HMPS PAI STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Gelar Pelatihan Makalah, Bekali Mahasiswa Baru Menulis Karya Ilmiah Sesuai Kaidah

BINTAN – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Pelatihan Makalah bertema “Upgrade Skill Menulis Makalahmu!” di Ruang GBR 1.02 STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, dengan keterampilan menyusun makalah sesuai kaidah penulisan ilmiah.

Pelatihan yang diselenggarakan Divisi Pendidikan HMPS PAI tersebut dimulai ba’da Ashar, tepatnya pukul 15.30 WIB, dan berlangsung hingga selesai. Kegiatan diikuti sekitar 15 hingga 20 mahasiswa yang berasal dari Program Studi PAI, sebagian besar di antaranya mahasiswa semester 1 atau mahasiswa baru, serta mahasiswa dari program studi lain yang turut berpartisipasi.

ADVERTISEMENT

Acara dibuka oleh pembawa acara (MC) yang sekaligus menjabat Kepala Divisi Pendidikan HMPS PAI, Rizkya Ramadhani. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Raihan Saputra, mahasiswa semester 7 angkatan 2023 yang saat ini sedang menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL).

Dalam pemaparannya, Raihan berbagi pengalaman dan pengetahuan yang ia peroleh dalam menyusun makalah selama duduk di bangku kuliah. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini akan dibagi ke dalam beberapa pertemuan, sebab satu pertemuan saja dinilai belum cukup untuk melatih para peserta membuat makalah dengan baik.

Dari Cover hingga Catatan Kaki

Pada pertemuan pertama ini, Raihan terlebih dahulu menyampaikan sejumlah poin dasar dalam penyusunan makalah. Materi tersebut mencakup cover, kata pengantar, dan daftar isi, hingga penulisan catatan kaki (footnote). Ia menegaskan bahwa seluruh bagian itu harus disusun sesuai ketentuan etika penulisan yang berlaku di kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.

Boleh Memakai AI, Asal Tidak Menyalin Langsung

Dalam kesempatan tersebut, Raihan juga menyinggung penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penyusunan makalah, topik yang kini akrab di kalangan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa boleh saja memanfaatkan AI. Namun, penulisannya harus sesuai dengan ketentuan kampus, dan referensi yang digunakan harus jelas asalnya, baik dari buku maupun jurnal.

Ia menegaskan, yang tidak diperbolehkan adalah menyalin (copy-paste) langsung hasil AI ke dalam makalah.

ADVERTISEMENT

Empat Unsur Penting dalam Latar Belakang

Poin yang dinilai paling penting pada pertemuan awal ini adalah cara menyusun latar belakang makalah. Raihan menguraikan pilar atau struktur latar belakang yang meliputi empat unsur, yaitu pola umum, konsep atau kajian, permasalahan, dan urgensi penelitian atau pembahasan. Menurutnya, keempat unsur tersebut harus ada dalam penulisan latar belakang sebuah makalah.

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Pelatihan Makalah bertema “Upgrade Skill Menulis Makalahmu!” di Ruang GBR 1.02 STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026).
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Teori Diiringi Praktik Langsung

ADVERTISEMENT

Pelatihan ini tidak hanya berisi pemaparan teori. Raihan mengajak mahasiswa dan mahasiswi mempraktikkan langsung materi yang telah ia sampaikan, mulai dari membuat cover dan menyusun latar belakang, hingga membuat catatan kaki yang sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah.

Seusai praktik, peserta diberi kesempatan mengikuti sesi tanya jawab untuk menanyakan bagian-bagian yang belum dipahami. Kegiatan kemudian ditutup dengan motivasi singkat dari pemateri, dan kembali ditutup oleh MC.

Ketua Prodi: Bangun Budaya Akademik

ADVERTISEMENT

Ketua Program Studi PAI, Dr. Amrul Luthfi, M.Pd.I., tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Meski demikian, ia menyampaikan pesan dan kesannya serta mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan Divisi Pendidikan HMPS PAI itu.

“Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun budaya akademik di kalangan mahasiswa, sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menulis ilmiah, dan menyampaikan gagasan secara sistematis serta bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Amrul, pelatihan ini bukan sekadar agar mahasiswa mampu menyusun makalah untuk tugas kuliah, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan akademik, mulai dari merumuskan masalah, mengkaji referensi yang kredibel, hingga menggunakan sitasi dengan benar. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan kejujuran ilmiah agar karya tulis mahasiswa bebas dari plagiarisme.

Ia pun mendorong HMPS PAI agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremonial. “Saya juga mendorong agar kegiatan semacam ini dikembangkan secara berkelanjutan melalui pendampingan penulisan, diskusi ilmiah, klinik karya tulis, dan publikasi mahasiswa,” tuturnya.

Kepada seluruh mahasiswa PAI, Amrul berpesan agar menjadikan menulis sebagai tradisi intelektual, membaca sebagai kebutuhan, berdiskusi sebagai ruang bertumbuh, dan kejujuran ilmiah sebagai prinsip yang tidak dapat ditawar. Ia berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan mahasiswa PAI yang unggul dalam keislaman, keilmuan, dan kemelayuan.

Ketua HMPS: Program Kerja Unggulan

Ketua HMPS PAI, Maulana Aqib Zaman, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menilai pelatihan ini sangat penting, khususnya bagi mahasiswa baru dan mahasiswa yang masih membutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai tata cara penyusunan makalah yang baik dan benar.

“Kegiatan ini juga menjadi salah satu program kerja unggulan HMPS PAI karena mampu menarik minat mahasiswa, baik dari Program Studi PAI maupun program studi lainnya, untuk belajar dan mengembangkan keterampilan menulis karya ilmiah,” kata Maulana.

Ia berharap pelatihan yang dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan menemukan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi dalam menyusun tugas perkuliahan, khususnya makalah.

Kadiv Pendidikan: Langkah Nyata Meski Sederhana

Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan HMPS PAI, Rizkya Ramadhani, menyebut program Pelatihan Makalah merupakan langkah nyata, meskipun sederhana, untuk membantu meningkatkan potensi dan keterampilan mahasiswa dalam penulisan karya ilmiah, baik dari Program Studi PAI maupun program studi lainnya.

“Program ini kami rancang berdasarkan permasalahan yang banyak dihadapi mahasiswa dalam menyusun makalah. Kami melihat bahwa masih ada mahasiswa yang membutuhkan bimbingan dan pemahaman lebih lanjut mengenai sistematika penulisan, penyusunan latar belakang, penggunaan referensi, hingga pembuatan catatan kaki yang sesuai dengan kaidah akademik,” ujar Rizkya.

Menurutnya, melalui kegiatan ini pihaknya ingin menghadirkan ruang belajar bersama yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk langsung mempraktikkan materi yang telah dipelajari.

Harapan Keberlanjutan Program

Rizkya berharap program kerja Pelatihan Makalah ini dapat membantu mengurangi kesulitan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam menyusun makalah secara sistematis dan sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah.

“Kami juga berharap program ini tidak hanya berjalan selama masa kepengurusan kami, tetapi dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan HMPS PAI pada periode berikutnya,” ucapnya. Dengan begitu, lanjut dia, Pelatihan Makalah dapat menjadi program berkelanjutan yang semakin berkembang, menjangkau lebih banyak peserta, serta menumbuhkan minat dan semangat belajar mahasiswa dalam bidang penulisan karya ilmiah.

Pertemuan berikutnya dari Pelatihan Makalah ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026.


Penulis: | Editor: Redaksi


Share This Article