kepripedia
Home / Hotel Goodway di Batam Disita Kejagung Terkait Kasus ASABRI

Hotel Goodway di Batam Disita Kejagung Terkait Kasus ASABRI

Hotel Goodway. Foto: Google Street View

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Penyidik JAMPidsus menyita hotel Goodway yang terletak di Nagoya, Batam. Penyitaan ini terkait dengan kasus dugaan korupsi di PT ASABRI (Persero).

Hotel bintang empat yang disita tersebut merupakan aset milik salah satu tersangka, Benny Tjokro, yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Progres hari ini ada tambahan baru penyidik melakukan penyitaan terhadap Hotel Goodway di Batam,” kata Direktur Penyidikan pada JAMPidsus, Febrie Adriansyah, seperti dikutip dari Antara melalui kumparan.

Namun penyidik JAMPidsus Kejagung belum merinci nilai aset dari hotel tersebut.

ads

“Hotel terkait kepemilikan Benny Tjokro nanti nilainya kita hitung kembali,” ucapnya.

Diketahui, hotel tersebut merupakan salah satu hotel yang berjaya pada masanya di Kota Batam. Namun setelah sekitar 20 tahun beroperasi, hotel Goodway tutup pada 2018 lalu. Kini bangunannya pun seperti bangunan mati yang dikelilingi rumput liar dan gelap saat malam.

Selain menyita hotel di Batam, Febrie menambahkan, penyidik juga sedang membuat permohonan untuk menyita hotel milik Benny Tjokro yang terletak di Bandung, Jawa Barat.

Dalam perkara ASABRI, Kejagung telah menyita sejumlah aset milik para tersangka. Aset tersebut berupa tanah, bangunan, hotel, mal, rumah, tambang nikel, kapal, mobil mewah, armada bus, perhiasan, hingga lukisan emas. Sejauh ini, nominal sementara aset sitaan mencapai Rp 10,5 triliun.

ads

Penyitaan aset tersebut sebagai upaya mengembalikan kerugian negara di kasus ASABRI yang dinilai mencapai Rp 23,73 triliun, lebih besar dari kasus Jiwasraya.

Adapun terdapat 9 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Dirut ASABRI periode 2011-Maret 2016 Mayjen Purn. Adam Rachmat Damiri, Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020 Letjen Purn. Sonny Widjaja, Direktur Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, serta Direktur ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, Hari Setiono.

Berikutnya, Kepala Divisi Investasi PT ASABRI Juli 2012-Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Dirut PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Selain itu, Kejaksaan Agung telah menyematkan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap tiga tersangka, yakni Benny Tjokrosaputro, Heru Hidayat, dan Jimmy Sutopo.



Penulis: Tim

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR