Menu

Mode Gelap
ads

Netizen · 5 Nov 2021 17:21 WIB

Kala COVID-19 Menjadi Sarana Transformasi Pendidikan


Ilustrasi transformasi pendidikan ke digital. Foto: Pexel.com Perbesar

Ilustrasi transformasi pendidikan ke digital. Foto: Pexel.com

Perkembangan dunia tampak semakin tua, manusia semakin cerdas, pengetahuan semakin dewasa, dan teknologi pun semakin canggih, dengan era kehidupan dunia yang telah berubah semenjak kehadiran COVID-19.

Indonesia dengan salah satu negara terdampak wabah COVID-19 sejak Maret 2020 lalu, telah menimbulkan berbagai perubahan dalam tatanan kehidupan. Hadirnya wabah ini juga berdampak pada berbagai sektor kehidupan, seperti sektor sosial, ekonomi, hingga pendidikan.

Pendidikan merupakan tonggak kemajuan suatu bangsa. Peserta didik sebagai generasi penerus, tentunya membutuhkan tenaga pendidik yang mampu mengayomi dan mampu untuk memberikan arah peserta didik sebagai lentera menuju masa yang akan datang.

Namun sekarang, jika berfokus dalam dunia pendidikan, transformasi pembelajaran menjadi tantangan terbesar yang dihadapi dalam lingkungan sekolah, baik di jenjang apa pun, tak terkecuali pada jenjang perguruan tinggi, baik peserta didik, maupun tenaga pendidik. Menjadikan social distancing dan physical distancing sebagai kebijakan pembatasan jarak sosial dan fisik berdampak pada penghentian proses pembelajaran di sekolah.

ads

Dinamika yang ada membuat berbagai kalangan yang menjadi subjek atau pun objek dalam pendidikan, belum mampu untuk menerima tatanan baru ini. Walaupun, kini telah memasuki era next normal, dinamika yang dirasakan masih belum dapat diterima oleh sebagian pihak.

Pada dasarnya, situasi pembelajaran pada masa kini, seharusnya dapat dimanfaatkan dengan adanya pola berpikir yang berubah, hingga mampu bersikap produktif di samping bertahan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada agar terhindar dari paparan COVID-19.

Dalam situasi kini, seharusnya kita sebagai generasi penerus harus tanggap terhadap keterbatasan yang ada untuk tetap produktif dan kreatif dalam bidang yang dikuasai agar potensi yang kita miliki terus terasah dengan memaknai kondisi pandemi ini sebagai bagian dari perubahan yang tetap harus mengedepankan sikap dan prilaku representatif pada tatanan baru untuk menciptakan ruang belajar bervariasi.

Namun, dampak yang ditimbulkan dari transformasi pendidikan, yang awalnya terjadinya proses belajar mengajar yang dilakukan dalam suatu ruangan dengan terjadinya interaksi langsung antara peserta didik dan tenaga pendidik, berubah menjadi interaksi yang dilakukan melalui jaringan atau sering disebut online. Kegiatan online inilah yang telah diterapkan selama pandemi memasuki Indonesia di awal tahun 2020 lalu.

ads

Di era next normal ini, beberapa derah telah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas. Hal ini juga menjadi tantangan terbaru yang dihadapi, terutama oleh siswa. Mereka harus menata awal mental mereka untuk memasuki pembelajaran yang kembali seperti sedia kala.

Lantas, secara umum kendala yang ditimbulkan dari transformasi pendidikan, terkhususnya dalam pembelajaran dari awal pandemi hingga kini diantaranya; adaptasi pembelajaran, efektifitas pembelajaran, dan fasilitas pembelajaran.

