Menu

Mode Gelap
ads

Ekonomi Bisnis · 18 Nov 2021 09:29 WIB

Kala Harga Sembako Lebih Dulu Naik Saat UMK Belum Ada Kepastian


Ilustrasi harga bahan pokok. Foto: Pixabay Perbesar

Ilustrasi harga bahan pokok. Foto: Pixabay

Di tengah belum adanya kepastian berapa kenaikan upah minimum atau UMK 2022 di Kota Batam, Kepulauan Riau, sejumlah harga bahan pokok (Sembako) justru lebih dulu mengalami lonjakan.

Seperti misalnya harga telur yang sebelumnya Rp 34 ribu per papan dan naik menjadi Rp 48 ribu. Begitu pula harga minyak goreng Rp 13 ribu per liter naik menjadi Rp 18 ribu.

Kenaikan sejumlah barang dapur ini lantas sangat dikeluhkan masyarakat. Apalagi di masa sulit dan ekonomi yang belum stabil akibat pandemi COVID-19, kenaikan ini menjadi promblema tersendiri.

“Ini pemasukan kurang, harga pangan naik di pasaran,” ujar Des, seorang warga Tiban ditemui di pasar, Kamis (18/11).

ads

Des pun berharap, pemerintah dapat mengambil kebijakan untuk mengontrol harga-harga pasar, atau bahkan dapat menurunkan harga-harga yang telah tinggi.

“Kita minta pemerintah turun ke pasar (sidak) dan menurunkan harga bahan pokok,” pinta dia.

Senada juga disampaikan Ratna, warga lainnya yang juga mengaku menyesalkan adanya kenaikan sejumlah bahan pokok di pasaran. Menurutnya kenaikan harga kebutuhan dapur ini terjadi hampir setiap kali menjelang akhir tahun.

“Ini bukan pertama terjadi, setiap akhir tahun selalu ada kenaikan harga pokok. Terkadang kalau sudah naik, itu turun agak susah lagi,” ucap Ratna.

ads

Baca: FSPMI NIlai UMK Karimun 2022 Tak Sebanding Kenaikan Bahan Pokok

Sebelumnya Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, memerintahkan Kepala Disperindag Batam turun ke lapangan memantau stabilitas harga bahan pokok.

“Saya sudah dengar adanya kenaikan harga pokok ini dari warga dan juga sudah arahkan Dinas untuk melakukan kroscek,” ucap Amsakar.

Ia meminta dinas terkait untuk mengecek stok sembako serta berkomunikasi dengan para distributor untuk menstabilkan harga menjelang akhir tahun.

Kenaikan harga di tengah kisruh UMK ini pun mendapat perhatian dari serikat pekerja Kota Batam. Seperti disampaikan Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Saiful Badri. Para buruh menilai pemerintah seakan tidak ada rasa empati kepada masyarakat.

“Ini masa kondisi serba sulit. UMK belum ada kepastian. Sementara bahan pokok dinaikan,” ujarnya Rabu (17/11).

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Program Pinjaman Tanpa Bunga Dimulai, UMKM Bisa Ajukan Langsung ke Bank Riau Kepri

2 Desember 2021 - 14:21 WIB

Ilustrasi Bank Riau Kepri

UMK Batam 2022 Naik Rp 35.429 Menjadi Rp 4.186.359

2 Desember 2021 - 13:00 WIB

Ilustrasi uang

Ini Daftar UMK 2022 Kabupaten/Kota se-Kepri

2 Desember 2021 - 12:32 WIB

Ilustrasi uang

PAD Karimun Masih Bertopang Pada Sektor Tambang

29 November 2021 - 14:14 WIB

Tambang granit di Karimun

Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,3 Persen Tahun Ini

25 November 2021 - 18:10 WIB

Rencana Pemprov Kepri Membangun Industri Perikanan Tanpa Pinggirkan Nelayan

23 November 2021 - 19:37 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis