Menu

Mode Gelap

Warta · 22 Okt 2021 09:48 WIB

Ini Tanggapan Bupati Lingga Soal Proyek Kabel Bawah Laut


Suasana Konsultasi Publik terkait Instalasi dan Pengoperasian Kabel Bawah Laut di perairan Lingga. Foto: Dok Diskominfo Lingga Perbesar

Suasana Konsultasi Publik terkait Instalasi dan Pengoperasian Kabel Bawah Laut di perairan Lingga. Foto: Dok Diskominfo Lingga

Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga menggelar konsultasi publik terkait Rencana Kegiatan Instalasi dan Pengoperasian Kabel Bawah Laut Australia-Singapura oleh PT Sun Cable yang rencananya melewati perairan Kabupaten Lingga.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar yang turut hadir dalam acara yang digelar di aula Hotel Lingga Pesona, Daik Lingga, Kamis (21/10) menjelaskan, Pemkab Lingga masih belum bisa memastikan mendukung sepenuhnya proyek tersebut.

Menurut Nizar, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum kegiatan instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC tersebut berjalan. Salah satunya, analisis dampak lingkungan patut diperhatikan secara serius, seperti dampak sosial ekonomi bagi masyarakat pesisir..

Sementara proyek yang bakal berjalan ini bukan sepenuhnya demi kepentingan nasional. Hanya saja proyek ini kebetulan melewati kepulauan Riau, khususnya Kabupaten Lingga.

ads

“Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga, dapam hal ini menerima tidak, menolakpun juga tidak. Karena memang ini izin yang sudah ada dari pusat. Yang kebetulan proyek ini melalui perairan di Kepulauan Riau,” ujar Nizar di hadapan perwakilan PT Sun Cable dan tamu undangan yang hadir.

Pemerintah daerah, kata dia justru tidak ingi menghambat adanya investasi di daerah. Apalagi sudah mendapatkan dispensasi izin-izin yang ada dari pusat.

Namun, menurut Nizar dampak-dampak yang dikhawatirkan perlu menjadi pertimbangan pihak PT Sun Cable sebelum beroperasi. Sebab pemerintah daerah tidak ingin hal ini menjadi ancaman serius, dan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru ditengah masyarakat.

“Saya pengen menyampaikan ada persoalan-persoalan dan itu menjadi catatan kepada pihak PT Sun Cable untuk dirapatkan kepada tim. Kekhawatiran saya menjadi ancaman serius terhadap dampak lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Lingga khususnya. Nanti akan menjadi persoalan baru kami di daerah,” ujarnya.

ads

Ditambahkannya rencananya tersebut memang perlu komitmen dan penjelasan yang sangat-sangat jelas. Serta perlu penjelasan kemungkinan resiko terburuknya. Jika dampak itu lebih kecil atau menguntungkan masyarakat di Kabupaten Lingga, tentunya jalan instalasi kabel bawah laut ini didukung. Namun sebaliknya jika berdampak buruk, pemerintah masih melakukan pertimbangan.

Jika dilihat dari dampak pada tahap kontruksi saja, potensi dampak lingkungannya cukup mengkhawatirkan. Seperti timbulnya kekeruhan atau peningkatan padatan tersupensi air laut oleh kegiatan peletakan kabel bawah laut yang bersifat sementara dan akan jernih kembali dalam waktu tidak lama, kemungkinan timbulnya gangguan terhadap biota laut yang bersifat sementara, kemungkinan adanya gangguan terhadap aktivitas nelayan. Gangguan yang muncul pada perairan laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 100 meter.

“Terimakasih kepada undangan yang hadir dan mendengar studi analisis dampak lingkungan dari proyek strategis peletakan kabel Australia Singapura yang melewati kepulauan Riau ini,” papar Nizar

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti surat edaran dari President Direktur PT ESC Enviromment Indonesia Nomor : 164/ESC-GE/X/2021 tanggal 11 Oktober 2021 perihal undangan konsultasi publik atas rencana kegiatan instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC melalui kepulauan perairan di Indonesia dan perairan di Provinsi NTT, NTB, Babel dan Kepri.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Mulai Desember Ini, Layanan Kemoterapi di RSUP RAT Sudah Layani Peserta BPJS Kesehatan

4 Desember 2021 - 15:31 WIB

RSUP Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang

Aksi Berbagi Bunga Anak Difabel di Karimun

4 Desember 2021 - 13:43 WIB

Vaksinasi COVID-19 Serentak BINDA Kepri di 3 Lokasi

4 Desember 2021 - 12:21 WIB

Tanggapan Komisi III DPRD Kepri Terkait Pemadaman Listrik di Batam

3 Desember 2021 - 21:56 WIB

Irwansyah DPRD Kepri

Komisi II DPRD Kepri Monitoring Samsat Batu Aji

3 Desember 2021 - 19:02 WIB

Bansos COVID-19 Masih Masuk Dalam APBD 2022

3 Desember 2021 - 18:18 WIB

Trending di Warta