Menu

Mode Gelap

Info Hoaks · 5 Feb 2024 11:41 WIB

HOAKS: Video Guru SMP Ditekan Gara-gara Tidak Mendukung Paslon 02


					HOAKS: Video Guru SMP Ditekan Gara-gara Tidak Mendukung Paslon 02 Perbesar

Beredar sebuah video dengan narasi sejumlah guru smp ditekan gara-gara tidak mendukung paslon 02.

Video ini beredar di sejumlah group WhatsApp masyarakat di Kepulauan Riau dan juga telah banyak disebarluaskan di media sosial lainnya.

ADVERTISEMENT

Didalam narasi captionpesan berantai disebutkan “kasihan nasib rakyat, hidup tertindas di negeri sendiri. salam perubahan“. Sementara itu di caption unggahan facebook, pengunggah menyebut “Belum pemilu saja sejumlah Guru SMP sudah ditekan harus memilih paslon 02, apakah ini yg dinamakan Demokrasi ? Apakah ini yg dinamakan JURDIL (jujur dan Adil) ? Apakah ini yg dibilang Bebas memilih dalam demokrasi dibawah kekuasan Dynasti Ming Ko Wi ? Sungguh licik dan tdk beradab dalam kekuasaan rezim biadab ini.

Di dalam cover video bertuliskan “sejumlah guru smp ditekan gara-gara tidak mendukung paslon 02“. Serta ditambahkan dengan “belum pemilu saja sudah bikin rakyat susah gimana nanti kalau jadi?” dengan menyertakan foto Capres 02 Prabowo Subianto dan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

Isi video memperlihatkan dua orang guru yang menangis mengaku mendapat intimidasi dan gajinya ditahan.

Di dalamnya juga terlihat video diambil dari akun Snack Video @kabarberita099. Selain itu juga disertai kata Miris dan emoji sedih. Pengunggah juga meminta agar dilaporkan ke Bawaslu dan Advokat Nasional.

FAKTANYA:

Berdasarkan penelusuran kepripedia.com video tersebut adalah keliru atau menyesatkan. Video itu tidak mengandung konteks pemilu 2024 seperti yang dinarasikan.

Faktanya video itu ialah memuat para guru yang mengaku terlambat mendapatkan gaji dan mendapat intimidasi okeh Kepala Sekolah yang baru. Kasus ini viral pada September 2023 lalu yang diketahui terjadi di SMPN 15 Medan, Sumatera Utara.

Didalam video menyebut ditekan oleh no urut 02 yakni Prabowo Subianto, sementara penetapan nomor urut calon presiden dan wakil presiden dilakukan pada November 2023. Sedangkan video kasus guru menangis yang viral tersebut beredar 2 bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Hoaks Guru SMP Ditekan

Dikutip dari pemberitaan detikcom, Kepala Sekolah SMPN 15 Medan kepada Detik Sumut, menyebut pihaknya tidak menahan gaji ataupun melakukan intimidasi.

“Saya tidak ada menahan gaji. Kan 1-2 September saya izin tidak masuk kerja. Pada tanggal 3 libur, tanggal 4 baru saya masuk. Nah, tanggal 5 baru bendahara gaji memberikan gaji itu,” kata Tiurma (Kepala Sekolah), Minggu (17/9/2023).

ADVERTISEMENT

“Saya bilang (ke bendahara), 25 orang (guru) aja dulu sedangkan 8 orang nanti belakangan. Saya bawa ke dinas, ternyata tidak boleh. Di tanggal 6 saya mendapat surat untuk mengklarifikasi tentang itu. Saya bertanya juga apakah tidak boleh seperti ini, dengan alasan melihat kedisiplinan para guru tersebut,” tambahnya.

Ia menjelaskan 8 guru itu tidak disiplin karena pergi tanpa permisi dengannya di waktu jam kerja. Alhasil, ia mendapati proses belajar siswa siswi jadi kurang tertib.

“Sejak itu saya membuat surat permintaan penjelasan kepada setiap guru, tapi tidak mereka lakukan sehingga saya buat surat teguran. Nah, tanggal 7 saya juga dapat surat teguran dari dinas tentang pembayaran gaji ini,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Kemudian, ia bersama bendahara ke Bank Sumut untuk meminta pencairan gaji. Lalu, gaji setiap guru masuk ke rekening dan tidak ada yang tertinggal.

“Jadi pada intinya di tanggal 8 itu sudah cair ke rekening masing-masing,” ungkapnya.

Tiurma juga menegaskan tidak ada melakukan intimidasi terhadap para guru tersebut. Menurutnya, hal yang dilakukannya adalah teguran karena ada guru yang double job serta lainnya.

Setelah viral video tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Medan, Oka Zulfani Anhar telah mempertemukan pihak kepala sekolah dengan guru yang berpolemik untuk mengklarifikasi kejadian itu di sebuah cafe di Medan, Minggu (17/9/2023).

Berdasarkan informasi ini, klaim narasi yang tersebar adanya intimidasi dan paksaan terhadap 8 orang Guru di Medan untuk mendukung paslon 02 pada Pemilu 2024 tidak benar.

KESIMPULAN:

Berdasarkan penelusuran kepripedia.com video tersebut adalah keliru atau menyesatkan. Video itu tidak mengandung konteks pemilu 2024 seperti yang dinarasikan.


Link terkait:

https://www.detik.com/sumut/hukum-dan-kriminal/d-6936460/kepsek-smpn-15-medan-bantah-tahan-gaji-intimidasi-guru-ini-penjelasannya

https://medanheadlines.com/2023/09/17/sejumlah-guru-smp-negeri-15-medan-menangis-ngaku-diintimidasi-dan-gaji-ditahan-kepala-sekolah/

https://www.facebook.com/umar.shahab.5/videos/3643632192580293

 

Gabung dan ikuti kami di :

Penulis: | Editor: Redaksi



whatsapp facebook copas link

Baca Lainnya

HOAKS: Prabowo Dilengserkan, Anies Berpeluang Menjadi Presiden RI 2024

25 Maret 2024 - 23:19 WIB

Hoaks Prabowo dilengserkan

HOAKS: Mensos Risma Bongkar Dana Bansos Jokowi 497 T untuk Kemenangan Prabowo-Gibran

25 Maret 2024 - 21:55 WIB

Hoaks Mensos Risma Bongkar Dana Bansos Jokowi

HOAKS: Prabowo Bagikan Uang Rp 5 Juta di Bulan Ramadhan

25 Maret 2024 - 21:14 WIB

Hoaks Prabowo Bagikan Uang Rp 5 Juta ke pendukung

HOAKS: Video Bernarasi Tentara Cina Berani Bentak TNI

13 Maret 2024 - 18:58 WIB

Hoaks tentara cina bentak TNI

HOAKS: Aparat Penegak Hukum Datangi Kontrakan Mahasiswa Pendemo 1 Maret 2024

12 Maret 2024 - 22:04 WIB

Hoaks APH Datangi Pendemo 1 Maret

HOAKS: Suara Anies Mengungguli Prabowo Setelah Sistem KPU Kembali Normal

11 Maret 2024 - 13:09 WIB

Hoaks suara anies unggul setelah sistem KPU Normal
Trending di Info Hoaks