Menu

Mode Gelap
ads

Hukum Kriminal · 27 Agu 2021 16:56 WIB

Kasus Penadah Besi Scrap di Batam: Jaksa Kukuh Tuntut 1 Tahun, Terdakwa Minta Bebas


Penasehat hukum terdakwa, Yusuf Norrisaudin saat membatah reblik dari JPU. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Penasehat hukum terdakwa, Yusuf Norrisaudin saat membatah reblik dari JPU. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Menanggapi pledoi dari penasehat hukum terdakwa kasus penadah besi srcap di Kabil, Kepulauan Riau yang disampaikan dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam repliknya menyatakan kukuh dengan surat tuntutan. Yakni menutut terdakwa satu tahun penjara.

Pembacaan replik ini digelar pada persidangan Senin (23/8) di Pengadilan Negeri Batam.

“Kita tetap memohon supaya majelis hakim yang menolak seluruh pledoi (nota pembelaan) yang dibacakan oleh tim penasehat hukum pada sidang sebelumnya dan menutut terdakwa sesuai surat tuntutan, ” ujar Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Wahyu Octaviandi saat dikonfirmasi, Rabu (25/8)

Menyikapi bantahan dari JPU atas nota pembelaan (pledoi) pihaknya, penasehat hukum terdakwa, Yusuf Norrisaudin tak tinggal diam. Pihaknya tetap dengan pledoi, yakni terdakwa harus bebas dari segala tuntutan.

ads

“Kita akan memberi tanggapan (duplik) yang akan dibacakan pada sidang berikutnya,” tambah dia.

Menurutnya replik dari JPU hanya ulang isi dari tuntutan dan dakwaan bertentangan dengan fakta-fakta persidangan selama ini. Dimana, menurutnya terdakwa tidak terbukti sebagai penadah seperti yang didakwakan oleh JPU dalam tuntutan.

“Ini cendrung ada copy paste saja. Dan kami juga langsung menyampaikannya secara lisan kepada majelis bahwa kami menolak replik dari Jaksa. Kemudian, kami juga meminta bahwa kami tetap kepada eksepsi dan pledoi yang dibacakan,” tegas dia.

Yusuf juga menegaskan, pihaknya juga tak perlu membantah replik secara tertulis. Dalam pledoi, ia menganggap, isinya pun sudah sangat lengkap sekali. Bahkan, ada beberapa bukti disertakan pihaknya seperti perjanjian sewa antara PT. Jasib Shipyard dengan PT. Ecogreen.

ads

“Dalam replik Jaksa, seharusnya Sunardi yang dianggap sudah tahu ada pihak yang keberatan menyampaikan kepada terdakwa Usman atau Abi. Kata seharusnya menunjukkan, Jaksa mengetahui bahwa Usman atau Abi tidak menerima pemberitahuan dari Sunardi, selaku pembeli di sana,” terangnya.

Tidak hanya itu, kata dia, seharusnya itu adalah asumsi atau harapan dari JPU sudah Sunardi memberi tahu terdakwa.

“Jadi, fakta oleh Jaksa dalam tuntutan dan repliknya itu adalah fakta yang tidak sesuai dengan yang disampaikan oleh saksi-saksi dalam persidangan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, tiga terdakwa dalam perkara ini, Usman alias Abi, Umar, dan Sunardi, dituntut oleh JPU pidana penjara selama 1 tahun pada persidangan sebelumya.



ads
Baca Lainnya

Kasus KDRT Pasutri di Batam Berujung Damai Berkat Restorative Justice

26 November 2021 - 21:48 WIB

Sudah 7 Kali Beraksi, Pelaku Hipnotis di Bintan Akhirnya Tertangkap

26 November 2021 - 16:31 WIB

Ilustrasi hipnotis

Pelajar di Batam Ditangkap, Akibat Penyelundupan PMI Ilegal

26 November 2021 - 13:45 WIB

2 Puskesmas di Bintan Terindikasi Korupsi Dana Insentif COVID-19

25 November 2021 - 15:13 WIB

Ilustrasi korupsi

Ketahuan Simpan Sabu dalam Dubur, Pria Ini Ditangkap di Bandara Hang Nadim

24 November 2021 - 17:05 WIB

Pelaku inisial A dan barang bukti yang diamankan.

3 Pelaku Pencurian Motor di Sagulung Batam Diringkus Polisi

24 November 2021 - 11:57 WIB

Trending di Hukum Kriminal