut Olahan Pangan Lokal Punya Potensi Untuk Mendunia

9 Mei 2024 - 10:13 WIB

Bupati Bintan bersama peserta pelatihan pengolahan produk

Resmi Ditutup Bupati Roby, Bintan Timur Sabet Piala Bergilir MTQH Ke XIII Bintan

29 April 2024 - 10:55 WIB

Penyerahan piala MTQ ke VIII Bintan ke Kecamatan Bintan TImur

Kampung KB Tanjungpinang, Terbaik di Provinsi Kepri

4 April 2024 - 15:34 WIB

Kampung KB Abyakta