Adaptasi Pembelajaran

Memasuki era new normal, peserta didik dituntut untuk menghadapi pembelajaran bersama arus teknologi yang ada. Kendala yang dihadapi bersumber dari pribadi. Pembelajaran berlangsung secara daring (dalam jaringan) menimbulkan adaptasi yang baru untuk menerima metode pembelajaran yang baru dengan media internet yang ada. Adaptasi ini kembali harus dirasakan peserta didik ketika memasuki tatanan baru, yaitu next normal, di mana beberapa daerah yang telah mengalami penurunan kasus COVID-19, telah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas. Adaptasi ini seakan terus dilakukan, hingga hal buruk yang akan dialami oleh peserta didik adalah rasa malas yang menghampiri. Rasa malas akan tumbuh ketika jenuh akan adaptasi yang mereka lakukan perlahan berubah dan menuntut mereka untuk beradaptasi lagi.

Efektifitas Pembelajaran

Berbicara mengemai efektifitas pembelajaran, ketika pembelajaran berlangsung online, efektifitas yang dirasa tidaklah terpenuhi. Kendala yang dihadapi berasal dari jaringan yang tidak memadai. Hal ini tentunya dialami pada daerah terpencil yang sukar akan jaringan internet. Jaringan internet menjadi hambatan besar yang di alami siswa/mahasiswa apalagi dengan lokasi tempat tinggal yang jauh dari ibu kota membuat sinyal menjadi lemah. Apalagi di tambah dengan jaringan yang terkadang buruk bahkan hilang, sehingga tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara daring. Namun, ketika pembelajaran dilakukan secara tatap muka terbatas dapat mengarahkan pada tidak tercapainya tujuan pembelajaran, mengingat alokasi waktu yang terbatas. Hal ini pula menjadi tantangan baru bagi pendidik untuk bisa selektif dalam mentransfer ilmu pada peserta didik, agar tujuan dari pembelajarannya tercapai dan pembelajaran dapat berjalan secara efekif.

Fasilitas Pembelajaran

Pembelajran daring menimbulkan dampak yang begitu besar dalam dunia pendidikan, terutama pada siswa. Siswa dituntut aktif untuk bermedia digital, dan sebagainya. Namun pada hakikatnya, tidak semua peserta didik yang mampu akan hal itu, untuk menunjang proses pembelajaran agar bisa berlangsung secara online. Keterbatasan ekonomi menjadi salah satu pemicu untuk siswa tidak mampu untuk megikuti kegiatan pembelajaran. Penggunaan gawai atau laptop dalam proses pembelajaran merupakan salah satu sarana yang diperlukan dalam pembelajaran daring ini. Lantas, bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan ekonomi akan tertinggal dan keterbelakang.

Namun, terlepas dari kendala yang ada, kita sebagai generasi penerus harus mampu menangkisnya dengan semangat untuk belajar dan berproses demi masa depan. Adapun dampak positif apabila kita bisa memaknai setiap perubahan yang ada dalam transformasi pendidikan ini; dapat menjadikan kita pribadi yang lebih kreatif dan inovatif dalam menemukan hal-hal yang baru, terutama dalam hal teknologi, hingga menjadikan kita pribadi yang disiplin dalam mengatur porsi waktu yang akan dijalani.


Konten ini ditulis oleh Nurmala (Mahasiswi Universitas Maritim Raja Ali Haji)



ads
Baca Lainnya

Jauhi dan Jangan Pernah Coba-coba Narkoba

9 November 2021 - 18:59 WIB

Menyoal Kebijakan Pemerintah Pindahkan Ibukota

5 November 2021 - 16:51 WIB

Bagaimana Pendidikan Olahraga Selama Pandemi COVID-19

18 Juni 2021 - 15:40 WIB

Disebut dalam al-Quran dan Hadist, Ini 5 Keutamaan Bersedekah

12 Mei 2021 - 01:04 WIB

7 Keajaiban dari Infaq dan Sedekah

8 Mei 2021 - 22:12 WIB

Makna Tunaikan Zakat Bagi Umat Muslim

2 Mei 2021 - 22:52 WIB

Trending di Netizen