Menu

Mode Gelap
ads

Warta · 25 Nov 2021 17:02 WIB

Kecewa Tak Bertemu Gubernur, Buruh di Batam Ancam Kembali Demo Skala Besar


Aksi konvoi ribuan buruh di Batam upah minimum provinsi (UMP) dan UMK tahun 2022. Foto: Zalfirega/kepripedia.com Perbesar

Aksi konvoi ribuan buruh di Batam upah minimum provinsi (UMP) dan UMK tahun 2022. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Massa yang tergabung dalam aliansi buruh yang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Graha Kepri, Batam, Kamis (25/11) akhirnya tidak dapat bertemu dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau.

Buruh hanya ditemui oleh Kadisnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti dan Dirjen Jamsostek Kemenaker, Putri.

Sayang, ribuan buruh belum berhasil menjumpai Gubenur Kepri Ansar Ahmad untuk menyampaikan kritik mereka, khususnya menyampaikan tuntutan untuk pengesahan penetapan UMP dan UMK 2021 seperti yang diputuskan PTUN.

“Tadi kita tidak bertemu dengan Gubenur Ansar Ahmad. Kita ditemui oleh Disnaker yang diluar porsinya,” kata Surya Sastra Ketua DPC FSP LEM SPSI Kota Batam, pada kepripedia, Kamis (25/11).

ads

Bahkan dalam pertemuan tersebut tidak ada perwakilan Pemprov Kepri yang ikut menemui perwakilan para buruh yang telah datang berunjuk rasa sejak pagi.

“Jadi intinya hasil pertemuan kami tidak puas karena gubernur tidak ada. Kami akan turun lagi dengan massa yang skala besar,” ujar dia.

Padahal menurutnya, gubenur dapat menjumpai para buruh untuk berdialog bersama mencari solusi terbaik. Namun, ia menilai gubernur Ansar terkesan menghindar dari buruh.

“Kita bisa bicarakan dengan duduk bersama mencari solusi,” bebernya.

ads

Meski demikian seluruh unek-unek buruh akan disampaikan oleh Perwakilan Kemenaker ke pusat, khususnya terkait penetapan UMK tahun 2021 yang telah disahkan oleh PTUN medan.

“Ini janji pihak Kemenaker akan mencoba komunikasi dan supaya segera diterbitkan segera,” terang dia.

Seusai menggelar pertemuan tersebut para buruh membubarkan diri dengan pulang ke rumah masing-masing.

Sebagaimana diketahui para demonstran menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Graha Kepri dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan.

Menurut mereka pemerintah harus menaikkan upah minimum kota (UMK) Batam yang dirasa kurang memuaskan bagi para buruh.

“Tahun lalu buruh sudah berjuang, kami bekerja keras tanpa kenal WFH, tapi cuma dikasih kenaikan sedikit hanya Rp 35.000,” ujar seorang buruh.

Selain itu, buruh juga meminta kejelasan terkait penetapan upah UMK tahun 2021 yang belum jelas statusnya karena masih bersengketa di tingkat kasasi.

Dapatkan update berita langsung dari Smartphone anda melalui telegram. Klik t.me/kepripediacom untuk bergabung



ads
Tetap terhubung dengan kami:
Baca Lainnya

Mulai Desember Ini, Layanan Kemoterapi di RSUP RAT Sudah Layani Peserta BPJS Kesehatan

4 Desember 2021 - 15:31 WIB

RSUP Raja Ahmad Tabib di Tanjungpinang

Aksi Berbagi Bunga Anak Difabel di Karimun

4 Desember 2021 - 13:43 WIB

Vaksinasi COVID-19 Serentak BINDA Kepri di 3 Lokasi

4 Desember 2021 - 12:21 WIB

Tanggapan Komisi III DPRD Kepri Terkait Pemadaman Listrik di Batam

3 Desember 2021 - 21:56 WIB

Irwansyah DPRD Kepri

Komisi II DPRD Kepri Monitoring Samsat Batu Aji

3 Desember 2021 - 19:02 WIB

Bansos COVID-19 Masih Masuk Dalam APBD 2022

3 Desember 2021 - 18:18 WIB

Trending di Warta