kepripedia
Home / Warta / Insentif Tak Dibayar 8 Bulan, Nakes RSUP RAT Kirim Karangan Bunga ke Gedung Daerah

Insentif Tak Dibayar 8 Bulan, Nakes RSUP RAT Kirim Karangan Bunga ke Gedung Daerah

Karangan bunga protes Nakes RSUP RAT di Gedung Daerah, Tanjungpinang. Foto: Istimewa

Para tenaga kesehatan (nakes) RSUP Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang memprotes insentif dari Pemprov Kepri yang hingga saat ini belum dibayarkan.

Ungkapan protes tersebut disampaikan melalui karangan bunga yang dipasang di depan Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (16/6). Dalam karangan bunga yang mengatasnamakan nakes RSUP RAT tersebut bertuliskan pesan bahwa pihak mereka masih menanti insentif yang belum dibayarkan selama 8 bulan.

“Yth, Pejabat Kepri, kewajiban sudah kami tunaikan. Mohon hak kami segera dibayarkan. Dari nakes COVID-19  RSUD RAT yang rindu insentif (8 bulan),” bunyi pesan dalam karangan bunga.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Mohammad Bisri, mengatakan pihaknya sudah membayarkan insentif para nakes. Namun demikian, sifatnya bertahap untuk 3 bulan dahulu. Yakni, untuk Oktober-Desember 2020.

ads

Sementara, untuk bulan Januari-Juni 2021 akan dibayarkan pada tahapan selanjutnya.

Ia mengungkapkan kendala terlambatnya pembayaran insentif para tenaga kesehatan (nakes) disebabkan adanya perubahan Rencana Kerja Anggaran (RKA), serta sistem pembayaran di Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) pada tahun 2021 ini. Sehingga, memakan waktu pada proses administrasi.

“Yang jelas mengenai anggaran ini sudah clear, saya juga ikut dalam pembahasan. Hanya saja, teknis pembayarannya terkendala dengan SIPD dan sistem keuangan saja,” ucapnya.

Menurut Bisri, agar tidak ada lagi keterlambatan kedepan, selanjutnya pihak bagian keuangan RSUP RAT harus langsung menyelesaikan administrasi pembayaran tahap pertama. Kemudian, bisa diajukan lagi pembuatan tahap kedua.

ads

“COVID-19 ini kan baru, makanya kita perlu penyesuaian. Apalagi penganggarannya terpisah dengan APBD yang reguler,” ujarnya.

Bisri mengatakan sumber insentif covid diambil dari dana tak terduga termasuk recofusing 9 persen dari APBD untuk pembayaran insentif COVID-19. Bisri juga memastikan sumber dana insentif yang dibayarkan bukan bersumber dari BLUD RSUP RAT tapi dari dana recofusing 9 persen APBD 2021.

“Kita kemarin kan masih mau coba memahami perubahan sistem dari SIMDA menjadi SIPD. Itu menjadi masalah semua OPD. Namun karena rumah sakit ini kan hal urgent menyangkut pelayanan dalam jumlah besar. Tapi semua sudah selesai, hari ini uangnya telah ditransfer, yang jelas saya katakan pemerintah akan tetap bayar tapi prosedurnya harus dilalui,” demikian Bisri.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah, belum lama ini menyampaikan Pemprov Kepri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk insentif para nakes. Alokasi anggaran tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk mengapresiasi kinerja para nakes sebagai garda terdepan penanganan COVID-19.

“Kerja para nakes di zaman pandemi ini cukup berisiko. Insentif ini tidak seberapa dengan risiko yang dihadapi para nakes,” kata Arif, belum lama ini.



Penulis: Ismail

Editor: Hasrullah

BERI KOMENTAR