Tanjungpinang – Beredarnya pemberitaan mengenai dugaan oknum ormas yang menjanjikan kelulusan masuk Polri telah mendapatkan klarifikasi langsung dari salah satu pihak yang disebutkan, berinisial Z. Dalam pernyataannya, Z menegaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar dan menyangkal keras adanya unsur janji kelulusan atau penipuan.
Menurut Z, uang yang disebut-sebut dalam pemberitaan bukanlah untuk menjamin kelulusan saudaranya dalam tes kepolisian, melainkan semata-mata bantuan biaya perjalanan.
“Untuk unsur menjanjikan kelulusan polisi itu tidak benar, karena bukan kewajiban saya. Kalau untuk membantu jalan, saya rasa wajar, karena itu bagian dari keluarga saya,” ujar Z dalam klarifikasinya.
Z menjelaskan bahwa nominal uang yang diberikan adalah sebagai ‘pegangan’ dalam proses membantu, bukan bagian dari perjanjian apa pun. Ia menekankan bahwa mustahil dirinya berniat menipu mengingat yang dibantu adalah keluarga sendiri dan ia bahkan memberikan nomor rekening pribadi.
“Dari mana saya mau melakukan penipuan? Kalau saya punya niat menipu, ngapain juga saya kasih no rek saya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Z menyatakan bahwa persoalan ini telah selesai secara kekeluargaan dan damai. Uang yang diberikan telah dikembalikan sepenuhnya kepada saudaranya, dan mereka bahkan telah membuat surat kesepakatan damai yang diketahui oleh pihak kepolisian. Hubungan antara Z dan saudaranya hingga saat ini disebutkan tetap baik dan komunikatif.
“Jadi persoalan ini tidak ada lagi bagi saya secara keluarga mempermasalahkannya. Dan memang tidak ada niat seburuk itu,” kata Z.
Dalam pernyataannya, Z menduga ada pihak-pihak yang sengaja membesar-besarkan masalah lama yang sudah tuntas ini. Ia mengaitkan hal ini dengan aktivitasnya yang kerap mengkritisi kondisi di Kabupaten Lingga, termasuk persoalan ekonomi dan penggundulan hutan.
“Saya bisa saja beranggapan ini adalah bentuk kriminalisasi dan ‘tetakan’ buat saya, karena belakangan ini saya mengkritik keras keadaan Lingga, bahkan terkait persoalan pengundulan hutan di Kabupaten Lingga.”
“Saya juga tahu beberapa informasi yg saya dapat kan bahwa saya memang di incar, hingga persoalan ini timbul..ini kan persoalan yang lama dan tidak ada bermasuk seperti yang di beritakan. Lingga saat ini sedang darurat ekonomi wajar dong saya kritik demi kemajuan. Saya juga tahu beberapa informasi yang saya dapatkan bahwa saya memang diincar, hingga persoalan ini timbul,” ungkap Z.
Ia menegaskan komitmennya menghormati institusi Polri dan menyangkal terlibat dalam tindakan yang merendahkan lembaga tersebut.
“Saya juga sangat menjunjung tinggi institusi Polri yang selama ini menjadi didik kasih buat masyarakat, tak mungkin saya berani melakukan hal ini,” tutup Z.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menghentikan polemik yang berkembang dan menegaskan bahwa persoalan internal keluarga tersebut telah diselesaikan dengan baik tanpa ada pihak yang dirugikan.