kepripedia
Home / Headline / Kenali ‘Happy Pypoxia’ yang Bisa Bikin Pasien Meninggal Hanya karena Tertawa

Kenali ‘Happy Pypoxia’ yang Bisa Bikin Pasien Meninggal Hanya karena Tertawa

Gambar ilustrasi. sumber: alodoc

Nama Happy Hypoxia belakangan ini marak menjadi buah bibir masyarakat, tidak sedikit yang menganggap bahwa jenis ini merupakan varian terbaru dari COVID-19.

Menyikapi hal tersebut, salah satu dokter dari Kota Batam, Frianto Ismail angkat bicara. Kepada kepripedia Minggu, (11/7), dokter yang akrab disapa Anto ini menjelaskan bahwa Happy Hypoxia bukanlah varian baru COVID-19.

BACA BERITA SEBELUMNYA DISINI

“Sejak awal-awal COVID-19 dulu, Happy Hypoxia ini sudah ada. Ini bukan penyaklit, tetapi gejala. Jika dibilang varian baru dari COVID-19 itu salah, namun kalau dibilang penyebab salah satunya dari COVID-19, itu benar,” ujarnya memberikan keterangan.

ads

Dokter Frianto Ismail (rompi hitam). Foto: dok-Frianto.

Lebih lanjut Anto menjelaskan bahwa, Happy Hypoxia merupakan kondisi yang membuat kadar oksigen di tubuh pasien menurun secara drastis, namun tidak disadari oleh si pasien itu sendiri. Kata ‘Happy’ dalam gejala tersebut bukan berarti bahagia.

“Maksud Happy itu karena si pasien tidak menyadari penurunan kadar oksigen di tubuhnya, ini fatal karena jika oksigen dalam tubuh sudah rendah, tidak menutup kemungkinan bisa memicu kematian,” terangnya yang menyebutkan salah satu penyebab Happy Hypoxia karena adanya kerusakan paru dan atau infeksi paru-paru. COVID-19 merupakan indikator yang bisa membuat kerusakan pada paru-paru terjadi.

Anto menegaskan bahwa Happy Hypoxia bukanlah kematian karena tertawa, namun bisa dengan dalam kondisi apapun, seperti tidur, mendadak seperti serangan jantung, atau lainnya. Untuk mendeteksi gejala Happy Hypoxia, Dokter Anto menyebutkan salah satu alat ukur yang bisa menjadi acuan untuk digunakan masyarakat adalah Oximeter jenis portable.

Dengan menyiapkan Oximeter portable ditengah kondisi pandemi, Anto menilai cukup efektif untuk memantau kondisi kesehatan.
“kita berada di kondisi genting, tenaga kesehatan sedang konsentrasi penuh melayani pasien COVID-19. Penggunaan Oximeter merupakan tindakan mandiri kita dalam memantau perkembangan kesehatan, salah satunya mengantisipasi adanya gejala Happy Hypoxia itu,” terangnya.

ads

Dalam penggunaan alat ukur kadar oksigen tubuh ini, dokter Anto memberikan masukan bahwa kondisi oksigen yang normal di dalam tubuh berkisar antara 95 hingga 99 persen.

“Kita harus waspada jika kadar oksigen tubuh di bawah 95 persen. Jika itu terjadi, ambil tindakan dengan beristirahat yang cukup atau segera larikan ke tempat layanan fasilitas kesehatan,” demikian Anto.



Penulis: Yoan S N

Editor: Redaksi

BERI KOMENTAR